Prima Cakrawala Hentikan Kegiatan Produksi - Izin Usaha Industri Ditolak

NERACA

Jakarta – Lantaran pembangunan pabrik berada di kawasan pemukiman atau tidak memunuhi syarat yang diperuntukannya, akhirnya izin operasional pembangunan pabrik milik PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR) tidak disetujui oleh pemerintah daerah. Alhasil, perseroan menghentikan operasional pabrik yang berada di Semarang, Jawa Tengah.

Sekretaris Perusahaan Prima Cakrawala Abadi, Baradian Ferry dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan, pemberhentian sementara kegiatan produksi tersebut akan berdampak pada target ekspor per bulannya yaitu dari 5 kontainer per bulan menjadi 3 kontainer per bulan. Pemberhentian atau penutupan pabrik Prima Cakrawala Abadi berdasarkan Surat Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Semarang No. 503/611 pada 2 Agustus 2018 tentang jawaban permohonan Izin Usaha Industri (IUI).

Dalam surat tersebut, tertulis bahwa perseroan tidak mendapatkan IUI dari instasi terkait mengingat kantor dan pabrik PCAR yang berlokasi di jalan KRT Wongsonegoro, Semarang tidak berada di kawasan industri, dimana seharusnya diperuntukan untuk pemukiman. Dampak ditolaknya IUI PCAR adalah pengunduran diri sebagian besar karyawan atau tenaga ahli yang bekerja pada kantor Semarang dan PCAR berhenti melakukan kegiatan produksi.

Kendati begitu, PCAR akan tetap fokus pada kagiatan ekspor dan produksi rajungan di kedua anak usaha yang dimiliki yakni PT Karya Persada Khatulistiwa (KPK) di Indramayu, Jawa Barat dan PT Nuansa Cipta Magello (NCM) yang berada di Makassar, Sulawesi Selatan. Sepanjang tahun berjalan, kinerja saham PCAR telah terbang hingga 1.069,29% menjadi Rp2.970 per saham.

Dalam laporan keuangan, penjualan PCAR per semester I/2018 senilai Rp86,8 miliar, naik 19,34% dari posisi Rp72,73 miliar. Dari sisi gerografis, penjualan PCAR sebanyak 93,6% dipasarkan ke luar negeri dan sisanya dalam negeri. Sementara itu, rugi bersih yang dibukukan senilai Rp3,62 miliar pada semester I/2018, kian dalam dari posisi Rp2,9 miliar pada semester I/2017.

Tahun ini, PCAR akan meningkatkan penjualan rajungan sebanyak 60 kontainer. Dimana satu kontainer itu punya volume sekitar 16 ton. Artinya total volume penjualan yang dipatok kisaran 960 ton rajungan. Dengan demikian perseroan menargetkan volume penjualan di tahun ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2017 lalu. Untuk satu kontainer rajungan nilai kisaran Rp 6 miliar.

Maka jika dihitung, dengan total 60 kontainer, PACR mematok penjualan di kisaran Rp 360 miliar di 2018. Jumlah tersebut meningkat tajam 166% dibandingkan pendapatan bersih tahun sebelumnya 2017 yang sebesar Rp 135 miliar. Perseroan ini bakal melakukan ekspansi pada produksi dan peningkatan utilisasi.

Kemudian untuk memenuhi target tersebut, PACR berencana memodali beberapa nelayan mitra tersebut dengan kapal dan alat angkat untuk mendukung tangkapan rajungan. Perusahaan ini juga bakal penetrasi pasar luar negeri khususnya Amerika Serikat (AS) dengan merek sendiri.

BERITA TERKAIT

Kemenpar Dorong Industri Kreatif Lewat Kustomfest 2018

Hasil karya anak bangsa tersaji dalam Indonesian Kustom Kulture Festival (Kustomfest) 2018 resmi digelar Sabtu, (6/10). Sebanyak 155 motor dan…

Usaha Kecil Disebut Serap Paling Banyak Pekerja

NERACA Jakarta – Survei Organization of Economic Cooperation Development (OECD) menunjukkan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) menyerap paling banyak…

IMF-WBG AM 2018 Pacu Kemitraan Sektor Industri

NERACA Jakarta – Pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia atau The Annual Meetings of International Monetary Fund & World…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bersama WIKA dan Summarecon - MUN Ikut Konsorsium Tol Dalam Kota Bandung

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) lewat anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama PT Wijaya Karya (Persero)…

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada idAA-. Outlook rating TPIA stable. Rating…