Marak Pemalsuan Air Mineral, Simak Tips Membedakan Air Mineral Asli dan Palsu

 

Marak Pemalsuan Air Mineral, Simak Tips Membedakannya
NERACA
Jakarta - Kasis pemalsuan air mineral dengan merek ternama kembali bikin heboh setelah polisi melakukan penggerebekan dan penangkapan para pengoplos air mineral di Cilegon, Banten. Kasus ini bukan kali pertama Polisi mengungkap ke publik, sebelumnya hampir setiap tahun praktik ini selalu dibongkar karena sangat merugikan konsumen. 
Menurut catatan kepolisian, setidaknya sudah seringkali terjadi penggerebekan komplotan pengoplos air minum isi ulang, beberapa di antaranya antara lain penggerebekan di Bantul (2011), Kota Depok (2016), Tangerang Selatan (2017), Tangerang (2018), Pandeglang (2018), Magetan (2020), dan Cilegon (2022). Ibarat puncak gunung es, komplotan yang masih beroperasi mungkin jumlahnya jauh lebih besar lagi. 
Yang terbaru, Polisi mengungkap kasus pengoplosan air mineral di Cilegon, Banten. “Pada Sabtu, 16 Juli 2022, sekitar pukul 13.00 WIB, anggota kami melaksanakan patroli, kemudian menemukan ada salah satu agen minuman yang mengganti merek salah satu kemasan galon air minum dengan kemasan merek air mineral ternama,” kata Kapolres Cilegon, AKBP Eko Tjahyo Untoro, kepada para  jurnalis, Jumat (22/7).
 
Lima orang berhasil dicokok di tempat yang ironisnya sehari-hari dikenal sebagai agen penyalur air mineral tersebut. Kelima pelaku masing-masing berbagi peran. “Dua orang anak buahnya mempersiapkan dan membersihkan galon, untuk selanjutnya diisi dengan air depo,” katanya. Pelaku MB merupakan agen penyalur air mineral sekaligus pemilik depo. “Pelaku lainnya bertugas mengganti tutup galon dengan tutup galon air mineral merek ternama yang sudah dibeli dengan harga 5.000 per satuan," jelasnya. 
 
“Setiap hari para pelaku bisa memproduksi kurang lebih 100 galon atau dalam satu bulan bisa memproduksi 2.500 galon,” katanya. “Mereka menjual galon yang sudah ditempel merek dan tutup botol kemasan mereka ternama dengan harga Rp 16.000 per galon, padahal modal isi ulangnya cuma Rp 5-6 ribu. Jika ditotal, komplotan pengoplos galon ini meraup keuntungan hingga mencapai Rp 28 juta per bulan. Aktivitas pengoplosan ini sudah berlangsung selama dua tahun," katanya. 
 
Sayangnya, salah seorang tersangka yang merupakan pemasok tutup botol galon merek ternama, yang digunakan untuk mengelabui konsumen, masih dalam pencarian dan masuk  dalam daftar pencarian orang (DPO). Hal ini sekaligus menunjukkan besarnya praktik jual beli tutup botol galon merek terkenal, yang ternyata menjadi bisnis yang sangat diminati  karena laku di pasaran. 
 
Maraknya kasus komplotan pengoplos air isi ulang di Indonesia mirip dengan yang terjadi di India. Pada 2006 dan 2018, misalnya, terjadi kasus yang bikin heboh India: yakni pemalsuan air dalam kemasan botol. Modus pelaku pun mirip dengan di Indonesia, botol bekas kosong diisi air keran, lalu dijual ke pasaran dengan harga murah. Koran The Hindustan Times secara tepat menggambarkan praktik bisnis kotor ini dengan kalimat, “… sangat laku terjual saat  musim kemarau tiba, dan amat sangat menguntungkan sebab pembuatannya tak perlu modal besar," katanya. 
 
“Secara umum, para pembeli mengabaikan segel tutup botol di air botolan, dan ini yang membuat bisnis air botolan palsu ini laku keras,” tulis The Hindustan Times.
 
