Indonesia Sejajar dengan Eropa Soal Pengawasan Obat dan Makanan

Indonesia Sejajar dengan Eropa Soal Pengawasan Obat dan Makanan

NERACA

Jakarta - Pemerintah Palestina optimistis Indonesia dapat sejajar dengan negara-negara Eropa dalam hal pengawasan dan pengembangan obat dan makanan, mengingat instansi yang dipimpin oleh Penny K. Lukito ini memiliki kapasitas, kapabilitas, teknologi, dan kualitas pelayanan publik yang berkelas dunia.

"Tak bisa disangkal lagi, BPOM memiliki segalanya untuk menjadi badan pengawas obat dan makanan yang berkelas dunia, dan kami tentunya merasa sangat terhormat dapat bekerjasama dengan mereka," ujar Kepala Divisi Kualitas Direktorat Jenderal Farmasi Kementerian Kesehatan Palestina Osama Alfar saat melakukan kunjungan ke kantor pusat BPOM sebagai bagian program peningkatan kapasitas pengawasan dan pengembangan obat dan makanan oleh BPOM di Jakarta, Rabu (17/10).

Dalam kunjungan yang merupakan bagian dari kerangka Kerjasama Selatan-Selatan (KSS) yang telah diinisiasikan oleh Kepala BPOM Penny K. Lukito pada 15 Oktober 2018 lalu, delegasi Palestina diajak mengunjungi sejumlah fasilitas BPOM, yakni Command Center, Pusat Pelayanan Publik, dan Laboratorium. Sebelumnya, pada tanggal 15 dan 16 Oktober 2018, delegasi telah mengikuti kegiatan knowledge sharing berupa diskusi panel yang diisi oleh sejumlah pimpinan BPOM dan perwakilan dari Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Kunjungan delegasi Palestina ke kantor pusat BPOM terasa sangat istimewa karena selain diwakili oleh Kementerian Kesehatan dan pimpinan salah satu rumah sakit setempat, delegasi pun terdiri dari warga yang berasal dari dua kawasan Palestina yakni Jalur Gaza dan Ramallah.

Dr. Mokhlis Al Adham, salah satu dokter di Al Shifa Hospital di Jalur Gaza menjelaskan, kondisi Gaza, khususnya dalam hal tenaga dan pasokan medis, begitu memprihatinkan karena ketatnya blokade yang dilakukan oleh Israel. Hal ini berdampak pada memprihatinkannya kondisi masyarakat di kawasan dengan populasi sekitar 1,7 juta jiwa ini."Begitu banyakan larangan dan pembatasan (oleh Israel) dimana-mana. Kami tidak bisa mengimpor, kami pun tidak bisa memproduksi obat-obatan sendiri karena ketiadaan bahan baku," ujar Mokhlis.

Kemudian Mokhlis menambahkan, knowledge sharing dari BPOM merupakan kesempatan emas bagi pihaknya untuk dapat mewujudkan kemandirian obat guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat Palestina di tengah kecamuk konflik yang tak berkesudahan.

Sementara itu, Kepala Biro Kerjasama BPOM Diana E.S. Sutikno turut memaparkan segala tupoksi BPOM dalam hal pengawasan obat dan makanan, diantaranya standarisasi, pengawasan pre-market, dan post-market produk-produk obat dan makanan, serta segala fasilitas yang dibutuhkan sebuah badan pengawas obat dan makanan agar dapat melindungi masyarakat di negaranya. Ant

BERITA TERKAIT

Jerman Dukung Penuh Sawit Berkelanjutan di Indonesia

NERACA Jakarta – Pemerintah Jerman mendukung pembangunan kelapa sawit berkelanjutan yang mengacu kepada mekanisme Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang…

Kemenperin Rancang Insentif, Indeks dan Inovasi Industri 4.0

NERACA Jakarta – Pemerintah telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0. Peta jalan…

Permen KP 56/2016 Demi Lindungi Stok Kepiting dan Rajungan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluruskan anggapan keliru terkait pemberlakuan Permen KP No. 56 tahun 2016. Direktur…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Hermawan Kertajaya Luncurkan Buku Planet Omni

Hermawan Kertajaya Luncurkan Buku Planet Omni NERACA Bandung - Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Hermawan Kertajaya meluncurkan buku berjudul…

Wakil Presiden - Indonesia Lebih Damai Dibanding Negara Islam Lain

Jusuf Kalla Wakil Presiden Indonesia Lebih Damai Dibanding Negara Islam Lain Bandung - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Indonesia termasuk…

PPATK: Pidana Empat Tahun Hambat Penerapan TPPU

PPATK: Pidana Empat Tahun Hambat Penerapan TPPU NERACA Jakarta - Batas ancaman pidana empat tahun dalam Pasal 2 ayat (1)…