Dompet Dhuafa Jalankan Program Sanitasi Berbasis Masyarakat - Ciptakan Pola Kehidupan Sehat

Menggugah kesadaran masyarakat dengan melibatkan parstipasi masyarakat, Yayasan Dompet Dhuafa melaksanakan program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, sebagai upaya menciptakan pola kehidupan sehat dan bersih di wilayah tersebut.

Rangkaian kegiatan STBM itu, diantaranya adalah senam pagi bersama, pemberian makanan tambahan dalam bentuk gerakan makan ikan (gemarikan), pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan balita, pembagian 140 kotak tempat sampah, layanan makanan dapur mobil keliling, dan pembuatan jamban sehat.

Kegiatan tersebut dilakukan Dompet Dhuafa bersama Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lampung Timur,”Ini adalah bentuk kontribusi Yayasan Dompet Dhuafa bersama mitra untuk membantu pemerintah menanggulangi persoalan kesehatan di masyarakat," kata dr Lia Ratna Adi, Koordinator kegiatan STBM di Lampung Timur pekan lalu.

Direktur Program Kesehatan Dompet Dhuafa, dr Rosita Efendi mengatakan, yayasan ini berkomitmen menjalankan program-program pemberdayaan kesehatan bagi masyarakat di Indonesia, seperti dilaksanakan di Desa Margasari, Kabupaten Lampung Timur tersebut. Disampaikannya, program STBM merupakan salah satu dari beberapa program unggulan divisi kesehatan Dompet Dhuafa yang tujuannya mengedukasi masyarakat di bidang kesehatan seperti menerapkan perilaku sanitasi yang sehat,”Harapan dari program STBM ini masyarakat bisa mengubah perilaku hidupnya menjadi lebih sehat, sehingga terhindar dari penyakit,”ujarnya.

Camat Labuhan Maringgai, Ismail menyambut baik kegiatan Dompet Dhuafa di wilayahnya. Dirinya berharap, kegiatan serupa bisa kembali diadakan karena membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pelaksanaan program STBM ini diikuti secara antusias oleh ratusan warga setempat mulai dari pemberian makanan tambahan dalam bentuk gerakan makan ikan, layanan kesehatan bagi ibu hamil dan balita, pembagian kotak tempat sampah, dan layanan makanan dapur mobil keliling.

Hadir dalam kegiatan STBM itu, Ketua IDI Lampung Timur dr Nila Sandrawati Tanjung, Ketua PDUI Lampung Edwin Rusli, Direktur RS AKA Medika, dan perwakilan sejumlah instansi Pemkab Lampung Timur. Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum duafa dengan dana ZISWAF (zakat, infaq, sodakoh, wakaf), serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan atau lembaga. Sebagai informasi, selama 25 tahun lebih Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta corporate social responsibility (CSR).

BERITA TERKAIT

Memberdayakan Disabilitas From Zero To Hero - Inovasi Program RISE

Stigma negatif baik dalam keluarga dan masyarakat masih menghantui penyandang disabilitas. Pasalnya, penyandang disabilitas dianggap sebagai beban, merepotkan, memalukan, tidak…

UKM Berbasis Ekspor Mestinya Garda Terdepan Ekonomi

NERACA Jakarta - Usaha kecil dan menengah (UKM) berbasis ekspor seharusnya bisa menjadi garda terdepan ekonomi Indonesia terutama di melemahnya…

Masyarakat Cerdas Anti Provokasi Berkedok Agama

Oleh: Wilda Fauziyah,  Mahasiswa FISIP-UGM Toleransi bangsa Indonesia sedang kembali diuji. Kali ini konflik diciptakan untuk kalangan umat Islam. Upaya…

BERITA LAINNYA DI CSR

Ringankan Beban Korban Gempa Palu - Sharp Gelar Trauma Healing dan Pengobatan Gratis

Sebagai bentuk rasa kemanusian dan kepedulian terhadap korban bencana gempa Palu, Sigi, Donggala dan sekitarnya, PT Sharp Electronics Indonesia melalui…

Gelar Pelatihan Kewirausahaan - Go-Jek Lebih Dari Sekedar Alat Transportasi

Sukses dan maju bersama para mitranya menjadi prinsip besar Go-Jek sebagai platform on-demand terdepan di Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan Go-Jek…

Inovasi Program RISE - Memberdayakan Disabilitas From Zero To Hero

Stigma negatif baik dalam keluarga dan masyarakat masih menghantui penyandang disabilitas. Pasalnya, penyandang disabilitas dianggap sebagai beban, merepotkan, memalukan, tidak…