Di Indonesia, praktik pengoplosan air minum  ini sudah beberapa kali memakan korban pada 2015 dan 2018. Pada 2018, misalnya, air galon palsu membuat seorang korban bernama Andi (15) menderita diare parah dan muntah-muntah hingga di rawat di rumah sakit. Remaja yang tinggal di sebuah kompleks perumahan di Tangerang, Banten, ini meminum air mentah yang bersumber dari air galon mineral palsu yang diproduksi tetangganya sesama penghuni kompleks perumahan.
 
Lebih brutal dari lagi, komplotan pengoplos di Indonesia biasa memasukkan air keran dan air sumur ke dalam galon air minum isi ulang. Bahkan pada kemasan botolan, para pelaku nekad mengisikan air yang  bersumber dari tempat-tempat berbahaya seperti sumur, sungai, bahkan air got. Bagaimana cara menjernihkan air keruh yang bersumber dari sumur atau air comberan? Sungguh sadis, pelaku bisnis air botolan palsu bahkan berani memasukkan bahan kimia seperti borak dan tawas agar air terlihat jernih.
 
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sendiri sudah sering mengingatkan agar konsumen berhati-hati terhadap air kemasan palsu. Apalagi para  pelaku bisnis galon dan botol air mineral palsu sudah tahu cara membuat galon dan botol serta segel merek ternama terlihat seperti baru.
 
“Penelitian YLKI  juga menunjukkan banyak beredar air minum kemasan yang tidak memenuhi standar air minum,”  kata Pengurus Harian YLKI, Eliyani. “Betapa bahayanya kalau air mineral yang paling banyak dikonsumsi masyarakat mudah sekali dipalsukan. Tutupnya dijual di mana-mana  dan sama persis dengan tutup yang asli, sehingga masyarakat sulit membedakan mana yang asli dan yang palsu. Bisa dibilang keamanan air mineral dalam kemasan seperti ini jadi sangat diragukan.”
 
Berikut panduan YLKI kepada konsumen yang  ingin memastikan keamanan air mineral yang dibeli:
 
•   Secara fisik, air mineral palsu berwarna agak keruh. Konsumen  sebaiknya mengocok air terlebih dahulu. Jika warna berubah setelah dikocok, misalnya terlihat lebih keruh, maka sebaiknya tidak perlu diminum.
•   Bau air mineral asli dan palsu juga berbeda. Air mineral asli tidak berbau, sedangkan air mineral terkontaminasi akan menimbulkan bau tidak biasa.
•   Air mineral palsu rasanya lebih kesat. Di langit-langit mulut juga akan terasa ada seperti debu-debu yang menempel.
•   Konsumen perlu lebih teliti untuk mengecek  tanggal kedaluwarsa dan izin produksi. Jangan terjebak dengan merek dagang besar, dan pastikan tutup tak bocor.
 
Lantas, dari sisi produsen apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah kasus-kasus pemalsuan air mineral dalam kemasan agar tidak terus berulang? Pemalsuan air minum kemasan sebetulnya bisa dicegah. Menurut salah seorang praktisi air kemasan, salah satu tindakan pencegahan pemalsuan air mineral yang bisa dilakukan  adalah dengan menerapkan teknologi perlindungan kemasan dan menambahkan segel tutup galon atau botol yang sulit ditiru.
 
“Teknologi yang baik bisa melindungi kandungan air mineral tetap utuh hingga sampai ke tangan konsumen, dilengkapi dengan segel tutup galon  keras yang tidak gampang dipalsukan. Dengan demikian, selain kemasannya lebih terproteksi, juga  lebih aman dari kontaminasi udara luar serta pemalsuan,” katanya.

 

 

NERACA


Jakarta - Kasis pemalsuan air mineral dengan merek ternama kembali bikin heboh setelah polisi melakukan penggerebekan dan penangkapan para pengoplos air mineral di Cilegon, Banten. Kasus ini bukan kali pertama Polisi mengungkap ke publik, sebelumnya hampir setiap tahun praktik ini selalu dibongkar karena sangat merugikan konsumen. 

