Smart Bridge Fokus Produk Family Care - Jajal Pasar Indonesia

NERACA

Jakarta - Harta yang paling indah adalah keluarga. Hal ini disadari betul oleh Smart Bridge Information, Inc., perusahaan Taiwan berbasis Internet of Things, ketika mengembangkan produk-produk family care semacam Non-contact Temperature Monitor dan Slippage Detection Sensor.

Non-contact Temperature Monitor adalah alat monitor suhu pertama di dunia, yang mengkombinasikan pendekatan non-kontak dengan konsep Internet of Things. Alat ini memberikan kemudahan bagi orang tua ketika harus memantau suhu tubuh anak-anaknya, yang berusia di bawah satu tahun, khususnya pada malam hari.

“Alat ini akan mencari titik tertinggi suhu tubuh untuk menemukan nilai suhu sebenarnya. Orang tua dapat tidur nyenyak, tidak perlu membangunkan anak untuk mengukur suhu tubuhnya, dan alat ini akan langsung memberikan alarm otomatis ketika anak menderita demam tinggi,” ujar General Manager Smart Bridge Information, Inc, William Wang seperti dikutip dalam keterangannya, kemarin.

Dia menambahkan bahwa Non-contact Temperature Monitor dapat digunakan pula sebagai termometer umum untuk mengukur suhu air, suhu hewan peliharaan, suhu ruangan, dan suhu non-kontak terkait lainnya. Selain Non-contact Temperature Monitor, Smart Bridge juga menghadirkan Slippage Detection Sensor, sebuah alat yang dapat digunakan sebagai sensor di kamar mandi ketika orang tua kita yang telah lanjut usia tergelincir akibat kondisi kamar mandi yang licin.

Wang menyampaikan bahwa alat ini menggunakan metode untuk mendeteksi keadaan tubuh manusia, sehingga dapat mengetahui ketika manusia tersebut berada dalam keadaan koma. Karena semakin banyak informasi yang dapat diberikan, maka keluarga akan dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat dan menghindari timbulnya resiko yang fatal.

“Smart Bridge fokus untuk menghadirkan inovasi mutakhir dalam produk family-care, khususnya untuk kaum lanjut usia dan balita. Saat ini kami sedang mencari agen lokal di Indonesia untuk bekerjasama memasarkan produk-produk kami. Dan kami yakin, bahwa produk-produk kami dapat menjadi subjek yang bagus untuk masuk ke pasar Indonesia,” pungkas William Wang.

BERITA TERKAIT

Produk Warga Binaan Bakal Dipamerkan Dalam Ajang TEI

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan akan memfasilitasi produk-produk buatan warga binaan pemasyarakatan dengan kualitas ekspor untuk dipamerkan pada pameran dagang…

Produk Sekuritisasi KPR Perlu Distandarisasi

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menilai produk investasi dari sekuritisasi Kredit…

Ekspor Tumbuh 12 Persen, Industri Minol RI Rambah Pasar Amerika - Niaga Internasional

NERACA Jakarta – Industri minuman beralkohol (minol) berupaya memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Selain mampu menyumbang cukai yang cukup…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Korporasi Diharapkan Tak Borong Valas

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) meminta dunia usaha tidak memaksakan diri untuk "memborong" valuta asing…

Iklan Edisi Ramadhan Yang Paling Disukai - Hasil Studi Kantar Millward Brown

    NERACA   Jakarta – Hasil studi Kantar Millward Brown soal Iklan Ramadhan yang paling disukai di 2018 menyebutkan…

IIF Target Salurkan Pembiayaan Infrastruktur Rp10 Triliun

  NERACA   Jakarta – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan untuk infrastruktur mencapai Rp10 triliun. Hal…