Produk Warga Binaan Bakal Dipamerkan Dalam Ajang TEI

NERACA

Jakarta – Kementerian Perdagangan akan memfasilitasi produk-produk buatan warga binaan pemasyarakatan dengan kualitas ekspor untuk dipamerkan pada pameran dagang terbesar Trade Expo Indonesia 2018 di Jakarta, 24-28 Oktober 2018.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda di Jakarta, disalin dari Antara, mengatakan bahwa pihaknya akan memfasilitasi stan produk seluas 100 meter persegi untuk memamerkan produk-produk buatan dari warga binaan pemasyarakatan tersebut. "Pada TEI 2018, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional juga akan memfasilitasi pameran produk warga binaan pemasyarakatan ini," kata Arlinda.

Dalam pameran tahunan tersebut, produk yang akan ditampilkan antara lain adalah kuliner nusantara, kerajian dan produk gaya hidup, furnitur, produk kreatif dan jasa, produk manufaktur, produk industri strategis, makanan dan minuman, serta produk unggulan lainnya.

Arlinda mengatakan, produk-produk buatan warga binaan pemasyarakatan tersebut akan diberikan sentuhan para desainer, dalam upaya peningkatan kualitas dan mutu produk. Selain itu, dengan adanya sentuhan desainer, akan memberikan nilai tambah. "Kami akan menggunakan instrumen kita seperti Indonesian Design Development Center (IDDC) untuk produk-produk tersebut," kata Arlinda.

Pada TEI 2018, total target transaksi diproyeksikan mencapai 1,5 mliar dolar Amerika Serikat (AS), dan diharapkan mampu meningkatkan kinerja ekspor Indonesia baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Pada 2017, total transaksi yang ditargetkan kurang lebih sebesar 1,1 miliar dolar AS. Namun, realisasi transaksi dari penyelenggaraan TEI 2017 tersebut mampu melebihi target, yakni mencapai 1,4 miliar dolar AS, atau naik sebesar 37,36 persen.

Pameran yang mengusung tema "Creating Product for Global Opportunities tersebut juga menargetkan jumlah pengunjung mencapai 28.000 orang, 1.110 peserta, dan menampilkan kurang lebih sebanyak 300 produk serta jasa unggulan dari dalam negeri.

Untuk menarik minat calon pembeli potensial, promosi dan sosialisasi penyelenggaraan TEI 2018 ke negara-negara mitra dilakukan Kementerian Perdagangan dengan menggandeng seluruh perwakilan Indonesia di luar negeri. Selain itu, Kemendag menugaskan sebanyak 44 atase perdagangan untuk terus meyakinkan calon pembeli supaya hadir ke TEI 2018.

Kementerian Perdagangan serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menandatangani perjanjian kerja sama untuk mengembangkan desain produk buatan warga binaan pemasyarakatan agar memenuhi kriteria ekspor.

Arlinda mengatakan bahwa perjanjian kerja sama tersebut bertujuan untuk mengikat komitmen dalam membimbing warga pemasyarakatan selama menjalani masa hukuman. "Kerja sama ini dimaksudkan untuk menyinergikan program Kemendag dan Kemenkumham dalam mengembangkan produk warga binaan pemasyarakatan untuk menjadi produk yang berorientasi ekspor," kata Arlinda.

Penandatanganan tersebut dilakukan Arlinda dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami. Perjanjian tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, pada 3 April 2018.

Arlinda menambahkan, diharapkan hasil kerja sama tersebut bisa meningkatkan kualitas desain produk warga binaan sehingga lebih menarik. Dengan produk yang semakin menarik, maka akan bisa diterima oleh pasar global. "Selain itu, kerja sama tersebut juga membekali warga binaan dengan keterampilan dan kreativitas dalam menghasilkan suatu karya produktif yang bernilai tinggi," ujar Arlinda.

Ruang lingkup kerja sama antara tersebut mencakup peningkatan sumber daya manusia, pengembangan desain produk dan kemasan, pemberian dukungan kegiatan promosi, pemasaran, dan informasi peluang pasar ekspor yang ditargetkan untuk petugas pemasyarakatan warga binaan.

Desain produk memiliki peran yang penting bagi peningkatan daya saing produk di pasar internasional. Desain menjadi salah satu strategi dalam memberikan nilai tambah pada suatu produk, serta menjadi indikator kualitas suatu produk khususnya dari dalam negeri. Melalui pengembangan desain warga binaan tersebut, diharapkan dapat menghasilkan produk yang berkualitas dengan desain yang baik dan dapat diterima oleh pasar global.

BERITA TERKAIT

Taksi London Jadi Ajang Promosi Wonderful Indonesia

Kementerian Pariwisata selalu memiliki cara tersendiri untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia ke mancanegara. Yang terbaru, adalah saat acara  World Travel Mart…

Pasar Mobil Premium RI Diyakini Bakal Berkembang

BMW Group Indonesia merasa optimistis pasar mobil kelas premium akan terus berkembang di Tanah Air. Ada berbagai faktor yang melatarbelakangi…

Masuki Musim Hujan, BPBD Sukabumi Imbau Warga Waspada Bencana - Hingga Oktober 2018 Terjadi 128 Kejadian Bencana

Masuki Musim Hujan, BPBD Sukabumi Imbau Warga Waspada Bencana Hingga Oktober 2018 Terjadi 128 Kejadian Bencana NERACA Sukabumi - Badan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

CIPS Sebut Pengembangan Vokasi Masih Temui Hambatan

NERACA Jakarta – Pengembangan pendidikan vokasi masih menemui banyak hambatan. Di antaranya adalah mengenai kurangnya fasilitas penunjang, tempat praktik dan…

Perang Dagang Disebut Memperparah Ketidakpastian Global

NERACA Jakarta – Penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat terus terjadi dalam beberapa hari belakangan. Rupiah menguat hingga…

Duta Ayam-Telur Diharapkan Dorong Konsumsi Protein Hewani

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) mengharapkan Duta Ayam dan Telur…