Sejahteraraya Bakal Cari Pinjaman Bank - Danai Akuisisi Rumah Sakit

NERACA

Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnis, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) bakal mencari pendanaan lewat pinjaman perbankan. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, disebutkan pemegang saham menyetujui untuk mencari fasilitas perbankan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Sayangnya, perseroan tidak menjabarkan secara rinci berapa dana yang dibutuhkan atau jenis fasilitas apa yang akan diakses dari lembaga perbankan tersebut. Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) juga memberikan persetujuan kepada perseroan untuk menjamins eluruh atau sebagian aset, baik benda bergerak maupun tidak bergerak, gadai saham dan kuasa menjual saham, tanah dan bangunan yang diikat secara SKMHT atau APHT dan kuasa menjual aset guna menjamin pinjaman perseroan dan anak usaha kepada Bank BNI dan atau lembaga perbankan lainnya.

Rapat juga memberikan persetujuan kepada pemegang saham mayoritas perseroan yakni PT Surya Cipta Cemerlang (SCIC) untuk menjaminkan seluruh atau sebagian sahamnya dan kuasa menjual saham guna menjamin pinjaman perseroan dan anak usaha kepada Bank BNI dan atau lembaga perbankan lainnya.

Keputusan lain adalah memberikan persetujuan kepada direksi perseroan untuk menjaminkan seluruh atau sebagian aset milik anak usaha yakni PT Nirmala Kencana Mas (NKM), baik benda bergerak maupun tidak bergerak terutama tetapi tidak terbatas pada jaminan fidusia pendapatan dan jaminan fidusia lainnya, tanah dan bangunan yang diikat SKMHT atau APHT dan kuasa menjual aset, menjaminkan saham kepada Bank BNI dan lembaga perbankan lainnya.

Selanjutnya, hasil rapat juga memberikan persetujuan direksi untuk menjaminkan seluruh atau sebagian aset milik anak usaha lainnya yakni PT Sejahtera Abadi Solusi (SAS), dengan rincian yang sama. Sebagai informasi, sebelumnya emiten pengelola rumah sakit Grup Mayapada ini bakal mengakuisisi PT Bogor Medical Center dengan estimasi nilai transaksi sebesar Rp300,18 miliar.

Dijelaskan, latar belakang merger dua perusahan yang bergerak di bidang kesehatan itu, yakni untuk menjawab tantangan pasar yang terus bertumbuh di dalam sektor jasa kesehatan rumah sakit. Manajemen kedua perusahaan memutuskan untuk menggabungkan diri menjadi suatu kekuatan baru di dalam industri rumah sakit di Indonesia yang diharapkan dapat mengubah potensi pasar itu menjadi sumber pendapatan.

Selain itu, penggabungan ini juga bertujuan untuk memudahkan Mayapada Hospital melakukan penetrasi market pada industri rumah sakit, khususnya di daerah Bogor dan sekitarnya. Pasalnya, PT Bogor Medical Center telah berdiri sejak 2000. Merger akan dilakukan dengan cara konversi saham. Setiap 1 saham BMC akan dikonversi menjadi 70,09 juta saham emiten berkode saham SRAJ.

Berdasarkan proforma perusahaan hasil penggabungan dua perusahaan itu menyebabkan total aset SRAJ meningkat dari Rp2,15 triliun menjadi Rp2,56 triliun. Namun, ekuitas dan liabilitasnya masing masing meningkat 18,47% menjadi Rp1,92 triliun dan naik 19,7% menjadi Rp635,73 miliar.

BERITA TERKAIT

RI Untung Besar Jadi Tuan Rumah Annual Meetings IMF-WBG

  Oleh: Norah C, Pemerhati Sosial Ekonomi             Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pada event internasionalAnnual Meetings International Monetary Fund–…

REI Akan Terus Mendukung Program Sejuta Rumah

  NERACA Bogor - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) akan tetap komit berjuang bersama pemerintah dalam merealisasikan target Program Sejuta…

Jadi Tuan Rumah INAPG 2018, Prestasi Atlet Indonesia Melesat

  Oleh : Yurika Prastika, Mahasiswa UIN Bandung Sukses menyelenggarakan Asian Games, Indonesia kembali ditunjuk menjadi tuan rumah untuk pesta…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Saham Super Energy Masuk Pengawasan BEI

Lantaran pergerakan harga sahamnya melesat tajam di luar kebiasaan atau disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Super Energy…

Malindo Bagikan Dividen Rp 16 Per Saham

NERACA Jakarta - Emiten yang bergerak produksi pakan ternak, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) akan membagikan dividen interim dari laba…

TOWR Raih Dividen Protelindo Rp 25 Miliar

Berkah masih positifnya pertumbuhan industri telekomunikasi, dirasakan betul bagi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Pasalnya, perseroan bakal mengantongi dividen…