Di Depan Mahasiswa Poltekesos, SiCepat Ekspres Ungkap Pentingnya Digitalisasi UMKM

 

Di Depan Mahasiswa Poltekesos, SiCepat Ekspres Ungkap Pentingnya Digitalisasi UMKM
NERACA
Jakarta - SiCepat Ekspres bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung dalam menggelar seminar bertajuk “Sanubari Goes to Campus: ‘Pengembangan UMKM di Era Digital” pada Kamis (23/11/) di Auditorium Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos), Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.  
Rangga Andriana selaku Manager Corporate Communication SiCepat Ekspres hadir sebagai pembicara dan menyampaikan sudut pandangnya terkait bagaimana perkembangan teknologi menjadi faktor pendorong bagi para pelaku UMKM untuk bertransformasi menuju ekosistem digital serta bagaimana peran SiCepat dalam mendukung transformasi tersebut. 
Dihadiri oleh lebih dari 70 mahasiswa, seminar ini menuai antusiasme yang tinggi dari para peserta. Rangga mengatakan bahwa seminar ini menjadi kesempatan bagi SiCepat Ekspres untuk bisa berbagi pengalaman bagaimana perusahaan mengambil peran dalam mendukung pelaku usaha melalui berbagai program, salah satunya adalah program UMKM Sanubari (Siap Bangkit Untuk Negeri).
“Melalui seminar Sanubari Goes to Campus yang diadakan di Poltekesos Bandung ini, kami ingin memberikan gambaran nyata bahwa dukungan dari berbagai sektor sangatlah penting bagi pengembangan UMKM di era digital seperti saat ini. Tidak hanya secara teknologi yang mengharuskan UMKM untuk beradaptasi, tapi juga dari sisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan inovasi baik dari sisi produk maupun strategi promosi dan penjualannya. Dalam hal ini, SiCepat melalui program Sanubari menunjukkan komitmen untuk terus memberi dukungan kepada UMKM yaitu dengan rangkaian pelatihan, workshop, dan kompetisi ide bisnis," kata Rangga seperti dikutip dalam keterangannya. 
Rangga juga menyampaikan bahwa program Sanubari yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2022 oleh SiCepat tersebut menuai antusiasme besar dari para komunitas UMKM di beberapa daerah. Hingga saat ini, sudah lebih dari 4.000 UMKM dari 34 provinsi di Indonesia telah berpartisipasi dalam rangkaian webinar. Di samping itu, SiCepat juga telah menyalurkan lebih dari Rp100 juta dalam bentuk modal usaha dan perlengkapan penunjang promosi kepada komunitas UMKM di Pekalongan dan Indramayu. 
Melihat hal tersebut, Rangga berharap bahwa ke depannya perusahaan dapat semakin konsisten dalam mewujudkan komitmen mendukung perkembangan UMKM untuk bisa bertransformasi menuju ekosistem digital. Melalui seminar ini, SiCepat ingin menginspirasi kalangan Gen-Z, dalam hal ini para mahasiswa untuk dapat turut mendukung kemajuan ekosistem UMKM digital yang saat ini tengah dibangun oleh pemerintah sebagai penopang ekonomi bangsa. Di sisi lain, Rangga juga berharap akan tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan Gen-Z untuk bisa mewujudkan ekosistem bisnis digital yang modern dan semakin mudah di masa depan.
Sebelumnya, SiCepat Ekspres telah menyelenggarakan Sanubari Talkshow bertajuk “Menjadi Entrepreneur Muda” secara offline pada bulan April lalu bertempat di Medialand Tower, Kuningan, Jakarta Selatan. Talkshow ini dihadiri oleh 50 siswa-siswi yang masih duduk di bangku SMP dan SMA dari 5 panti asuhan di wilayah Jakarta, di mana beberapa siswa di antaranya merupakan penyandang disabilitas. Melalui konsistensi ini, SiCepat berharap dapat memberikan dampak nyata bagi para UMKM untuk bisa mewujudkan transformasi menuju ekosistem digital dan mengembangkan skala bisnis agar dapat semakin bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

 

NERACA

Jakarta - SiCepat Ekspres bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung dalam menggelar seminar bertajuk “Sanubari Goes to Campus: ‘Pengembangan UMKM di Era Digital” pada Kamis (23/11/) di Auditorium Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos), Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.  

Rangga Andriana selaku Manager Corporate Communication SiCepat Ekspres hadir sebagai pembicara dan menyampaikan sudut pandangnya terkait bagaimana perkembangan teknologi menjadi faktor pendorong bagi para pelaku UMKM untuk bertransformasi menuju ekosistem digital serta bagaimana peran SiCepat dalam mendukung transformasi tersebut. 

