Peluang Investasi Properti Di Indonesia

Neraca. Bagaimana Prospek Investasi Properti 2012 di Indonesia? Untuk menjawabnya, kita dapat menelaah rentang momentum investasi properti sepanjang tahun 2010 dan 2011 .

Dari sisi harga, kenaikan harga di 2011 jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi pasar di 2010 lalu. Ternyata tingginya nilai jual investasi properti, tidak mempengaruhi antusias daya beli masyarakat saat ini.

Hingga kini, kenaikan rata-rata nilai jual sebuah properti mampu berada angka 15-20% selama tahun 2011. Tentunya angka kenaikan berbeda-beda ditiap area, tergantung prospek areanya juga. Tren properti saat ini memang dirasakan banyak pengembang dan developer sedang berada dimasa keemasan. Itu yang terjadi di tahun 2011 lalu.

Bagaimana di tahun 2012? yang pasti krisis eropa masih berlanjut, apakah berpengaruh dengan investasi properti 2012 di indonesia? Kita lihat di kenyataan di awal 2012 ini, bagi para konsumen awal tahun 2012 saat yang tepat untuk membeli dan investasi properti karena ditunjang oleh suku bunga kpr 2012 perbankan yang turun di awal 2012 ini. Tinggal ketergantungan dari kestabilan ekonomi yang saat ini masih aman.

Melihat pasar investasi properti seperti ini, banyak pengembang cukup optimis kalau di 2012 ini justru akan jauh lebih baik lagi di tahun 2011. Untuk investasi properti area perkotakan, katakanlah jabodetabek. kemungkinan pertumbuhan bisnis properti menengah ke atas akan berpeluang tumbuh significant.

Indonesia Property Watch (IPW) juga sempat mengamati indikasi-indikasi pasar yang mulai mengalami percepatan pertumbuhan. Biasanya dalam kondisi normal, pasar properti akan mengalami booming properti tiga tahun setelah terjadi percepatan. Melihat hal tersebut, booming properti diperkirakan akan terjadi pada tahun 2012 - 2013.

Dengan demikian, tren naiknya pasar investasi properti 2011 dimungkinkan akan berlanjut hingga 2012. Pertumbuhan sektor properti mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu.

BERITA TERKAIT

Sektor Pangan - Harga Beras di Indonesia Termasuk Murah di Pasar Internasional

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan harga beras di tingkat eceran masih terjangkau oleh masyarakat dan…

Dunia Usaha - Making Indonesia 4.0 Disebut Pemicu Ekspor Industri Manufaktur

NERACA Jakarta – Industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Oleh karena itu, pemerintah semakin menggenjot…

BPR Kuningan Terbaik dari 95 BPR/BPRS se-Indonesia - Dibawah Pimpinan Litawati

BPR Kuningan Terbaik dari 95 BPR/BPRS se-Indonesia Dibawah Pimpinan Litawati NERACA Kuningan – Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR)…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…