Perlu Dikaji Kenaikan BBM Bertahap

Kenaikan harga BBM kini sudah di depan mata. Pemerintah dan DPR sejatinya membahas besaran kenaikan berikut kompensasi bagi rakyat miskin secara optimal dan rasional. Pasalnya, kenaikan harga ini akan menurunkan daya beli masyarakat dan berdampak menaikkan harga sembako termasuk biaya transportasi.

Bagaimanapun, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi di satu sisi adalah untuk menyelamatkan APBN akibat membengkaknya subsidi di tengah tingginya harga minyak mentah dunia belakangan ini. Di sisi lain, kenaikan harga BBM akan membebani biaya hidup rakyat yang semakin berat terutama masyarakat yang berpenghasilan tetap.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menyatakan harga BBM bersubsidi harus naik agar Indonesia dapat bertahan dari dampak krisis dunia. Sebagai kompensasi atas kebijakan tersebut, pemerintah wajib memberikan bantuan langsung kepada rakyat miskin.

Pilihan menaikkan harga BBM bersubsidi memang tidak lepas dari situasi perekonomian global yang memburuk. Krisis di zona euro baru sedikit mereda sudah disusul ketegangan politik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, AS, dan Eropa. Langkah Iran menyetop penjualan minyak ke beberapa negara Eropa membuat harga minyak dunia melonjak yang berdampak luar biasa terhadap perekonomian banyak negara, termasuk Indonesia. Kita perlu segera mengantisipasi secara dini terhadap gejolak harga minyak dunia tersebut.

Salah satu kebijakan yang ditempuh sebagai respon adalah menaikkan harga BBM bersubsidi. Hanya persoalannya, besaran kenaikan harga tersebut sebaiknya tidak melampaui Rp 1.500 per liter. Bahkan kalau perlu, kenaikan harga itu dapat dilakukan secara bertahap misalnya enam bulan pertama naik Rp 500, dan enam bulan berikutnya naik Rp 1.000 per liter. Ini tidak lain untuk mengurangi beban tekanan biaya hidup di masyarakat.

Kita menyadari jika pemerintah tidak menurunkan subsidi BBM, antara lain lewat kenaikan harga, defisit anggaran akan terus membengkak padahal defisit dibatasi sebesar 3% dari PDB. Konsekuensinya kalau anggaran subsidi tak diturunkan, anggaran belanja negara harus dipotong. Keadaan itu menyebabkan tidak ada dorongan fiskal bagi pertumbuhan. Jadi, langkah yang paling tepat adalah menaikkan harga BBM.

Kenaikan harga BBM bersubsidi sekarang merupakan yang keempat kalinya dalam pemerintahan SBY. Sebelumnya telah tiga kali kenaikan harga serupa yakni 2 kali pada 2005 dan sekali pada 2008. Kita akui hal ini sebagai keputusan pahit yang bermakna membebani rakyat itu memang harus diambil dengan cepat. Semestinya, berbekal pengalaman tersebut pemerintah memanfaatkan momen kenaikan BBM pada tahun lalu terkait kebijakan ekonomi makro saat itu sedang bagus.

Kita prihatin masyarakat miskin akan menerima dampak cukup berat atas kebijakan kenaikan harga BBM tersebut, sehingga pemerintah wajib meminimalisasi, di antaranya melalui kompensasi bantuan subsidi untuk angkutan umum, pendidikan dan bantuan tunai langsung ke masyarakat miskin.

Mau tidak mau, kenaikan harga BBM sudah pasti akan memengaruhi seluruh sektor ekonomi, dari transportasi hingga dunia usaha. Kenaikan harga barang dan jasa jelas tak bisa terhindarkan, bahkan saat ini pengusaha makanan dan minuman mengeluh karena pemasok bahan baku sudah mulai menaikkan harga. Ini menjadi tugas pemerintah menjaga dampak lebih jauh atas kenaikan BBM bersubsidi tersebut.

BERITA TERKAIT

Bisnis Rokok 2018 Ditaksir Makin "Mengepul" - Kenaikan Cukai Lebih Rendah

NERACA Jakarta – Kepulan asap bisnis rokok di tahun depan, diprediksi masih akan tetap tebal seiring dengan rencana anggaran pendapatan…

Perpres No 191/2014 Tentang BBM Minta Direvisi

  NERACA Jakarta - Pengamat Energi yang juga Direktur Puskepi, Sofyano Zakaria mendesak Perpres No. 191/2014 tentang Penyedian, Pendistribusian dan…

APPTHI: KPK Perlu Didukung Karena Naikkan IPK

APPTHI: KPK Perlu Didukung Karena Naikkan IPK NERACA Jakarta - Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) menilai keberadaan Komisi…

BERITA LAINNYA DI EDITORIAL

Apresiasi Kinerja Jokowi-JK

Memasuki usia ke-3 tahun pemerintahan Jokowi-JK, masyarakat sudah merasakan dinamika pembangunan yang positif. Tidak heran jika pemerintah mengklaim pertumbuhan ekonomi,…

Komitmen Anies-Sandi Ditunggu

  Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno akhirnya resmi memegang tampuk kepemimpinan birokrasi pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Kita mendukung…

Manfaat Laporan BPK?

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru-baru ini mengumumkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) sepanjang semester I-2017. Dari pemeriksaan itu ditemukan 1.137 ketidakpatuhan…