Pool Finance Targetkan Laba Tumbuh 150% - Genjot Pembiayaan Produktif

NERACA

Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Pool Advista Finance Tbk sebagai perusahaan pembiyaan bakal mencari pendanaan di pasar modal dengan melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Perseroan berambisi membidik laba akhir tahun di 2019 tumbuh hingga 150%.

Direktur PT Pool Advista Finance, Raden Ari Priyadi mengatakan, laba perusahaan hingga bulan Juli 2018 sudah mecapai Rp 25 miliar. Sedangkan di akhir tahun 2017 lalu sebesar Rp 29 miliar dengan pendapatan mencapai Rp 42 miliar. “Dengan adanya aksi IPO, kami ekspektasi laba akhir tahun 2018 mencapai Rp 35 miliar. Namun di akhir 2019, kami optimis bisa tumbuh lebih besar yakni 150% secara tahunan,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Saat ini, CAGR PT Pool Advista Finance pun sudah terjaga di level 20% dalam dua tahun terakhir. Untuk memuluskan target laba ini, perusahaan sudah dan akan menggandeng perbankan. Salah satunya yang sudah resmi bekerja sama adalah PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE). “Strategi kami dengan melakukan maintain collection. Jadi buka mantain utang melainkan mengelola aset pembiayaan agar menjadi sumber pendapatan dan sumber pengembalian,”kata Ari.

Selain itu pihaknya juga akan fokus kepada pembiayaan produktif dengan nasabah yang disasar adalah nasabah koporasi. Perseroan telah menyalurkan pembiayaan produktif sekitar 67% dari total pembiayaan dan jaringan kantor perusabaansaat ini masih di Jakarta, Bandung dan Medan. “Pembiayaan konsumtif kami tidak terlalu besar dan kebanyakan untuk pembiayaan multiguna perorangan. Dulu kami memang ada pembiayaan kendaraan bermotor namun sejak 2015 kita sudah shifting ke pembiayaan produktif. Untuk pembiayaan syariah kami baru saja mendirikan unit usaha syariah Juli lalu,”ungkap Ari.

Dari sisi kualitas pembiayaan, PT Pool Advista Finanance termasuk baik karena per Juli 2018 rasio pembiayaan bermasalah mereka atau non performing financing (NPF) hanya 0,05%. Itu dikarenakan dari jaminan nasabah yang merupakan fix aset sehingga nasabah sangat menjaga kualitas kredit mereka. Nantinya pasca IPO, lanjut Raden Ari, perseroan berharap aset hingga akhir tahun ini tembus Rp 500 miliar. Tercatat hingga Juli 2018, posisi aset ada di angka Rp 322 miliar. Sementara untuk total pembiayaan per Juli 2018, mencapai Rp 258 miliar dengan fokus pembiayaan di modal kerja dan pembiayaan investasi.

BERITA TERKAIT

Laba Bersih BFI Finance Tumbuh 23,58%

Perusahaan pembiayaan kendaraan, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatatkan laba bersih pada akhir Desember 2018 sebesar Rp1,467 triliun atau naik…

Laba BFI Finance Tumbuh 24%

      NERACA   Jakarta - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menutup tahun buku 2018 dengan pencapaian…

Ditopang Penjualan Residensial - BSDE Targetkan Marketing Sales Rp 6,2 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Bumi Serpong Damai  Tbk (BSDE) memasang target marketing sales senilai Rp6,2  triliun.”Kami optimistis target…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mendapatkan Antusiasme Tinggi - LinkAja Diyakini Mampu Percepat Inklusi Keuangan

NERACA Jakarta - Perubahan aplikasi mobil money Tcash menjadi LinkAja mendapatkan antusiasme sangat tinggi dari pelanggan yang memiliki akun Tcash…

Permintaan Pasar Meningkat - Tunaiku Genjot Pertumbuhan Pinjaman Renovasi Rumah

NERACA Jakarta – Menjawab kebutuhan masyarakat akan pinjaman yang mudah didapat tanpa ribet, Tunaiku, kredit tanpa agunan berbasis online dari…

Tambah Armada Baru - Armada Berjaya Bidik Pendapatan Tumbuh 200%

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) langsung tancap gas dalam ekspansi…