Laba Bersih BTN Tembus Rp 1,1 Triliun - Kinerja 2011

Neraca

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) membukukan laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun. Angka ini mengalami kenaikan 22,16% dibanding dengan periode tahun sebelumnya, senilai Rp 916 miliar.

Direktur Utama BBTN, Iqbal Latanro mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan aset di atas Rp 100 triliun."Tahun ini, kami sudah mulai diperhitungkan. Aset BTN tahun lalu sebesar Rp 89 triliun atau meningkat 30,32%. Nah, tahun ini sudah mulai di atas Rp 100 triliun," kata Iqbal, dalam paparan kinerja BTN di Menara BTN, di Jakarta, Selasa (28/2).

Menurut dia, pertumbuhan laba bersih didukung oleh penyaluran kredit sepanjang 2011 yang mencapai Rp 63,3 triliun, atau naik 23,31% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Komposisi kredit BTN antara lain 87,62% untuk perumahan dan 12,38% untuk kredit nonperumahan. "Komposisi ini berubah bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana kredit perumahan mendominasi sekitar 90,95% dan 9,05% untuk kredit non perumahan. Ini strategi kami untuk memperbaiki komposisi tersebut," ujarnya.

Perseroan juga mencatat kredit macet (nonperforming loan/NPL) gross sekitar 2,75%. Sementara untuk dana pihak ketiga (DPK) tercatat bertumbuh 30,34% menjadi Rp 61,9 triliun dari Rp 47,5 triliun pada 2010. Pertumbuhan ini ditopang oleh kegitan promosi produk tabungan, giro maupun deposito. ”Kami optimis pertumbuhan kredit akan tetap dapat dikendalikan sesuai dengan prinsip prudential banking dan good corporate governance yang baik,” tambah dia. Per Desember 2011, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) BTN tercatat 15,03%, marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) dan return on equity atau ROE masing-masing tercatat 5,75% dan 17,65%. Iqbal menambahkan, perseroan juga sudah mulai serius mengejar pertumbuhan laba dan aset.

Langkah ini diambil untuk memperbaiki posisinya di urutan yang lebih baik sebagai 10 bank terbesar di Indonesia. “Optimisme perseroan atas kinerjanya akan menjadi lebih baik didukung oleh beberapa kegiatan yang tengah dilakukan perseroan. BTN akan terus memperbaiki komposisi kreditnya disamping struktur pendanaan. Perseroan akan terus melakukan upaya mencari sumber dana jangka panjang dalam membiayai kredit,” tutup Iqbal.

Selain itu, BTN juga akan tetap memberikan dukungan pada program perumahan yang ditetapkan oleh pemerintah. Sejauh ini, perseroan masih melihat program pemerintah dengan skim FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) perlu didukung oleh semua pihak.

Hadirnya bank BUMN lain yang mendukung program FLPP ini menjadi peluang bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mempunyai rumah. Masyarakat akan mempunyai banyak pilihan dalam mengakses program FLPP melalui banyak bank yang menyatakan siap memberikan dukungan. [ardi]

BERITA TERKAIT

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pieter Tanuri Tambah Porsi Saham di BOLA

NERACA Jakarta –Perkuat porsi kepemilikan saham, Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52%…

BEI Kantongi 22 Calon Emiten Bakal Go Public

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesumbar bakal mencatatkan 60 emiten baru sampai akhir tahun 2019 seiring dengan…

Lippo Karawaci Tunjuk Rudy Halim Jadi COO

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menunjuk Rudy Halim sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah efektif…