Investasikan Dana Rp 1,76 Triliun - BliBli Akuisisi Saham Supra Boga Lestari

NERACA

Jakarta –Tren perusahaan starup unicorn IPO, seperti yang dilakukan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan juga bakal dilakukan Gojek dan Tokopedia (GoTo), rupanya bakal dilakukan pula PT Global Digital Niaga (Blibli.com). Namun sebelum rencanakan IPO, perusahaan starup milik Grup Djarum ini juga tengah mengakuisisi 51% saham PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC), perusahaan yang mengoperasikan supermarket Ranch Market, Farmers Market.

BliBli dalam keterangan resminya di Jakarta, kemarin mengungkapkan, tujuan rencana pengambilalihan adalah untuk pengembangan usaha dan perluasan ekosistem perseroan sebagai salah satu perusahaan e-commerce terkemuka di Indonesia. Pada aksi korporasi tersebut, Blibli mengakuisisi kepemilikan dari 7 entitas pemegang saham RANC, yakni PT Wijaya Sumber Sejahtera, PT Prima Rasa Inti, PT Gunaprima Karyaperkasa, PT Ekaputri Mandiri, Kusumodjojo, Suhamo Kusumodjojo, dan Harman Siswanto.

Perkiraan jumlah saham yang akan diambil alih sebanyak 797.888.628 saham yang mewakili 51% dari total modal ditempatkan dan modal disetor RANC yang dimiliki oleh para penjual, dimana transaksi tersebut akan mengakibatkan perubahan pengendalian atas Supra Boga Lestari.  Di mana, Perjanjian Pengikatan Pembelian Saham (PPPS) antara Global Digital Niaga dengan para penjual telah berlangsung pada 15 September 2021. Negosiasi dilakukan secara langsung oleh perseroan dengan para penjual. Dengan bergantung pada pemenuhan seluruh kondisi dan persyaratan sebagaimana diatur dalam perjanjian.

Rencana pengambilalihan ditargetkan dapat selesai selambat-lambatnya 40 hari kalender sejak penandatanganan perjanjian atau tanggal lainnya sebagaimana disepakati bersama oleh para pihak. Sampai dengan tanggal pengumuman negosiasi ini, perseroan tidak memiliki, baik langsung maupun tidak langsung, saham-saham yang telah diterbitkan oleh RANC.

Nantinya, jika akuisisi telah rampung, Blibli juga akan melaksanakan penawaran tender atas sisa saham dalam RANC yang wajib dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam POJK 9/2018. Sementara itu, belum ada nilai kesepakatan dana yang diungkapkan dalam pernyataan itu. Adapun, 51% saham bernilai sekitar Rp 1,76 triliun, berdasarkan harga terakhir saham RANC yang diperdagangkan Rp 2.200 per saham pada hari Rabu (15/9).

Di sisi lain, Blibli.com dikabarkan akan melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal tahun 2022. Bahkan, menurut sumber Bloomberg, telah memilih penasihat terkait rencana Blibli untuk melantai di bursa saham. Perusahaan akan mengambil langkah IPO dengan bekerja sama bersama Credit Suisse Group AG dan Morgan Stanley untuk menjajaki kemungkinan penjualan saham pertama kali. Blibli adalah produk pertama PT Global Digital Niaga yang merupakan anak perusahaan Djarum di bidang digital.

BERITA TERKAIT

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Gandeng Tokopedia - Pyridam Farma Bidik Pasar Consumer Health

Emiten distribusi obat-obatan modern dan tradisional serta alat kesehatan, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) semakin serius memasuki pasar consumer health…

Modernisasi Logistik, Penjualan ZBRA Meroket Hingga 30.830%

NERACA Jakarta – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) menjalankan strategi bisnis dengan melakukan digitalisasi untuk mengembangkan bisnis perusahaan. Melalui PT…

Pefindo Pertahankan Rating A Obligasi BRPT

NERACA Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idA untuk obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2020 seri…