NERACA
Jakarta- Dukung pengembangan bisnis anak usaha, emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) memberikan setoran modal kepada anak usaha PT Surya Kerta Agung (SKA) yang salah satunya bergerak di infrastuktur jalan tol senilai Rp7 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Disebutkan, setoran modal berupa 7 juta saham. Adapun nilai transaksinya mencapai Rp 7 triliun. Sebagai informasi PT Surya Kerta Agung (SKA) sebelumnya mendirikan PT Surya Kertaagung Toll (SKT) pada 6 November 2020. SKT bergerak di bidang pembangunan, peningkatan, pemeliharaan dan perbaikan jalan, jalan raya dan jalan tol, jembatan dan jalan layang.
Maka dengan adanya penambahan modal tersebut, kata Sekretaris Perusahaan GGRM Heru Budiman, saat ini modal ditempatkan dan disetor SKA yang semula Rp 1 trilun bertambah menjadi Rp 8 triliun. Dia menyatakan, modal dasar SKA yang saat ini berjumlah Rp 3 triliun juga ditingkatkan menjadi Rp 8 triliun.”Penyetoran modal ditempatkan dan modal disetor tersebut akan dilakukan secara bertahap dimulai pada Januari 2023,” paparnya.
Heru menjelaskan, perubahan jumlah modal SKA tersebut di atas adalah sebagaimana dinyatakan dalam keputusan para pemegang saham di luar rapat umum pemegang saham (keputusan sirkuler) SKA tertanggal 9 Januari 2023 yang akan dituangkan dalam akta perubahan anggaran dasar SKA.“Transaksi afiliasi yang bertujuan untuk meningkatkan modal SKA tersebut dilakukan untuk mendukung rencana pelaksanaan proyek pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung di Jawa Timur yang akan dibangun oleh perseroan melalui SKA dan PT Surya Kertaagung Toll anak perusahaan SKA,”jelasnya.
Tahun lalu, Pemerintah Kota Kediri memberi penjelasan terkait rencana pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung. Jalan tol yang diprakarsai oleh Gudang Garam itu akan melintasi sejumlah wilayah di Jawa Timur. Ketika sosialiasi rencana jalan tol tersebut yang digelar pada akhir Oktober lalu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memberikan arahan kepada 1.031 warga yang terdampak pembangunan tol. "Yang terdampak pembangunan tol tersebar di dua Kecamatan yakni Kecamatan Mojoroto dan Kecamatan Kota, pada delapan kelurahan, yakni Kelurahan Semampir, Bujel, Sukorame, Pojok, Mrican, Gayam, Ngampel, dan Mojoroto," kata Abdullah.
Disampaikannya, sosialiasi yang diberikan sebagai langkah untuk menyamakan persepsi dari masyarakat mengenai pembangunan jalan tol yang masuk dalam proyek strategis nasional itu. Sekadar informasi, Jalan Tol Kediri-Tulungagung merupakan proyek KPBU unsolicited yang diusulkan oleh Gudang Garam. Proyek itu akan menelan investasi Rp10,25 triliun. Biaya konstruksi yang ditaksir hingga Rp5,72 triliun dan jalan tol memiliki masa konsesi selama 50 tahun.
Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), proyek itu akan mulai konstruksi pada kuartal II/2023 dengan target operasi pada kuartal II/2024. Jalan Tol Kediri-Tulungagung direncanakan melewati Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Mengacu pada RTRW Provinsi Jawa Timur, ketiga kabupaten/kota tersebut masuk dalam wilayah pengembangan (WP) Kediri dengan pusat kegiatan di Kota Kediri.
Emiten properti, PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) membukukan laba bersih konsolidasian di kuartal pertama 2025 sebesar Rp761,3 miliar, berbalik arah…
NERACA Jakarta -Kuartal pertama 2025, PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun atau meningkat 1,26%…
NERACA Jakarta – Dalam rangka menjaga kesehatan keuangan, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) tengah fokus pada bisnis inti dan akan…
Emiten properti, PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) membukukan laba bersih konsolidasian di kuartal pertama 2025 sebesar Rp761,3 miliar, berbalik arah…
NERACA Jakarta -Kuartal pertama 2025, PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun atau meningkat 1,26%…
NERACA Jakarta – Dalam rangka menjaga kesehatan keuangan, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) tengah fokus pada bisnis inti dan akan…