Ketersediaan Vaksin Covid-19 Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

NERACA

Jakarta-Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Arif Budimanta, menyebutkan ketersediaan vaksin menjadi salah satu kunci dalam penanganan pandemi covid-19. Termasuk juga untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang saat ini sudah mulai menunjukkan perkembangan yang positif.

Maka dari itu, vaksin ini tengah diusahakan agar bisa segera diadakan pada akhir 2020, atau paling lambat awal tahun depan. "Apakah di akhir 2020 ataupun nanti di awal 2021 tapi lebih cepat akan menjadi lebih baik bagi perekonomian," ujar Arif dalam diskusi virtual, pekan lalu.

Di sisi lain, Arif mengatakan pemerintah terus menjalankan rencana yang sudah tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi perlindungan sosial.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan imunisasi ialah kunci daripada pemulihan ekonomi yang terimbas virus corona. Sejauh ini, Indonesia tercatat negara kelima yang dianggap kontraksi ekonominya lebih rendah dari yang lain.

"Kita sudah melihat recovery daripada Purchasing Manager Index (PMI) walaupun turun sedikit karena PSBB," ujar Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPCPEN) Airlangga Hartarto saat press conference virtual Update Komite KPCPEN di Graha BNPB Jakarta, Senin (12/10).

Belajar dari berbagai permasalahan ekonomi, lanjut Airlangga, ekonomi itu akan membaik pada saat sains dan teknologi sudah bekerja. "Dalam konteks pandemi ini adalah imunisasi," lanjutnya.

Sebagai langkah utama menghadapi dan menjinakkan pandemi Covid-19, pemerintah bekerja keras untuk melakukan imunisasi yang akan dilakukan secara bertahap.

Begitu ada imunisasi, diperkirakan banyak individu bisa memiliki kekebalan tubuh atas suatu penyakit. Lalu, begitu banyak orang sudah imun, terbentuklah kekebalan kelompok (herd immunity). Terbentuknya kekebalan kelompok menjadi modal penting untuk memulihkan ekonomi.

Dengan adanya imunisasi ini maka akan menumbuhkan optimisme. "Dan optimisme itu dampak positifnya dua, yaitu terhadap penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Sehingga yang terlihat adalah optimisme bahwa di tahun 2021 nanti dengan mulainya imunisasi, perekonomian Indonesia akan tumbuh 4,5 %- 5,5%,” ujar Airlangga.

Selain itu, Chief Economics Danareksa Research Institute, Moekti Prasetiani Soejachmoen, mendorong kelompok masyarakat menengah atas untuk lebih aktif membelanjakan uang simpanannya. Sehingga diyakini akan berdampak baik bagi bisnis UMKM yang tengah terpukul parah akibat pandemi Covid-19.

"Saat ini banyak kelompok menengah ke atas yang masih menahan di perbankan, pasar modal dan tidak masuk ke perekonomian belanja barang. Padahal dari sisi bisnis UMKM sangat tergantung akan permintaan," ujarnya dalam webinar bertajuk "Merajut Asa 2021: Vaksin Bikin Makin Yakin", pekan lalu.

Moekti mengatakan, selama pandemi Covid-19 berlangsung banyak pelaku UMKM yang dihadapkan pada kondisi sulit, bahkan terancam gulung tikar. Antara lain disebabkan oleh turunnya permintaan terhadap produk UMKM. "UMKM dari sisi suplai masih bisa berproduksi. Akan tetapi kalau tidak ada permintaan di sini sulit untuk menjaga usahanya," ujarnya.

Maka dari itu, dia meminta bantuan kelas menengah atas agar mau mengalokasikan uang simpanannya untuk membeli produk UMKM, khususnya selama pandemi Covid-19 berlangsung. Sehingga kelangsungan bisnis UMKM diyakini dapat lebih terjaga. "Dan ternyata ini bagus, kalau (kelas menengah atas) meningkatkan belanja. Karena sisi bisnis UMKM sangat tergantung dari permintaan untuk menjaga usahanya," ujarnya. mohar

BERITA TERKAIT

STANDAR WHO MAKSIMAL 5% - Positivity Rate Covid-19 di Indonesia Masih Tinggi

Jakarta-Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, mengatakan positivity rate Covid-19 di Indonesia per 29 November 2020…

NTP Jadi Barometer Ekonomi Petani

NERACA Jakarta – Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan petani melalui kemampuan daya beli…

BRI DAN BCA UNGGUL DI INDONESIA - Susba: 75% Bank di ASEAN Meningkat Signifikan

Jakarta-Laporan hasil penelitian lembaga Sustainable Banking Assessment (Susba) tahun ini mengungkapkan, 75% bank-bank di ASEAN mengalami perkembangan yang signifikan. Hampir…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

STANDAR WHO MAKSIMAL 5% - Positivity Rate Covid-19 di Indonesia Masih Tinggi

Jakarta-Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, mengatakan positivity rate Covid-19 di Indonesia per 29 November 2020…

NTP Jadi Barometer Ekonomi Petani

NERACA Jakarta – Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan petani melalui kemampuan daya beli…

BRI DAN BCA UNGGUL DI INDONESIA - Susba: 75% Bank di ASEAN Meningkat Signifikan

Jakarta-Laporan hasil penelitian lembaga Sustainable Banking Assessment (Susba) tahun ini mengungkapkan, 75% bank-bank di ASEAN mengalami perkembangan yang signifikan. Hampir…