Dana Haji Dibelikan Sukuk Rp2 Triliun

NERACA

Jakarta—Pemerintah mencari cara guna membiayai deficit APBN, termasuk lewat Kementerian Keuangan menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan nominal Rp2 triliun. Adapun SBSN atau yang dikenal dengan istilah sukuk seri SDHI 2019 A, diterbitkan melalui penempatan dana haji yang dikelola oleh Kementerian Agama pada SBSN dengan metode private placement.

Penempatan ini, merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman Bersama (MOU) antara Menteri Keuangan dan Menteri Agama pada 22 Oktober 2009 tentang Tata Cara Penempatan Dana Haji dan Dana Abadi Umat dalam SBSN dengan metode private placement. SBSN Seri SDHI 2019 A tersebut, memiliki imbalan fixed coupon 5,11 persen per tahun, dengan setelmen 23 Februari 2012, jatuh tempo 23 November 2019 dengan akad SBSN ijarah Al-Khadamat dengan underlying assets berupa jasa (service).

Bahkan lelang empat SBSN ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 2,1 kali. Dari empat SBSN, yakni seri PBS001 (reopening), PBS002 (reopening), PBS003 (reopening), dan PBS004 (reopening) pemerintah mencatatkan total penawaran yang masuk sebesar Rp2,126 triliun dari target indikatif sebesar Rp1 triliun, dari jumlah tersebut pemerintah memenangkan Rp1,47 triliun.

Lelang ini dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga syariah Negara junto Penturan Menteri Keuangan nomor 05/pMK.o8/2012 tentang Penerbitan dan Penjualan Surat Berharga Syariah Negara di Pasar Perdana Dalam Negeri.

Adapun, empat SBSN tersebut antara lain, Seri PBS001 dengan yield 4,46% dan tingkat imbalan 4,45% dengan nominal dimenangkan Rp25 miliar, jatuh tempo pada 15 Februari 2018. Seri PBS002 dengan yield 5,50% dan tingkat imbalan 5,45% dengan nominal dimenangkan Rp170 miliar, jatuh tempo pada 15 Januari 2022. Seri PBS003 dengan yield 5,77% dan tingkat imbalan 6,00% dengan nominal dimenangkan Rp77 miliar, jatuh tempo pada 15 Januari 2027, dan seri PBS004 dengan yield 6,29% dan tingkat imbalan 6,1% dengan nominal dimenangkan Rp1,2 triliun jatuh tempo pada 15 Februari 2037. **cahyo

BERITA TERKAIT

Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun - Dukung Industri 4.0

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…

BTN Salurkan Dana CSR Rp 1,5 Miliar Selama Ramadan

Komitmen PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berbagi di bulan Ramadan diwujudkan dengan menggelontorkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau…

Surya Semesta Raih Pinjaman Rp 1,38 Triliun - Bangunan Kawasan di Subang

NERACA Jakarta – Danai pembangunan tahap satu proyek industri dengan total luas 2000 hektar di Subang, Jawa Barat, PT Surya…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Urbanisasi Bikin Produktivitas Pertanian Menurun

  NERACA   Jakarta - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan fenomena laju urbanisasi di Tanah Air mengakibatkan penurunan…

Bandara Soetta akan Bangun Terminal IV

    NERACA   Tangerang - Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, akan membangun terminal IV untuk menambah kapasitas penumpang. “Saya…

Masih Ada Perusahaan Yang Belum Bayar THR

      NERACA   Jakarta – Meski hari raya lebaran idul fitri telah usai, namun masih ada perusahaan yang…