BPS Bogor Kerahkan 9.209 Petugas Lakukan Sensus Sosial Ekonomi

NERACA

Kabupaten Bogor - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengerahkan 9.209 petugas melakukan sensus sosial ekonomi melalui kegiatan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022.

"Tujuannya, kita akan mendata seluruh penduduk dan outputnya adalah pemeringkatan jumlah penduduk secara kesejahteraan," ungkap Kepala BPS Kabupaten Bogor, Gandari Aju Fatimah usai rapat koordinasi Regsosek di Sentul, Bogor, Senin (26/9).

Menurutnya, sebanyak 9.209 petugas ditarget melakukan sensus kepada 1,7 juta kepala keluarga yang berdomisili di Kabupaten Bogor dalam rentang waktu satu bulan, yakni 15 Oktober - 14 November 2022. Kemudian datanya akan dirilis pada tahun 2023.

"Kalau secara estimasi 1,7 juta kepala keluarga, tapi itu bisa lebih karena kondisi sekarang (jumlah penduduk) sudah normal kembali (berkurang akibat pandemi). Seperti mahasiswa mereka juga akan didata," terangnya.

Gandari menjelaskan bahwa basis data Regsosek 2022 ini akan diserahkan kepada pemerintah untuk dijadikan sebagai landasan dalam menentukan arah kebijakan.

"Nanti ada forum konsultasi publik di 2023, nanti pesertanya kepala desa, ketua RT dan mereka yang akan mengamini. Jadi ketika keluar itu bukan lagi data BPS melainkan ini data kita bersama yang sudah disepakati bersama. Intinya BPS hanya melakukan pendataan," papar Gandari.

Ia menerangkan, BPS akan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam melakukan pendataan awal Regsosek 2022. Dirinya menganggap, dukungan dan kolaborasi sangat diperlukan dalam penyelenggaraan Regsosek mencakup pendataan, pemanfaatan serta pemutakhiran data.

Sementara, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bogor, Hadijana di tempat yang sama menyebutkan, data Regsosek ini akan menjadi kunci dan memberikan banyak manfaat dalam berbagai program pembangunan.

"Pendataan Regsosek perlu pengawalan, pengamanan dan publisitas dari semua pihak sehingga menghasilkan data yang akurat," terang Hadijana. Ant

 

 

BERITA TERKAIT

Ketahanan Ekonomi Indonesia Jadi Daya Tarik Bagi Investor

NERACA Jakarta - Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengungkapkan Indonesia sebenarnya bisa memanfaatkan…

Perkenalkan Wayang ke Generasi Muda, BCA Komit Dukung Pelestarian Wayang Indonesia

NERACA Jakarta – Wayang sebagai kekayaan budaya bangsa harus terus dilestarikan, terutama kepada generasi masa kini. Wayang dapat membentuk moralitas…

FEB UPN Veteran Jakarta Gelar Konferensi Internasional Ekonomi Berkelanjutan - Dekan FEB Harap Mahasiswa Bisa Tambah Pengetahuan dalam Ilmu Ekonomi

NERACA Jakarta – Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN “Veteran” Jakarta menyelenggarakan kegiatan The 2nd Jakarta Economic Sustainibility International Conference Agenda…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Ketahanan Ekonomi Indonesia Jadi Daya Tarik Bagi Investor

NERACA Jakarta - Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengungkapkan Indonesia sebenarnya bisa memanfaatkan…

Perkenalkan Wayang ke Generasi Muda, BCA Komit Dukung Pelestarian Wayang Indonesia

NERACA Jakarta – Wayang sebagai kekayaan budaya bangsa harus terus dilestarikan, terutama kepada generasi masa kini. Wayang dapat membentuk moralitas…

FEB UPN Veteran Jakarta Gelar Konferensi Internasional Ekonomi Berkelanjutan - Dekan FEB Harap Mahasiswa Bisa Tambah Pengetahuan dalam Ilmu Ekonomi

NERACA Jakarta – Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN “Veteran” Jakarta menyelenggarakan kegiatan The 2nd Jakarta Economic Sustainibility International Conference Agenda…