London Sumatera Bukukan Laba Rp 1,7 Triliun di 2011 - Emiten Produsen Sawit Panen Laba

Neraca

Jakarta- PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mencatatkan laba tahun berjalan pada 2011 naik 64,7% menjadi Rp1,70 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumya, “Kami senang menutup tahun 2011 dengan kinerja yang baik. Hasil produksi yang kuat dan ditunjang oleh harga komoditas yang mendukung, telah menghasilkan peningkatan kinerja keuangan yang signifikan,”kata Presiden Direktur LSIP, Benny Tjoeng dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (29/2).

Menurutnya, capaian kinerja ditahun ini dinilai cukup baik dibandingkan dengan tahun lalu. Pasalnya, perseroan masih mampu mempertahankan posisi keuangan yang sehat. Tidak hanya laba saja yang naik signifikan, penjualan perseroan pada 2011 naik 30,4% dari Rp 3,59 triliun di 2010 menjadi Rp4,69 triliun.

Dia menjelaskan, kenaikan penjualan tersebut disebabkan oleh kenaikan volume penjualan dari produk sawit dan benih bibit kelapa sawit "SumBio" serta kenaikan harga komoditas, terutama pada karet dan produk sawit.

Selain itu, Benny juga menuturkan, kontribusi penjualan pada 2011 terdiri dari produk sawit sebesar 80,5%, karet 12,7%, benih bibit 5,9% dan lainnya 0,9%, dimana pada tahun 2010 komposisi penjualan terdiri dari produk sawit sebesar 78,4%, karet 14,9%, benih bibit 5,4% dan lainnya 1,3%.

Dalam hal produksi, kata Benny, LSIP mencatatkan produksi minyak sawit sebesar 442,9 ribu ton dan produksi inti sawit sebesar 106.700 ton dimana masing-masing mengalami peningkatan sebesar 21,1 persen dan 15,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebagai akibat dari peningkatan produksi TBS, baik TBS Inti maupun pembelian TBS dari Plasma dan pihak ketiga.

Dikemukakan, pada Oktober 2011, Lonsum telah memperoleh sertifikat "Roundtable on Sustainable Palm Oils" (RSPO) untuk tiga lokasi perkebunan dan satu pabrik kelapa sawit (PKS) di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan dimana menambah sekitar 25 ribu ton terhadap "certified sustainable palm oil" (CSPO) yang telah dimiliki. "Dengan diperolehnya sertifikat ini, maka total CSPO Lonsum meningkat dari sekitar 170 ribu ton menjadi sekitar 195 ribu ton per tahun," ujarnya.

Sebelumnya, produsen yang sama, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan volume penjualan minyak sawit mentah (CPO) hingga akhir 2011 mencapai 1,25 juta ton atau meningkat 12,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,11 juta ton.

Investor Relations AALI, Yarmanto pernah bilang, pasar lokal menyerap 1,95 juta ton atau sebesar 95,3% dari total volume penjualan sepanjang 2011."Sedangkan sisanya untuk eskpor hanya menyerap sebesar 59.418 ton,”ujarnya.

Dia menambahkan selama periode 2011 tersebut, harga rata-rata CPO perseroan meningkat sebesar 7,8% dari Rp7.027/kg menjadi Rp7.576/kg. Di sisi lain, harga kernel juga mengalami peningkatan sebesar 5,9%, yaitu dari Rp4.070/kg menjadi Rp4.309/kg. Sedangkan total volume penjualan kernel pada 2011 mencapai 198.561 ton, tumbuh 34,5% dibandingkan 2010 sebesar 147.595 ton.

Bahkan sepanjang Januari 2012, pertumbuhan volume penjualan CPO mencapai 96.662 ton, meningkat sebesar 1,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 94.991 ton.

Disebutkan, pasar lokal menyerap sekitar 88,1%, dari total volume penjualan CPO AALI dan sisanya 11,9% untuk diekspor. Bila di bandingkan dengan periode yang sama 2011, harga jual rata-rata CPO AALI mengalami penurunan sebesar 14% menjadi Rp7.474 per kg dari Rp8.695 per kg tahun lalu, harga rata-rata kernel juga turun menjadi Rp3.962 per kg, namun volume penjualannya meningkat sebesar 62,4%, dari 12.640 ton menjadi 20.522 ton. (bani)

Related posts