Fokus Usaha di Dalam Negeri - ROTI Resmi Lepas 55% Saham Sarimonde Foods

NERACA

Jakarta – Emiten produsen roti bermerek Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) telah resmi melepas seluruh lembar saham atau sebanyak 55% kepemilikan pada Sarimonde Foods Corporation (SMFC), anak usaha perseroan yang berkedudukan di Filipina pada tanggal 11 Januari 2021. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menjual 55% saham anak usaha itu kepada  Monde Nissin Corporation (MNC)  dengan nilai jual  256.150.000 Philipina Peso. Pelepasan saham di Philipina itu dimaksudkan agar perseroan dapat lebih berkonsentrasi kepada pengembangan usaha perseroan dalam negeri. Selain itu, perseroan menegaskan tidak  memiliki hubungan afiliasi dengan MNC dan nilai transaksi tidak material.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan tidak memasang target tinggi karena mempertimbangkan kondisi sepanjang tahun 2020 kinerja mengalami penurunan secara tahunan (yoy). Perseroan saat ini tengah membangun dua pabrik baru masing-masing di Banjarmasin dan Pekanbaru. Rencananya pabrik tersebut akan beroperasi di kuartal I-2021 dan bisa meningkatkan kapasitas produksi dari 5 juta roti per hari menjadi 5,5 juta roti per hari.

Mengutip laporan keuangan kuartal III-2020, penjualan bersih produsen Sari Roti ini turun 0,81% (yoy) menjadi Rp 2,44 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, Sari Roti mengantongi penjualan Rp 2,46 triliun. Sedangkan laba bersih ROTI tergerus 39,9% yoy dari Rp 211,7 miliar menjadi Rp 127,2 miliar. Berdasarkan progres kinerja secara kuartalan, khusus di kuartal tiga saja ROTI mengantongi pendapatan sebesar Rp 766 miliar, naik dari kondisi di kuartal II-2020 yang hanya mengantongi Rp 761,2 miliar. Laba bersih juga tercatat naik signifikan dari Rp 13,6 miliar menjadi Rp 35,8 miliar.

Head Investor and Public Relations Nippon Indosari, Hadi Susilo pernah bilang, terjadi penurunan di kuartal dua tetapi di kuartal III-2020 mulai ada peningkatan. Sisi positifnya di wilayah barat dan timur terus menunjukkan peningkatan 3,5% secara kuartalan dan bahkan di Jawa tetap bisa jaga flat dibanding kuartal II. “Ini akan terus kita jaga pertumbuhannya di kuartal empat bahkan di 2021 karena pabriknya sudah jadi," jelas Hadi.

 

 

 

 

BERITA TERKAIT

Minim Sentimen Positif Bawa IHSG Terkoreksi

NERACA Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (14/1) sore kemarin, ditutup di zona…

Optimisme Pemulihan Ekonomi - Pasar Saham Masih Menarik Investor Asing

NERACA Jakarta – Meski sentiment negatif pandemi Covid-19 masih menghantui perekonomian Indonesia dan termasuk pasar saham, namun menurut PT Manulife…

Geliat Bisnis Ban ke Amerika - Menakar Kekuatan Fundamental Gajah Tunggal

NERACA Jakarta – Kabar investor kawakan Lo Kheng Hong borong saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membawa harga saham emiten…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Minim Sentimen Positif Bawa IHSG Terkoreksi

NERACA Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (14/1) sore kemarin, ditutup di zona…

Optimisme Pemulihan Ekonomi - Pasar Saham Masih Menarik Investor Asing

NERACA Jakarta – Meski sentiment negatif pandemi Covid-19 masih menghantui perekonomian Indonesia dan termasuk pasar saham, namun menurut PT Manulife…

Geliat Bisnis Ban ke Amerika - Menakar Kekuatan Fundamental Gajah Tunggal

NERACA Jakarta – Kabar investor kawakan Lo Kheng Hong borong saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membawa harga saham emiten…