Menurut catatan kepolisian, setidaknya sudah seringkali terjadi penggerebekan komplotan pengoplos air minum isi ulang, beberapa di antaranya antara lain penggerebekan di Bantul (2011), Kota Depok (2016), Tangerang Selatan (2017), Tangerang (2018), Pandeglang (2018), Magetan (2020), dan Cilegon (2022). Ibarat puncak gunung es, komplotan yang masih beroperasi mungkin jumlahnya jauh lebih besar lagi.

Yang terbaru, Polisi mengungkap kasus pengoplosan air mineral di Cilegon, Banten. “Pada Sabtu, 16 Juli 2022, sekitar pukul 13.00 WIB, anggota kami melaksanakan patroli, kemudian menemukan ada salah satu agen minuman yang mengganti merek salah satu kemasan galon air minum dengan kemasan merek air mineral ternama,” kata Kapolres Cilegon, AKBP Eko Tjahyo Untoro, kepada para  jurnalis, Jumat (22/7).

Lima orang berhasil dicokok di tempat yang ironisnya sehari-hari dikenal sebagai agen penyalur air mineral tersebut. Kelima pelaku masing-masing berbagi peran. “Dua orang anak buahnya mempersiapkan dan membersihkan galon, untuk selanjutnya diisi dengan air depo,” katanya. Pelaku MB merupakan agen penyalur air mineral sekaligus pemilik depo. “Pelaku lainnya bertugas mengganti tutup galon dengan tutup galon air mineral merek ternama yang sudah dibeli dengan harga 5.000 per satuan," jelasnya. 

“Setiap hari para pelaku bisa memproduksi kurang lebih 100 galon atau dalam satu bulan bisa memproduksi 2.500 galon,” katanya. “Mereka menjual galon yang sudah ditempel merek dan tutup botol kemasan mereka ternama dengan harga Rp 16.000 per galon, padahal modal isi ulangnya cuma Rp 5-6 ribu. Jika ditotal, komplotan pengoplos galon ini meraup keuntungan hingga mencapai Rp 28 juta per bulan. Aktivitas pengoplosan ini sudah berlangsung selama dua tahun," katanya. 

Sayangnya, salah seorang tersangka yang merupakan pemasok tutup botol galon merek ternama, yang digunakan untuk mengelabui konsumen, masih dalam pencarian dan masuk  dalam daftar pencarian orang (DPO). Hal ini sekaligus menunjukkan besarnya praktik jual beli tutup botol galon merek terkenal, yang ternyata menjadi bisnis yang sangat diminati  karena laku di pasaran. 

Maraknya kasus komplotan pengoplos air isi ulang di Indonesia mirip dengan yang terjadi di India. Pada 2006 dan 2018, misalnya, terjadi kasus yang bikin heboh India: yakni pemalsuan air dalam kemasan botol. Modus pelaku pun mirip dengan di Indonesia, botol bekas kosong diisi air keran, lalu dijual ke pasaran dengan harga murah. Koran The Hindustan Times secara tepat menggambarkan praktik bisnis kotor ini dengan kalimat, “… sangat laku terjual saat  musim kemarau tiba, dan amat sangat menguntungkan sebab pembuatannya tak perlu modal besar," katanya. 

“Secara umum, para pembeli mengabaikan segel tutup botol di air botolan, dan ini yang membuat bisnis air botolan palsu ini laku keras,” tulis The Hindustan Times.

Di Indonesia, praktik pengoplosan air minum  ini sudah beberapa kali memakan korban pada 2015 dan 2018. Pada 2018, misalnya, air galon palsu membuat seorang korban bernama Andi (15) menderita diare parah dan muntah-muntah hingga di rawat di rumah sakit. Remaja yang tinggal di sebuah kompleks perumahan di Tangerang, Banten, ini meminum air mentah yang bersumber dari air galon mineral palsu yang diproduksi tetangganya sesama penghuni kompleks perumahan.