Dihadiri oleh lebih dari 70 mahasiswa, seminar ini menuai antusiasme yang tinggi dari para peserta. Rangga mengatakan bahwa seminar ini menjadi kesempatan bagi SiCepat Ekspres untuk bisa berbagi pengalaman bagaimana perusahaan mengambil peran dalam mendukung pelaku usaha melalui berbagai program, salah satunya adalah program UMKM Sanubari (Siap Bangkit Untuk Negeri).

“Melalui seminar Sanubari Goes to Campus yang diadakan di Poltekesos Bandung ini, kami ingin memberikan gambaran nyata bahwa dukungan dari berbagai sektor sangatlah penting bagi pengembangan UMKM di era digital seperti saat ini. Tidak hanya secara teknologi yang mengharuskan UMKM untuk beradaptasi, tapi juga dari sisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan inovasi baik dari sisi produk maupun strategi promosi dan penjualannya. Dalam hal ini, SiCepat melalui program Sanubari menunjukkan komitmen untuk terus memberi dukungan kepada UMKM yaitu dengan rangkaian pelatihan, workshop, dan kompetisi ide bisnis," kata Rangga seperti dikutip dalam keterangannya. 

Rangga juga menyampaikan bahwa program Sanubari yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2022 oleh SiCepat tersebut menuai antusiasme besar dari para komunitas UMKM di beberapa daerah. Hingga saat ini, sudah lebih dari 4.000 UMKM dari 34 provinsi di Indonesia telah berpartisipasi dalam rangkaian webinar. Di samping itu, SiCepat juga telah menyalurkan lebih dari Rp100 juta dalam bentuk modal usaha dan perlengkapan penunjang promosi kepada komunitas UMKM di Pekalongan dan Indramayu. 

Melihat hal tersebut, Rangga berharap bahwa ke depannya perusahaan dapat semakin konsisten dalam mewujudkan komitmen mendukung perkembangan UMKM untuk bisa bertransformasi menuju ekosistem digital. Melalui seminar ini, SiCepat ingin menginspirasi kalangan Gen-Z, dalam hal ini para mahasiswa untuk dapat turut mendukung kemajuan ekosistem UMKM digital yang saat ini tengah dibangun oleh pemerintah sebagai penopang ekonomi bangsa. Di sisi lain, Rangga juga berharap akan tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan Gen-Z untuk bisa mewujudkan ekosistem bisnis digital yang modern dan semakin mudah di masa depan.

Sebelumnya, SiCepat Ekspres telah menyelenggarakan Sanubari Talkshow bertajuk “Menjadi Entrepreneur Muda” secara offline pada bulan April lalu bertempat di Medialand Tower, Kuningan, Jakarta Selatan. Talkshow ini dihadiri oleh 50 siswa-siswi yang masih duduk di bangku SMP dan SMA dari 5 panti asuhan di wilayah Jakarta, di mana beberapa siswa di antaranya merupakan penyandang disabilitas. Melalui konsistensi ini, SiCepat berharap dapat memberikan dampak nyata bagi para UMKM untuk bisa mewujudkan transformasi menuju ekosistem digital dan mengembangkan skala bisnis agar dapat semakin bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

BERITA TERKAIT

LG Berkomitmen Turut Mengatasi Persoalan Food Waste and Insecurity

  NERACA Jakarta - Indonesia menghadapi peningkatan jumlah food waste atau makanan yang terbuang dan menjadi sampah, yang mengkhawatirkan. Laporan…

Jelang Ramadhan, GB Sanitaryware Ganti Keran Wudhu di Masjid Insan Kamil

  Jelang Ramadhan, GB Sanitaryware Ganti Keran Wudhu di Masjid Insan Kamil NERACA Bekasi - Beberapa saat lagi umat muslim…

Kominfo Cap 'Hoaks' Isu Kandungan Bromat Le Minerale

Kementerian Komunikasi dan Informasi menerakan cap 'HOAKS' pada sejumlah unggahan di media sosial TikTok yang berisi isu kadar bromat pada…

BERITA LAINNYA DI CSR

LG Berkomitmen Turut Mengatasi Persoalan Food Waste and Insecurity

  NERACA Jakarta - Indonesia menghadapi peningkatan jumlah food waste atau makanan yang terbuang dan menjadi sampah, yang mengkhawatirkan. Laporan…

Jelang Ramadhan, GB Sanitaryware Ganti Keran Wudhu di Masjid Insan Kamil

  Jelang Ramadhan, GB Sanitaryware Ganti Keran Wudhu di Masjid Insan Kamil NERACA Bekasi - Beberapa saat lagi umat muslim…

Kominfo Cap 'Hoaks' Isu Kandungan Bromat Le Minerale

Kementerian Komunikasi dan Informasi menerakan cap 'HOAKS' pada sejumlah unggahan di media sosial TikTok yang berisi isu kadar bromat pada…