Pengusaha Cemas Program MP3EI Tak Jelas

NERACA

Jakarta--- Program pemerintah terkait proyek yang ada dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) mendapat kritikan pengusaha. Alasanya pemerintah dinilai tak konsisten menjalankannya. "Kita punya investor summit, saat ini program tersebut redup, saat ini kita punya MP3EI, kalau program ini tidak dibangun dengan pondasi kebijakan yang kuat, nasibnya akan sama dengan program lainnya," kata Ketua IV ‎​Bidang energi dan pertambangan (Hipmi) M. Reza Rajasa kepada wartawan di Jakarta,14/2

Menurut putra kandung Hatta Radjasa ini, selain konsisten menjalankan, program MP3EI yang diatas kertas sangat luar biasa, ternyata implementasinya tak sesuai harapan. Padahal program ini sudah mendapat pengakuan internasional dan menjadi materi yang diunggulkan dalam berbagai forum internasiona. "Blue print-nya sangat luar biasa seperti MP3EI bahkan diakui dunia internasional, kita bahkan menjadi perhatian dan pantauan negara lain, terkait investasi," ungkapnya

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Umum Hipmi Raja Sapta Oktohari, soal tak konsistennya pemerintah juga terlihat diberbagai sektor lainnya. "Seperti disektor Energi Baru Terbaharukan, pemerintah gencar sosialisasi biji jarak sebagai bahan bakar bio feul, semua orang banyak yang ikuti tapi sekarang tidak kelihatan lagi program tersebut," terangnya

Ditempat terpisah, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov mengatakan hasrat perusahaan-perusahaan dari Negeri Beruang Merah untuk membangun infrastruktur di Indonesia sangat besar. Rusia pun masih gencar membahas sejumlah kerja sama dengan Indonesia. "Hasrat perusahaan-perusahaan swasta di Rusia dalam membangun infrastruktur di Indonesia sangat besar. Saya berharap para pengusaha-pengusaha di Rusia akan mendatangi Indonesia pada akhir Februari untuk berdialog," u tegasnya

Lebih jauh Ivanov menyoroti perihal kerja sama pembangunan rel kereta api yang digagas oleh Pemerintah Kalimantan Timur (Kaltim) dan JSC Russian Railways. Dalam kerja sama tersebut, Negeri Beruang Merah menanamkan modal Rp2,4 triliun.

Selain itu, Rusia pun mengajak Indonesia untuk terus mengadakan kerja sama dalam berbagai bidang seperti halnya antariksa dan kebudayaan. Rusia juga menginginkan dialog yang cukup intensif dengan Asean.

Rusia yang saat ini menjadi Ketua APEC terus memprioritaskan adanya kegiatan investasi dan hal itu selalu disambut baik dengan sejumlah negara-negara anggota APEC. Dubes Ivanov pun berharap, ketika Indonesia menjadi Ketua APEC, Indonesia juga akan memprioritaskan apa yang diprioritaskan oleh Rusia. Negeri Beruang Merah itu menilai, perkembangan ekonomi di Asia merupakan salah satu hal yang penting. Rusia bahkan menyebut Asia sebagai mesin ekonomi. **novi/cahyo

BERITA TERKAIT

Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM - Industri Kecil dan Menengah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…

Pimpinan KPK Tak Datang, Pansus Tetap Bekerja

Pimpinan KPK Tak Datang, Pansus Tetap Bekerja NERACA Jakarta - Ketua panitia khusus (pansus) DPR Agun Gunandjar menegaskan akan tetap…

Targetkan Satu Juta Pengunjung - Mandiri PRI 2017 Akan Jadi Ajang Pameran Unik dan Tak Terlupakan

Targetkan Satu Juta Pengunjung Mandiri PRI 2017 Akan Jadi Ajang Pameran Unik dan Tak Terlupakan NERACA Jakarta – Mandiri Pekan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…