Melantai di Pasar Modal - Gunanusa Eramandiri Targetkan Laba Tumbuh 11%

NERACA

Jakarta -Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA), menargetkan kenaikan laba sebanyak 11% hingga akhir tahun 2024. Pertumbuhan tersebut didukung berlanjutnya ekspansi perseroan. Dimana untuk mengejar target pertumbuhan laba bersih, perseroan menyiapkan sejumlah ekspansi pembangunan pabrik.”Pendanaan pembangunan pabrik akan menggunakan cashflow internal,"kata Direktur Utama GUNA, Ivan Tkoro Saputra di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, perseroan akan memulai ekspansi pembangunan pabrik pada semester II-2024 di Cikarang dan Pati. Dana yang akan dikucurkan berkisar Rp 60-65 miliar per pabrik, sehingga dana investasi tersebut sekitar Rp 120 miliar. Gunanusa Eramandiri merupakan pemilik merk Almonesia dan John Farmer. Dimana GUNA menjadi emiten ke-31 yang listing sepanjang 2024.

Sedangkan berdasarkan data perdagangan saham BEI, saham GUNA dibuka langsung melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan sebanyak 34,67% menjadi Rp 202 per saham. Disampaikan Ivan, selama periode penawaran umum saham GUNA pada 2-5 Juli 2024, , terlihat antusiasme publik yang besar. Hal ini menyebabkan saham Perseroan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 26,7 kali.“Dalam IPO ini, GUNA memperoleh pooling sebesar 13.374.994.800 lembar saham dari target 500.000.000 lembar saham baru atau setara maksimal 20% saham untuk publik,” ujar Ivan.

Harga yang dipatok dalam IPO ini adalah Rp150 per lembar saham. Dengan demikian, dari aksi korporasi tersebut GUNA berhasil memperoleh dana segar sebesar Rp75 miliar. Dalam IPO ini, GUNA menggandeng PT Panin Sekuritas Tbk sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.“Puji syukur kepada Tuhan, kami mencapai milestone baru melalui IPO yang merupakan aksi korporasi strategis. Kami ingin selalu memberi dampak positif dan memaksimalkan layanan dalam manufaktur serta perdagangan produk makanan dan kacang-kacangan di Indonesia,” kata Ivan.

Sebagai informasi, perusahaan pengolah dan distributor makanan dan minuman hasil pertanian ini akan memanfaatkan seluruh dana yang diperoleh dari IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja (operational expenditure) perseroan, seperti untuk pembiayaan kebutuhan operasional perseroan, diantaranya untuk pembelian bahan baku kacang almond dan kacang tanah.

Disebutkan, bahan baku kacang almond dan kacang tanah merupakan bahan baku utama dari produk Perseroan. Sementara panen raya kacang almond hanya terjadi 1 tahun sekali, yaitu pada bulan Agustus sampai Oktober, sehingga pada saat itu harga almond mencapai harga terendah, demikian pula untuk panen raya kacang tanah hanya terjadi sebanyak 2 kali dalam setahun di mana panen raya pertama terjadi pada bulan Februari dan dan panen raya kedua terjadi pada bulan September dan Oktober.

Oleh sebab itu, perseroan melakukan pembelian bahan baku tersebut sebanyak-banyaknya untuk persediaan dengan harga yang murah. Berdasarkan pertimbangan diatas, kebutuhan perseroan untuk membeli bahan baku sangat penting guna untuk memenuhi permintaan pelanggan. Saat ini, struktur pemegang saham Gunanusa Eramandiri terdiri dari Tjokro Gunawan selaku komisaris utama sebesar 30%, Ivan Cokro Saputra selaku direktur utama sebanyak 30%, Cecilia Lanny Budiman 20% dan Bernice Cokrosaputro selaku direktur memegang 20% saham.

BERITA TERKAIT

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…

Kebijakan Short Selling Bakal Dirilis Oktober

NERACA Jakarta – Bila tidak ada aral melintang, kebijakan short selling dalam rangka meningkatkan likuiditas transaksi saham di pasar akan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…

Kebijakan Short Selling Bakal Dirilis Oktober

NERACA Jakarta – Bila tidak ada aral melintang, kebijakan short selling dalam rangka meningkatkan likuiditas transaksi saham di pasar akan…