Lebih brutal dari lagi, komplotan pengoplos di Indonesia biasa memasukkan air keran dan air sumur ke dalam galon air minum isi ulang. Bahkan pada kemasan botolan, para pelaku nekad mengisikan air yang  bersumber dari tempat-tempat berbahaya seperti sumur, sungai, bahkan air got. Bagaimana cara menjernihkan air keruh yang bersumber dari sumur atau air comberan? Sungguh sadis, pelaku bisnis air botolan palsu bahkan berani memasukkan bahan kimia seperti borak dan tawas agar air terlihat jernih.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sendiri sudah sering mengingatkan agar konsumen berhati-hati terhadap air kemasan palsu. Apalagi para  pelaku bisnis galon dan botol air mineral palsu sudah tahu cara membuat galon dan botol serta segel merek ternama terlihat seperti baru.

“Penelitian YLKI  juga menunjukkan banyak beredar air minum kemasan yang tidak memenuhi standar air minum,”  kata Pengurus Harian YLKI, Eliyani. “Betapa bahayanya kalau air mineral yang paling banyak dikonsumsi masyarakat mudah sekali dipalsukan. Tutupnya dijual di mana-mana  dan sama persis dengan tutup yang asli, sehingga masyarakat sulit membedakan mana yang asli dan yang palsu. Bisa dibilang keamanan air mineral dalam kemasan seperti ini jadi sangat diragukan.”

Berikut panduan YLKI kepada konsumen yang  ingin memastikan keamanan air mineral yang dibeli:

•   Secara fisik, air mineral palsu berwarna agak keruh. Konsumen  sebaiknya mengocok air terlebih dahulu. Jika warna berubah setelah dikocok, misalnya terlihat lebih keruh, maka sebaiknya tidak perlu diminum.

•   Bau air mineral asli dan palsu juga berbeda. Air mineral asli tidak berbau, sedangkan air mineral terkontaminasi akan menimbulkan bau tidak biasa.

•   Air mineral palsu rasanya lebih kesat. Di langit-langit mulut juga akan terasa ada seperti debu-debu yang menempel.

•   Konsumen perlu lebih teliti untuk mengecek  tanggal kedaluwarsa dan izin produksi. Jangan terjebak dengan merek dagang besar, dan pastikan tutup tak bocor.

Lantas, dari sisi produsen apa saja langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah kasus-kasus pemalsuan air mineral dalam kemasan agar tidak terus berulang? Pemalsuan air minum kemasan sebetulnya bisa dicegah. Menurut salah seorang praktisi air kemasan, salah satu tindakan pencegahan pemalsuan air mineral yang bisa dilakukan  adalah dengan menerapkan teknologi perlindungan kemasan dan menambahkan segel tutup galon atau botol yang sulit ditiru.

“Teknologi yang baik bisa melindungi kandungan air mineral tetap utuh hingga sampai ke tangan konsumen, dilengkapi dengan segel tutup galon  keras yang tidak gampang dipalsukan. Dengan demikian, selain kemasannya lebih terproteksi, juga  lebih aman dari kontaminasi udara luar serta pemalsuan,” katanya.

BERITA TERKAIT

Skincara Perkenalkan Lebih dari 25 Brand Asal Korea Melalui Exhibition Announcement

  NERACA Jakarta - Skincara, multibrand di Indonesia yang telah berpengalaman dalam menyukseskan beberapa brand seperti Nature Republic, Peripera, Haum…

Penuhi Keinginan Konsumen, MOVI Luncurkan Pod Kuy Saik

  NERACA   Jakarta – VRP (Vape Replacement Pod) atau yang lebih dikenal dengan pod open system sejuta umat kembali…

Potensi Masalah Baru dari Pelabelan BPA pada Air Kemasan

Rencana Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk merevisi Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, khususnya pelabelan…

BERITA LAINNYA DI Kesehatan

Skincara Perkenalkan Lebih dari 25 Brand Asal Korea Melalui Exhibition Announcement

  NERACA Jakarta - Skincara, multibrand di Indonesia yang telah berpengalaman dalam menyukseskan beberapa brand seperti Nature Republic, Peripera, Haum…

Penuhi Keinginan Konsumen, MOVI Luncurkan Pod Kuy Saik

  NERACA   Jakarta – VRP (Vape Replacement Pod) atau yang lebih dikenal dengan pod open system sejuta umat kembali…

Potensi Masalah Baru dari Pelabelan BPA pada Air Kemasan

Rencana Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk merevisi Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, khususnya pelabelan…