Intiland Adopsikan Duoflex Interior Untuk Maksimalkan Ruangan

Intiland Adopsikan Duoflex Interior Untuk Maksimalkan Ruangan

NERACA

Jakarta - PT Intiland Development Tbk (BEI: DILD) mengadopsikan "duoflex interior" yakni suatu inovasi dan teknologi terkini yang membuat interior lebih fleksibel untuk memaksimalkan ruangan di apartemen-apartemen dengan tipe unit kecil atau terbatas.

"Dengan interior semacam ini meja dapur, tempat tidur, meja makan dapat 'dilipat' dan 'disembunyikan' di dalam dinding, serta partisi yang dapat digeser untuk mendapatkan ruangan yang lebih luas," kata Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi lntiland, Archied Noto Pradono, di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (18/4).

Archied mengatakan duoflex interior akan diaplikasikan untuk tipe 1 ruang tidur di kondominium proyek mixed use Fifty Seven Promenade yang direncanakan memasuki tahap konstruksi pada triwulan III 2018 berlokasi di kawasan Waduk Melati Jakarta.

Archied mengatakan inovasi ini akan diaplikasikan di tower Sky57 untuk mengoptimalkan fungsi ruang melalui penambahan partisi sehingga dapat menambah jumlah ruangan. Perseroan meluncurkan konsep ini mempertimbangkan ukuran unit tipe 1 bedroom ini cukup luas, mencapai 82 meter persegi."Kami berharap duoflex ini dapat memenuhi harapan pembeli dari kalangan profesional dan keluarga muda yang menginginkan kenyamanan, fleksibilitas, dan kepraktisan dalam memanfaatkan ruang," ujar dia.

Bertahap Pembangunan konstruksi Fifty Seven Promenade akan dilaksanakan secara bertahap, untuk tahap awal dibangun di atas lahan seluas 1.3 hektare untuk dua tower kondominium yaitu masing-masing setinggi 24 lantai dan 49 lantai, serta memiliki basement lima lantai dengan total hunian di dalamnya sebanyak 496 unit.

Proses pekerjaan konstruksi diperkirakan memakan waktu sekitar empat tahun. Pembangunan dua tower kondominium ini diproyeksikan selesai dan mulai serah terima unit ke konsumen pada triwulan ketiga 2022.

Archied mengungkapkan sejak diluncurkan pada Agustus 2017, perseroan telah berhasil membukukan marketing sales Rp1,54 triliun per akhir 2017. Menurut dia, keberhasilan penjualan proyek ini menunjukkan indikasi minat belanja dan daya beli konsumen terhadap produk properti tetap ada, hanya saja lebih selektif dalam melakukan pembelian dan berinvestasi, khususnya memilih produk-produk yang berkualitas, lokasinya strategis, dan memiliki prospek.

Fifty Seven Promenade merupakan pengembangan kawasan mixed-use & high rise terpadu dengan total area pengembangan seluas 3,2 hektar. Proyek ini dikembangkan dalam dua tahapan meliputi pembangunan dua tower kondominium, satu tower apartemen servis, satu tower perkantoran strata title, dan satu tower perkantoran sewa, dan ritel.

Lokasi Fifty Seven Promenade berada dekat dengan pusat perbelanjaan terbaik di Jakarta, perkantoran, hotel, dan MICE, juga dekat dengan jalur MRT, LRT, kereta ekspres bandara, serta jaringan bus Transjakarta. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Harga Premium Tidak Naik untuk Jaga Daya Beli dan Inflasi

NERACA Jakarta -- Presiden Jokowi menegaskan,  harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium tidak mengalami kenaikan. Pasalnya, presiden khawatir kenaikan harga…

Pemkot Palembang Maksimalkan Program Kota Tanpa Kumuh

Pemkot Palembang Maksimalkan Program Kota Tanpa Kumuh  NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan berupaya memaksimalkan Program "Kota…

WOM Finance Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi dan Tsunami Palu

WOM Finance Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi dan Tsunami Palu NERACA Palu – Sebagai bentuk kepedulian sosial dan untuk…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

REI Akan Terus Mendukung Program Sejuta Rumah

  NERACA Bogor - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) akan tetap komit berjuang bersama pemerintah dalam merealisasikan target Program Sejuta…

Pasar Properti 2018 Diprediksi Masih Lesu

Pasar Properti 2018 Diprediksi Masih Lesu NERACA Jakarta - Pasar properti diprediksi pada tahun ini masih mengalami kelesuan, terutama untuk…

Pasar Properti 2018 Diprediksi Masih Lesu

Pasar Properti 2018 Diprediksi Masih Lesu NERACA Jakarta - Pasar properti diprediksi pada tahun ini masih mengalami kelesuan, terutama untuk…