Bank Mandiri Kantungi Laba Rp 12,2 Triliun

NERACA

Jakarta – Semester pertama 2018, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih Rp 12,2 triliun. Angka ini naik 28,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 9,5 triliun,”Perolehan ini disebabkan oleh perbaikan yang positif dibanding tahun sebelumnya, meskipun ada ketidakpastian global,”kata Direktur Bank Mandiri, Hery Gunardi di Jakarta, kemarin.

Pertumbuhan laba Bank Mandiri terutama didorong fee based income sebesar Rp12,9 Triliun, atau tumbuh 18,1% secara tahunan (YoY) yang diiringi dengan penurunan biaya CKPN 15,4% (YoY).

Selain itu, biaya operasional berhasil terus ditekan dan hanya tumbuh satu digit berkat penerapan prinsip efisiensi secara konsisten di seluruh proses bisnis.

Bila dirinci, fee based income Bank Mandiri masih didominasi oleh provisi dan komisi yang mencapai Rp 6,12 triliun atau naik 3,8% yoy. Disusul oleh pendapatan lainnya yang tajam 60% dari Rp 2,92 triliun menjadi Rp 4,68 triliun per akhir Juni 2018. Disamping itu, transaksi valas Bank Mandiri juga ikut menopang kenaikan fee based income dengan pertumbuhan mencapai 14,5% yoy mejadi Rp 1,53 triliun.

Di sisi lain, pendapatan bunga bersih (NII) Bank Mandiri tercatat tumbuh tipis pada akhir semester I-2018 menjadi Rp 26,56 triliun atau hanya tumbuh 3,4% dari periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bunga tercatat hanya tumbuh di bawah 1% menjadi Rp 38,82 triliun. Meski begitu, beban bunga tercatat menurun sebesar 8,8% pada paruh pertama tahun ini menjadi Rp 12,25 triliun dari periode sebelumnya Rp 13,43 triliun.

Dari sisi intermediasi, total kredit yang disalurkan Bank Mandiri tercatat tumbuh di level 11,8% yoy menjadi Rp 762,5 triliun.Di samping itu, Bank Mandiri juga secara konsisten terus memperbaiki kualitas kredit produktif, antara lain melalui strategi collection yang efektif. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross 3,13% dan margin bunga bersih atau nett interest margin (NIM) turun dari 5,88% jadi 5,7%. Hingga kuartal II-2018, Bank Mandiri berhasil salurkan kredit Rp 762,5 triliun atau tumbuh 11,8%. Adapun DPK tumbuh 5,5% menjadi Rp 803 triliun.

Hery melanjutkan, bisnis Bank Mandiri senantiasa berorientasi pada penciptaan nilai tambah. Hal ini terlihat dari komposisi portofolio kredit dimana 78,2% bersifat produktif, dan hanya 21,8% yang bersifat konsumtif. Hingga Juni 2018, penyaluran kredit investasi Bank Mandiri mencapai Rp206,4 triliun, tumbuh 7,2% secara yoy, sedangkan kredit modal kerja naik 9,8% menjadi Rp 318,5 triliun,”Pada triwulan II-2018, dana murah Bank Mandiri mencapai Rp 519 triliun dengan rasio dana murah terhadap total DPK tercatat sebesar 64,60%, nilai tersebut meningkat 20 bps dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Hery.

Disampaikannya, pertumbuhan itu ditopang oleh peningkatan tabungan sebesar Rp 25,9 triliun menjadi Rp 332,1 triliun, dan kenaikan giro sebesar Rp 2,7 triliun menjadi Rp 186,7 triliun. Sedangkan biaya dana Bank Mandiri non-konsolidasi juga berhasil diturunkan menjadi 2,63% dari posisi akhir Juni tahun lalu yang mencapai 2,93%.

BERITA TERKAIT

CMNP Kantungi Laba Bersih Rp 775,85 Miliar

NERACA Jakarta - Bisnis jalan tol sepanjang tahun 2018 masih memberikan keuntungan bagi PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP). Dimana…

WIKA Bukukan Laba Bersih Rp 2,07 Triliun

NERACA Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sepanjang tahun 2018 mencetak laba bersih sebesar Rp2,07 triliun, tumbuh signifikan…

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…