Mengukur Resiko Investasi Property

Neraca. Di masa sekarang ini, setiap orang mulai memikirkan cara untuk menginvestasikan pendapatannya. Pilihan untuk menyisihkan pendapatannya ke dalam investasi tentu dengan harapan mendapatkan keuntungan secara financial. Tapi perlu kita ingat kembali, dalam setiap investasi pasti terdapat resiko.

Tidak ada satu pun produk investasi di dunia ini yang aman dan bebas risiko. Semua produk mengandung risiko. Masalahnya, apakah risiko yang dihadapi besar atau kecil. Untuk itu, setiap risiko yang terkandung di dalam setiap produk investasi hendaknya tidak kita hindari, tetapi dapat kita manage sedemikian rupa sehingga meminimalisir tingkat risikonya.

Saat ini bermunculan berbagai produk investasi yang bisa memberikan hasil investasi yang kompetitif, tetapi masih tetap dengan risiko yang terkontrol. Seharusnya, produk-produk investasi inilah yang dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana berinvestasi.

Harga properti yang cenderung selalu naik menjadi salah satu objek investasi yang mendatangkan keuntungan besar. Jadi jangan heran jika banyak orang ingin terjun melakukan investasi properti. Bahkan, dari hari ke hari permintaan properti juga semakin tinggi, padahal jumlahnya masih terbatas. Tentu saja, kondisi ini menjadi peluang yang sangat prospektif bagi investor properti.

Para investor bisa melirik sektor properti di Jakarta sebagai lahan investasi. Sektor ini dinilai memberikan tingkat keuntungan memadai, bahkan masih prospektif hingga 2014. Di antara berbagai lini properti, bidang perkantoran adalah yang paling menguntungkan. Sampai saat ini investasi properti yang paling menguntungkan masih seputar bisnis penjualan dan sewa perkantoran.

Harga properti yang selalu naik membuat investasi properti berpotensi mendapat keuntungan tinggi. Sekalipun demikian, di tengah meningkatnya sektor bisnis properti, para investor tetap harus berhati-hati dan tidak langsung dengan mudah berinvestasi di sektor properti, karena diprediksi tahun 2014 dunia politik termasuk di Indonesia akan memanas, sehingga resiko yang dihadapi juga cukup besar.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar investasi Anda aman serta memperoleh keuntungan optimal. Seperti lokasi, nilai atau harga sebidang tanah dan kecepatan kenaikan harganya tidak sama di berbagai tempat. Tanah di kota tidak sama dengan di desa. Tanah di pusat kota, walaupun di ‘gang senggol’, tidak sama dengan tanah di pinggiran kota.

Tanah di kawasan industri juga tidak sama dengan wilayah perumahan, dan lain sebagainya. harga tanah yang paling cepat naik tentunya berada di wilayah pusat bisnis karena banyak peminatnya sehingga relatif mudah diperjualbelikan atau likuid. Karena itu harganya lebih mahal.

Masalahnya, hukum yang berlaku umum adalah, semakin tinggi risiko, akan semakin tinggi pula potensi keuntungannya. Yang menjadi tantangan bagi kita para investor cerdas adalah bagaimana cara menurunkan (bukan menghilangkan-red), kadar risiko yang akan dihadapi, dengan tetap mengoptimalkan hasil keuntungan yang ingin diraih.

Karena itu, ada baiknya Anda melakukan beberapa langkah penting, Antara lain; Jelajahi dan kenali wilayah atau daerah yang akan menjadi target pembangunan properti. Jika investasinya memerlukan lebih dari satu orang investor atau bersifat joint, pastikan track record calon rekanan Anda sudah diketahui dengan lengkap dan pasti.

Dapatkan keterangan atau peraturan pada instansi terkait yang mengatur tentang RUTRK (Rencana Umum Tata Ruang Kota), RBWK (Rencana Bagian Wilayah Kota), Izin Peruntukan (IP), Aspek Planologi, Aspek Pertanahan, Aspek Legalitas, Aspek Perbankan, Aspek Pajak, Aspek Tata Kota dan aturan lainnya. lalu konsultasikan dengan ahli properti, untuk memastikan harga properti itu proporsional dengan situasi dan kondisi lahan yang akan dibangun.

Lalu lakukan kajian soal kemudahan akses transportasi lokasi akan dengan lingkungan. Pikirkan dan analisis jenis properti yang akan dibangun, agar tak terjadi over supply dan membuat investasi menjadi sia-sia. Setelah melalui pertimbangan diatas serta melalukan observasi dan analisis, mungkin Investasi di sektor properti akan sangat menguntungkan.

BERITA TERKAIT

Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi - Penanaman Modal di Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

MNC AM Kenalkan Investasi Reksadana

Rendahnya literasi keuangan dan pemahaman terkait produk dan layanan keuangan menjadi penyebab banyaknya masyarakat terjebak pada produk investasi bodong. Berbagai…

Minat Investasi di Pasar Modal Meningkat - Investor di Kalsel Tumbuh

NERACA Banjarmasin – Besarnya tekad PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus mengkampanyekan Yuk Nabung Saham dengan menggandeng beberapa perusahaan…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…