Ekonom: Tiga Sektor Potensial Pulihkan Ekonomi 2021

NERACA

Jakarta - Ekonom Josua Pardede mengungkapkan ada tiga sektor usaha yang potensial memulihkan perekonomian Indonesia pada 2021 karena sektor tersebut tumbuh positif selama tahun 2020. "Tiga sektor itu adalah pertanian, informasi dan teknologi serta jasa kesehatan," kata ekonom Bank Permata tersebut yang dihubungi di Jakarta, seperti dikutip Antara, kemarin (26/11).

Ia mendorong pemerintah menggenjot tiga sektor usaha itu pada 2021 karena merupakan kebutuhan utama masyarakat di tengah pandemi. Sektor pertanian khususnya terkait pangan, digitalisasi dalam sektor informasi dan teknologi serta jasa kesehatan, kata dia, ketiganya berperan mendukung kebutuhan di kala pandemi COVID-19.

Ia mengharapkan pemerintah melanjutkan stimulus atau insentif diberikan kepada sektor usaha yang potensial menggenjot perekonomian 2021. Sedangkan sektor yang selama ini terpuruk seperti perdagangan, manufaktur dan pariwisata, lanjut dia, diyakini akan tumbuh signifikan setelah proses vaksinasi berlangsung efektif.

Meski, lanjut dia, pemulihan di sektor pariwisata diperkirakan memerlukan waktu yang tidak singkat karena terkait dengan kepercayaan masyarakat terkait pengeluaran mereka menyikapi perkembangan pandemi COVID-19.

Khusus sektor pariwisata, ia mengharapkan pemerintah memberikan insentif berupa diskon tiket pesawat atau diskon perhotelan ketika pemulihan terjadi, yang sempat dianggarkan dan ditunda ketika pertama kali Indonesia terdampak pandemi.

Sementara itu, dalam APBN 2021 pemerintah menerapkan kebijakan strategis di antaranya melanjutkan proyek infrastruktur yang sempat tertunda pada 2020 dengan alokasi sebesar Rp413,8 triliun. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk informasi teknologi (ICT) sebesar Rp29,6 triliun menyikapi besarnya pengaruh digitalisasi ketika pandemi.

Anggaran kesehatan sebesar Rp169,7 triliun, perlindungan sosial Rp421,7 triliun, pariwisata Rp15,7 triliun, ketahanan pangan Rp104,2 triliun dan pendidikan sebesar Rp550 triliun.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2021 akan fokus kepada empat hal."Pertama, penanganan kesehatan. Ini masih dalam hal penanganan COVID-19 utamanya akan fokus kepada vaksinasi," kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu (25/11).

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa tahun 2021 kepada para menteri, kepala lembaga serta kepala daerah.

Penyerahan itu disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, para menteri Kabinet Indonesia Maju, Ketua DPR Puan Maharani sedangkan para kepala lembaga dan kepala daerah mengikuti acara melalui "video conference". "Oleh sebab itu anggaran yang berkaitan dengan penguatan sarana prasarana kesehatan, seperti laboratorium, penelitian dan pengembangan, sangat diperlukan," tambah Presiden.

Fokus kedua berkaitan dengan perlindungan sosial terutama bagi kelompok kurang mampu dan rentan."Ketiga, program pemulihan ekonomi terutama dukungan terhadap UMKM dan dunia usaha," ungkap Presiden.

Fokus keempat adalah untuk membangun fondasi yang lebih kuat dengan melakukan reformasi struktural baik kesehatan pendidikan perlindungan sosial dan bidang lainnya."Dalam APBN 2021, pemerintah mengalokasi belanja Rp2.750 triliun, ini tumbuh 0,4 persen dibanding alokasi belanja di APBN 2020," tambah Presiden.

Presiden Jokowi meminta kepada seluruh menteri, pimpinan lembaga dan kepala daerah untuk segera membelanjakan anggarannya.

"Terutama yang punya anggaran-anggaran besar seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian dan lainnya yang memiliki anggaran yang besar, daerah juga sama lakukan lelang sedini mungkin, di bulan desember ini," perintah Presiden. mohar

 

 

BERITA TERKAIT

EPIDEMIOLOG NILAI KEBIJAKAN PPKM SETENGAH HATI - BI: Pertumbuhan Alami Perbaikan di Semester II-2020

Jakarta-Laporan Bank Indonesia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II-2020 mulai mengalami perbaikan. Hal ini seiring dengan pelonggaran kebijakan Pembatasan…

Investasi Industri Tumbuh Melesat Dua Digit

NERACA Jakarta - Sektor industri masih konsisten memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional melalui realisasi penanaman modal. Sepanjang tahun 2020,…

MENCAPAI TARGET INVESTASI 2021 RP 900 TRILIUN - Kepala BKPM: Ada Sejumlah Syarat Wajib Terpenuhi

Jakarta-Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, ada sejumlah syarat agar investasi mencapai Rp900 triliun di Indonesia sesuai…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

MENCAPAI TARGET INVESTASI 2021 RP 900 TRILIUN - Kepala BKPM: Ada Sejumlah Syarat Wajib Terpenuhi

Jakarta-Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, ada sejumlah syarat agar investasi mencapai Rp900 triliun di Indonesia sesuai…

Alokasi Anggaran PEN 2021 Bakal Naik Lagi

  NERACA Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan proyeksi alokasi anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun…

MODAL AWAL LPI RP 15 TRILIUN DARI APBN - Menkeu: Dividen LPI ke Pemerintah 30%

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) dapat memberikan laba kepada pemerintah…