BRI Bakal Rilis Obligasi US$ 500 Juta - Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA

Jakarta –Gali lubang tutup lubang menjadi strategi bisnis perusahaan dalam menjalakan usahanya, hal inilah yang dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang berencana menerbitkan obligasi dolar senilai US$ 500 juta pada semester II-2018.

Kata Direktur BRI, Haru Koesmahargyo, penerbitan obligasi ini untuk menggantikan obligasi yang jatuh tempo. Dimana sebelumnya, perseroan menerbitkan obligasi dolar pada 2013. "Tahun 2018 ini jatuh tempo, jadi kami terbitkan lagi untuk mengganti yang jatuh tempo,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, dana dari hasil obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai kredit yang juga dalam dolar. Sebelumnya, Haru mengungkapkan, selain dalam bentuk dolar, pihaknya juga berniat menerbitkan obligasi dalam bentuk rupiah. "Selain dalam bentuk dolar, kami juga mengkaji penerbitan obligasi dalam rupiah, kami lihat dulu kebutuhan pada semester II-2018,"ucap dia.

BRI telah menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar. Hal ini untuk memenuhi ketentuan recovery plan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rencana penerbitan global bond BRI 2018 telah mendapatkan pemeringkatan Baa2 dari lembaga pemeringkat Moody's Investors Service dengan prospek peringkat stabil.

Pemeringkatan final masih menunggu dokumentasi dari calon penerbit. Peringkat yang baru disematkan Moody's tersebut setara dengan peringkat utang BBRI. Moody's menyatakan peringkat Baa2 tersebut mencerminkan penilaian kredit dasar (baseline credit assessment, BCA) BRI dan ekspektasi terhadap kemungkinan tinggi untuk mendapat dukungan dari pemerintah Indonesia jika dibutuhkan.

Selain mendapatkan peringkat Moody's, obligasi lokal BBRI mendapatkan peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Hingga saat ini, BBRI memiliki surat utang beredar Rp 25,94 triliun dan utang bank Rp 7,87 triliun. Postur jatuh tempo obligasi paling besar adalah tahun depan sejumlah Rp 4,41 triliun dan 2020 Rp 4,4 triliun.

Postur jatuh tempo pada tahun-tahun berikutnya berada di bawah Rp 3,9 triliun. Jatuh tempo obligasi perseroan yang paling panjang adalah 2027. Sebelumnya, obligasi denominasi dolar AS senilai US$ 500 juta (saat ini setara Rp 7,17 triliun) BRI baru jatuh tempo pada Maret 2018. Pada 2013 silam, penawaran obligasi tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) 5,3 kali.

Tercatat di kuartal pertama 2018, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 7,42 triliun tumbuh 11,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 6,66 triliun. Disebutkan, salah satu penopang laba BRI tersebut adalah penyaluran kredit yang tumbuh dua digit di atas rata-rata industri perbankan nasional. Disebutkan, pada kuartal I secara konsolidasi BRI telah menyalurkan kredit sebesar RP 757,68 triliun atau naik 11,2% dibandingkan periode kuartal I 2017 Rp 681,27 triliun. Dimana pencapaian tersebut, diklaim perseroan di atas tingkat pertumbuhan kredit perbankan nasional pada Maret 2018 yang tercatat 8,5%.

BERITA TERKAIT

Tempo 48 Jam, Pemerintahan Jokowi Bangun Jembatan Sementara Padang-Bukit Tinggi

Tempo 48 Jam, Pemerintahan Jokowi Bangun Jembatan Sementara Padang-Bukit Tinggi NERACA Jakarta - Sejak adanya informasi jembatan roboh di jalur…

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Bakal Kembali Panggil Manajemen SOCI

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meminta manajemen PT Soechi Lines Tbk (SOCI) meminta penjelasan terkait dengan…

Perketat Saham-Saham Bermasalah - BEI Bakal Tambah Jumlah Kriteria I-Suite

NERACA Jakarta – Kebijakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasikan sistem i-suite pada saham emiten yang bermasalah, direspon positif pelaku…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…