Garap Proyek PLTA di Bengkulu - Bangun Tirta Lestari Raih Pinjaman US$ 40 Juta

NERACA

Jakarta – Danai proyek pembangkit listrik, PT Bangun Tirta Lestari yang merupakan anak usaha PT Kencana Energi Kencana Tbk (KEEN) meraih faslitas kredit senilai US$ 40 juta dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Hal itu tertuang dalam perjanjian kredit antara BMRI dan KEEN pada tanggal 19 Januari 2021. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, dana pinjaman itu akan digunakan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Air Putih 3 X 7 MW di Desa Ladang Lebong, Bengkulu. Perseroan menegaskan, fasilitas kredit ini tidak berdampak material yang merugikan terhadap kegiatan operasional, hukum, keuangan maupun kelangsungan usaha. Adapun dalam laporan keuangan perseroan periode 30 September 2020 lalu, tercatat kewajiban jangka pendek perseroan sebesar Rp326,6 miliar dan kewajiban jangka panjang sebesar Rp1,27 triliun.

Sebagai informasi, saat ini PT Kencana Energi Lestari Tbk tengah mengembangkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Pakkat 2 35 MW di Sumatera Utara, PLTA Kalaena 75 MW di Sulawesi Selatan dan PLTA Salu Uro 90 MW juga di Sulawesi Selatan. Direktur Keuangan KEEN, Giat Widjaja pernah bilang, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 500 juta untuk tiga proyek tersebut dengan total pengembangan 200 MW.”Kebutuhan modal untuk pengembangan tiga proyek ditaksir mencapai US$ 500 juta, “ujarnya.

Disampaikannya, perseroan dalam pengembangan bisnis energi baru terbarukan akan mencari investor strategis dengan memadukan kemampuan dalam operasional, financing dan eksekusi proyek. Hanya saja, perseroan belum bisa menyebutkan investor darimana saja karena masih dalam negoisasi dan ditargetkan bisa disampaikan tahun depan. Perseroan, lanjutnya, tidak tertutup kemungkinan menggandeng investor lokal dan dipastikan hanya membutuhkan satu investor.

Perseroan memiliki target besar dalam pengembangan energi baru terbarukan. Dimana dalam lima tahun bisa mengembangkan energi sebesar 500 MW dan 10 tahun kedepan menjadi 1000 MW. Maka guna memenuhi target tersebut, menggandeng investor strategis menjadi pilihannya. Saat ini, disampaikan Wakil Presiden Direktur PT Kencana Energi Lestari Tbk, Wilson Maknawi, ada beberapa calon investor yang sedang menjajaki peluang untuk berpartisipasi membesarkan bisnis KEEN dengan mengambilalih sekitar 20% sampai 25% saham.

Disebutkan, calon investor tersebut terdiri dari strategic investor besar yang bergerak di bidang renewable energy, baik strategic investor internasional maupun nasional. Strategic investor tersebut diharapkan mempunyai visi dan misi yang sama dengan Kencana Energi, serta dapat menciptakan sinergi dalam rangka mempercepat pembangunan dan menyediakan EBT di Indonesia yang bersifat energi bersih, ramah lingkungan dan berkelanjutan serta membantu pemerintah mewujudkan pencapaian bauran energi EBT sebesar 23% di tahun 2025.

 

 

BERITA TERKAIT

Penjualan Rokok Turun 19,3% - HM Sampoerna Genjot Sigaret Kretek Tangan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan rokok di tahun ini, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) bakal memacu penjualan segmen sigaret…

PTPP Raih Kontrak Mandalika Rp 940 Miliar

Jakarta - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), BUMN konstruksi dan investasi, menandatangani kontrak perjanjian kerjasama dalam pembangunan Paket I Mandalika…

Investasikan Dana Rp 2,43 Triliun - Macquarie Capital Serap Saham Merdeka Copper

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Penjualan Rokok Turun 19,3% - HM Sampoerna Genjot Sigaret Kretek Tangan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan rokok di tahun ini, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) bakal memacu penjualan segmen sigaret…

PTPP Raih Kontrak Mandalika Rp 940 Miliar

Jakarta - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), BUMN konstruksi dan investasi, menandatangani kontrak perjanjian kerjasama dalam pembangunan Paket I Mandalika…

Investasikan Dana Rp 2,43 Triliun - Macquarie Capital Serap Saham Merdeka Copper

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu…