BRI Targetkan 300.000 Kartu Kredit Baru pada 2018

NERACA

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk optimistis akan target menerbitkan 300.000 kartu kredit baru pada tahun ini, hal ini mencerminkan pertumbuhan tersebut sekitar 20%. "Kita optimistis tahun 2018 dapat menerbitkan setidaknya 300.000 kartu kredit BRI baru," ujar Direktur Konsumer BRI Handayani, di Yogyakarta, pekan lalu.

Menurut dia, hingga kuartal I-2018 tercatat hampir 1,5 juta kartu kredit BRI telah beredar di masyarakat. BRI pun memiliki strategi untuk targetnya tersebut. Handayani mengatakan, pihaknya menciptakan produk-produk yang tersegmentasi dengan baik. Beberapa waktu lalu pihaknya menciptakan kartu world access.

Menurut Handayani, kartu tersebut ditujukan untuk pengguna yang kerap bepergian di luar negeri. Dengan kartu tersebut, dapat mengakses 450 lounge di seluruh dunia. Kemudian ada beberapa program dengan Singapore Airlines (SQ), Garuda Indonesia, insurance coverage. Program itu tujuannya kepada traveller yang high segment.

Dia mengatakan, ada juga touch card. Kartu ini ditujukan kepada nasabah yang kerap bertransaksi groseri. "Jadi benar-benar tersegmentasi bagaimana meningkatkan penetrasi berdasarkan kebutuhan segmen itu sendiri," ujarnya. BRI pun, kata dia, sudah mengucurkan dana untuk kartu kredit pada kisaran Rp 2,6 triliun pada tahun lalu. "Tahun ini bisa capai Rp 3 triliun," tuturnya.

Tidak hanya itu. BRI juga meluncurkan Kartu Kredit Wonderful Indonesia. Kartu yang menggandeng Kemenpar ini menyasar para traveller millenials. Bank BUMN itu bersinergi dengan Kementerian Pariwisata RI meluncurkan Kartu Kredit BRI Wonderful Indonesia.Diselenggarakan di Candi Borubudur, pekan lalu.

Pada acara peluncuran tersebut hadir Priyantono Rudito, Direktur Eksekutif Co Branding Wonderful Indonesia, Esty Reko Astuty (staf ahli menteri bidang multikultural Kemenpar), serta Direktur Konsumer BRI Handayani. Acara ini merupakan dukungan nyata perseroan untuk mendukung target 270 juta wisatawan nusantara (Wisnus) pada 2018.

Menurut Handayani, peluncuran KK BRI Wonderful Indonesia merupakan tindak lanjut PKS yang sebelumnya telah ditandatangani oleh BRI dengan Kemenpar pada Desember 2017. "Melalui launching ini kami juga ingin berperan semakin mempopulerkan brand Wonderful Indonesia," ujarnya. Wonderful Indonesia merupakan brand yang diciptakan sebagai identitas Indonesia yang merepresentasikan daya tarik keindahan alam, keanekaragaman budaya, dan keramahtamahan masyarakat Indonesia maupun fasilitas pariwisata menarik lainnya.

"Untuk mewujudkan brand Wonderful Indonesia di pasar global dan domestik dibutuhkan kebersamaan dan sinergi seluruh elemen bangsa dalam kerangka Indonesia Incorporated. Dengan kolaborasi dan bekerja bersama-sama, salah satunya hari ini dengan Bank BRI, kita akan Bigger-Broader-Better together,"tutur Menpar Arief Yahya.

Handayani menuturkan, salah satu target yang disasar oleh produk ini adalah generasi millenial serta pekerja. “KK BRI ini memang kita desain secara khusus, yakni bergambar destinasi wisata pilihan di Indonesia agar generasi milenial yang notabene hobi traveling menjadi tertarik,” ujarnya. Terdapat empat pilihan jenis KK BRI Wonderful Indonesia, di antaranya bergambar Candi Borobudur, Kawasan Wisata Bromo-Tengger-Semeru, Danau Toba, serta Kawasan Ekonomi Mandalika.

BERITA TERKAIT

MNC Kapital Terbitkan Obligasi Rp 300 Milar - Tawarkan Kupon Hingga 15%

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) berencana untuk menerbitkan obligasi melalui penawaran umum obligasi berkelanjutan…

Indonesia Dukung Global Perkokoh Energi Baru Baru Terbarukan

Oleh: Muhammad Razi Rahman Pengembangan energi baru terbarukan saat ini bukan sekadar tren yang dirasakan di berbagai negara, tetapi sudah…

Mobil88 Targetkan Penjualan Tumbuh 15%

Jelang musim mudik Lebaran, tren penjualan mobil bekas kembali meningkat. Hal itu bahkan sudah terlihat sejak sebelum datangnya bulan Ramadan,…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pengembangan Industri Asuransi Perlu Modal Kuat

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan upaya pengembangan industri asuransi di Indonesia agar sehat…

OCBC NISP : Kenaikan Bunga Acuan Sudah Cukup

      NERACA   Jakarta - Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja menilai dosis kenaikan suku bunga acuan…

Defisit Transaksi Berjalan 2018 Diprediksi 2,3% dari PDB

  NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengungkapkan defisit transaksi berjalan sepanjang 2018 akan mencapai 23 miliar…