Memetik Untung di Bursa Efek Indonesia

Perkembangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terbilang menggairahkan, sebuah peluang bagi masyarakat indonesia untuk melakukan investasi dalam bentuk saham di pasar modal Indonesia

Neraca. Perkembangan dunia Investasi saham dan pasar modal di Indonesia memang terbilang stabil. Bagi Anda yang ingin memulai berinvestasi di pasar saham, mungkin tahun ini tahun yang tepat, bagi yang sudah memiliki portofolio di saham pun ada baiknya untuk menambah porsinya. Ini dikarenakan return investasi di saham tahun ini akan tumbuh antara 20-255%.

Perkembangan Bursa Saham di Indonesia adalah salah satu yang tertinggi pertumbuhannya di dunia, setelah krisis keuangan dunia pada tahun 2008, Indonesia mencatat perkembangan yang cukup tinggi. Perkembangan saham di lantai bursa dan obligasi serta minyak menjadi acuan bagi para investor untuk mananamkan dana mereka untuk jangka pendek dan panjang.

Hal ini bukan isapan jempol semata, karena dapat dilihat dari bagaimana dana Investasi Asing yang masuk ke bursa saham terus meningkat, bahkan saat artikel ini ditulis, pada 2011 nilai cadangan devisa Bank Indonesia dari yang sebelumnya hanya berkisar USD 50-60 miliar saat ini mencapai lebih dari USD 100 miliar sampai-sampai nilai kurs rupiah terus menguat.

Meskipun bukan berarti bahwa pertambahan devisa tersebut semata-mata hanya karena perkembangan bursa saham Indonesia, namun jika dilihat dari nilai transaksi perusahaan pialang asing di bursa saham Indonesia, kita dapat melihat bahwa nilai transaksi mereka pun juga menunjukkan peningkatan yang besar.

Artinya pihak Asing di luar Indonesia melihat bursa saham Indonesia sebagai bursa dengan pertumbuhan yang masih prospektif dan bukan hanya pertumbuhan jangka pendek. Berita baik bukan? Tentu saja! Jika orang lain dapat melihat potensi ini, tentu saja kita pun yang tinggal di Indonesia dapat mengambil bagian dari padanya. Namun tentu saja seperti produk investasi apapun sesuatu yang memiliki potensi keuntungan selalu memiliki risiko yang sebanding.

Saham secara luas dikenal karena kemampuan dan potensi untuk memberikan keuntungan yang sangat besar. Menunjukkan kepemilikan saham perusahaan. Ketika memutuskan untuk mulai berinvestasi di saham, Anda harus berkomitmen untuk memilikinya dalam jangka panjang, 5 tahun-10 tahun.

Kalau anda masih sangat muda, mayoritas investasi harus di pasar modal. Karena punya waktu yang sangat panjang, investor muda punya kesempatan untuk memanfaatkan setiap koreksi tajam di pasar dan mengambil keuntungan untuk jangka panjang. Walau sejalan dengan umur anda mungkin butuh obligasi yang memberikan pendapatan yang tetap. Saham mesti mendapat porsi mayoritas.

Jika Anda hanya berniat untuk membeli dalam jangka pendek dan membuat keuntungan pada perbedaan harga, maka Anda tidak investor, namun pedagang. Mereka yang masih muda sangat cocok untuk berinvestasi dalam saham. Mengapa? Karena saham merupakan produk investasi untuk jangka panjang.

Saham sering perlu lebih banyak waktu untuk berkembang. Dalam hal kesehatan fisik, kami tidak ingin mereka yang tidak muda lagi tiba-tiba mengalami serangan jantung ketika ia belajar nilai sahamnya turun drastis. Investasi ini memiliki prinsip risiko tinggi, kembali tinggi. Lakukan analisis yang perusahaan memiliki potensi untuk terus berkembang di masa depan.

Ada beberapa tipe dari saham, termasuk saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Saham preferen biasanya disebut sebagai saham campuran karena memiliki karakteristik hampir sama dengan saham biasa.

Biasanya saham biasa hanya memiliki satu jenis tapi dalam beberapa kasus terdapat lebih dari satu, tergantung dari kebutuhan perusahaan. Saham biasa memiliki beberapa jenis, seperti kelas A, kelas B, kelas C, dan lainnya. Masing-masing kelas dengan keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri dan simbol huruf tidak memiliki arti apa-apa.

Masyarakat dapat membeli saham biasa di bursa efek via broker. Di Indonesia, pembelian saham harus dilakukan atas kelipatan 500 lembar atau disebut juga dengan 1 lot. Saham pecahan ( tidak bulat 500 lembar ) bisa diperjualbelikan secara over the counter. Salah satu tujuan masyarakat untuk membeli saham adalah untuk mendapatkan keuntungan dengan cara, Meningkatnya nilai kapital (capital gain) dan Mendapatkan dividen.

Keuntungan investor

Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham: yaitu dividen dan capital gain.

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS.

Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.

Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham - atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.

Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.

Keuntungan yang diperoleh oleh para investor memang tidak lah mudah, ini bisa dilihat dari kondisi pasar modal di Indonesia, memang pasar modal di Indonesia saat ini sagat bagus tetapi kita harus jeli dalam memilih jenis investasi.

Sedangkan, Potensi keuntungan dari instrumen keuangan di pasar modal sangat tinggi. Namun, itu diiringi oleh risiko yang lebih tinggi lagi. Atas dasar itulah maka edukasi sangat penting dikembangkan di Indonesia. Edukasi sebelum berinvestasi sangat dibutuhkan. (sahlan)

BERITA TERKAIT

Solusi Alami Kendalikan Pemanasan Global di Indonesia

Oleh: Genta Tenri Mawangi Pemanasan global telah menjadi masalah masyarakat dunia, karena dampaknya dianggap tengah terjadi di banyak negara. Dalam beberapa…

Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi - Penanaman Modal di Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

CEO Bukalapak Terpilih di Portraits Indonesia

Achmad Zaky, CEO dan Founder Bukalapak terpilih menjadi Portraits Indonesia Most Admired CEO 2017. Portraits Indonesia Most Admired CEO 2017…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…