ADHI Raih Kontrak Baru Rp 1 Triliun di Januari 2012 - BUMN Konstruksi Panen Proyek

Neraca

Jakarta - Perusahaan BUMN Konstruksi, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru sebesar Rp 1 triliun sampai akhir Januari 2012. Jumlah tersebut baru mencapai 7,4% dari target kontrak baru perseroan tahun ini sebesar Rp 13,5 triliun.

Menurut Sekretaris Perusahaan ADHI, Kurnadi Gularso, kontrak baru senilai Rp 1 triliun tersebut terdiri dari beberapa kontrak, baik pembangunan gedung dan juga infrastruktur, dan pembangunan dermaga. Hanya saja perseroan enggan merinci masing-masing kontrak beserta nilainya. “Kontrak baru yang kami bukukan sampai akhir Januari baru mencapai Rp 1 triliun. Masih kecil karena masih awal tahun,” kata Kurnadi di Jakarta, Rabu (29/2).

Tahun ini, lanjut dia, pihaknya akan meningkatkan perolehan kontrak dari proyek infrastruktur, terutama untuk EPC (engineering procurement and construction) untuk pembangkit listrik (power plant), dan gas.

Kontrak EPC cenderung bernilai besar dan menjanjikan pendapatan lebih besar. Sebagai informasi, tahun lalu ADHI memiliki kontrak alihan yang dibawa ke 2012 (carry over) sebesar Rp 10,5 triliun.

Dengan target tambahan kontrak baru sebesar Rp 13,5 triliun tahun ini, maka total order book (nilai buku) kontrak yang ditangani perseroan akan menjadi Rp 24 triliun. “Dari kontrak carry over 2011 lalu, nilai terbesar dikontribusi dari kontrak oil and gas sekitar Rp 2,5-3,5 triliun. Sementara power plant nilainya sekitar Rp 3-3,5 triliun dari total kontrak carry over senilai Rp 10,5 triliun,” tambahnya.

Selain itu, pihak juga berharap dengan semakin banyaknya program percepatan pembangunan infrastruktur tahun ini, kontrak yang diperoleh ADHI bisa semakin besar. Untuk mempermudah perseroan memperoleh kontrak infrastruktur, perusahaan pelat merah ini telah menganggarkan dana sebesar Rp 220 miliar, yang sebagian akan dialokasikan untuk investasi di infrastruktur. “Kami merencanakan ada dana investasi tahun ini sebesar Rp 220 miliar. Sebagian untuk investasi infrastruktur, terutama tol dan EPC power plant serta oil and gas. Sisanya untuk investasi properti,” tutup Kurnadi.

Sebelumnya, BUMN konstruksi lainnya, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) kantongi kontrak baru yang sedang dikerjakan sebesar Rp2 triliun hingga pertengahan Februari 2012. Kata Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk Natal A. Pardede, hingga minggu lalu kontrak baru yang telah diraih mencapai Rp2 triliun, “Proyek yang telah diperoleh perseroan antara lain stasiun pompa air, pengendalian banjir sistem karang mumus, irigasi kota bangun, KA double track Cirebon, Conveyor PT Aneka Tambang Tbk di Pomala, Sulawesi Tenggara dan PLTU Tanjung Batu,”ujarnya.

Sementara PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 190 miliar sampai pertengahan Februari 2012. Tahun ini PP menargetkan kontrak baru bisa mencapai sebesar Rp 17 triliun. “Kontrak kami sampai pertengahan Februari 2012 belum terlalu besar, baru sebesar Rp 190 miliar,” kata Sekretaris Perusahaan PT PP Tbk Betty Ariana. (Ardi)

Related posts