VAKSIN CORONA SIAP PADA AWAL 2021 - Satgas: Masyarakat Tak Perlu Takut Tracing

Jakarta-Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta masyarakat tidak khawatir atau takut dengan penelusuran kontak (tracing) yang dilakukan petugas kesehatan guna menelusuri orang-orang yang pernah terlibat erat dengan satu orang positif Covid-19 dalam 14 hari terakhir. Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan vaksin virus corona akan tersedia pada akhir 2020 atau awal 2021, yang akan disuntikkan ke 170 juta hingga 180 juta penduduk di Indonesia.

NERACA

"Jadi kita ingatkan kepada masyarakat Indonesia agar tidak takut untuk dilakukan penelusuran kontak. Atau jangan sampai juga kita berbicara bohong saya enggak pernah serumah (dengan pasien Covid-19), padahal serumah," tegas anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Dr. Dewi Nur Aisyah kepada pers di Graha BNPB Jakarta, Rabu (30/9).

Menurut dia, penelusuran kontak tersebut sangat penting dilakukan guna mengungkap orang-orang yang pernah berhubungan erat dengan satu pasien Covid-19 yang dilaporkan sehingga memutus mata rantai penularan Covid-19 yang bisa terus terjadi jika tidak ditelusuri. "Jadi jangan sampai (berbohong). Kenapa? Karena dengan kita berbohong ke petugas dapat mengakibatkan penularan yang berlanjut kepada orang-orang di sekitar," ujarnya.

Kejujuran orang-orang yang ditelusuri riwayat kontaknya itu, menurut Dewi, dibutuhkan agar petugas medis benar-benar dapat memahami kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan dan dapat mengungkap kemungkinan orang lain yang terinfeksi Covid-19 akibat pernah berhubungan erat dengan satu pasien yang dilaporkan.

Dewi mengatakan dengan melakukan penelusuran terhadap satu orang yang dilaporkan positif tersebut, petugas medis dapat menemukan pohon faktor lain yang berpotensi menjadi sumber penularan lain di tengah masyarakat. Sehingga dengan mengetahui secara dini orang-orang yang berpotensi menjadi sumber penularan Covid-19, risiko penyebaran virus berbahaya itu dapat segera diputus.

Sementara itu, Jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga Rabu (30/9) mencapai 287.008 orang. Angka tersebut bertambah sebanyak 4.284 kasus dari hari sebelumnya.

Dari jumlah itu, sebanyak 214.947 orang dinyatakan sembuh dan 10.740 orang meninggal dunia, sesuai data Kementerian Kesehatan per pk. 12.00 WIB.

Berdasarkan data Kemenkes, pasien sembuh kemarin bertambah 4.510 orang dan pasien meninggal bertambah 139 orang. Angka sembuh hari ini menjadi yang tertinggi dari awal kasus diumumkan 2 Maret 2020. Sementara jumlah suspek Covid-19 per 30 Sept. 2020 mencapai 131.693 suspek orang dan spesimen yang diperiksa 45.496 spesimen.

PSBB Jabar Diperpanjang

Pada bagian lain, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memutuskan untuk melakukan perpanjangan keenam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional. Perpanjangan berlaku sejak 30 September hingga 27 Oktober 2020.

Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.575-Hukum/2020 tentang Perpanjangan Keenam PSBB Proporsional di Wilayah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi). "Memperpanjang pemberlakuan PSBB Proporsional di wilayah Bodebek dalam rangka percepatan penanganan Covid19 sampai dengan 27 Oktober 2020," tulis Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) dalam surat resminya, kemarin.

RK meminta pemimpin daerah di Bodebek untuk menerapkan PSBB Proporsional dalam skala mikro sesuai level kelas kewaspadaan masing-masing daerah. Kemudian masyarakat yang berdomisili atau melakukan aktivitas di Bodebek wajib mematuhi ketentuan yang berlaku.

"Masyarakat yang berdomisili atau melakukan aktivitas di Bodebek wajib mematuhi ketentuan peraturan perundangan dan secara konsisten menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19," ujarnya.

Selanjutnya, PSBB proporsional sebagaimana dimaksud dalam diktum Kesatu dapat diperpanjang apabila masih ada terdapat bukti penyebaran Covid19. Perpanjangan keenam PSBB proporsional dilakukan karena dari rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 (GTPPC) Jabar, belum terdapat indikasi penurunan penyebaran. "Sehingga perlu melanjutkan PSBB di wilayah Bodebek secara proporsional untuk menghambat laju penularan secara efektif," ujar RK.

Terpisah, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, saat ini status Kota Depok berada di resiko tinggi atau zona merah. Sebelumnya sempat menjadi zona orange atau risiko sedang.

"Saat ini hari senin kemarin kita sudah diumumkan oleh Satgas pusat Depok zona merah bersama dengan Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Cilegon, merah semua termasuk seluruh DKI. Jadi penyebaran Covid-19 di Jabodetabek hampir merata peningkatannya tren kasusnya cukup tinggi," ujar Dadang seperti dikutip merdeka.com.

Vaksin Siap Awal 2021

Secara terpisah, Presiden Jokowi mengatakan vaksin virus corona (Covid-19) akan tersedia akhir 2020 atau awal 2021. Menurut dia, vaksin akan disuntikkan ke 170 juta hingga 180 juta penduduk di Indonesia. Jokowi menyampaikan hal itu saat memberikan bantuan modal kerja kepada para pedagang kecil di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

"Insyaallah akhir tahun atau awal tahun depan vaksinnya sudah bisa disuntikkan. Artinya situasi sudah bisa normal kembali, tetapi yang disuntik kurang lebih 170-180 juta. Butuh berapa bulan, juga ini memerlukan kerja keras kita semua," ujar Presiden.

Dia memahami bahwa pandemi corona membawa dampak negatif bagi perekonomian masyarakat. Jokowi menjelaskan kondisi ini bukan hanya dialami pengusaha mikro kecil, namun juga menengah dan besar.

Namun Jokowi mengakui bahwa tak semua masyarakat bisa mendapatkan vaksin. Kata Jokowi, masih harus bekerja lebih lagi untuk memenuhi kebutuhan vaksin. "Insya Allah akhir tahun atau awal tahun depan vaksinnya sudah bisa disuntikkan, artinya situasi sudah bisa normal kembali, tapi yang disuntik kurang lebih 170 - 180 juta, butuh berapa bulan juga ini memerlukan kerja keras kita semua," tutur dia.

Presiden juga meminta para pekerja dan usaha rumahan untuk tetap bisa bertahan. Karenanya, Jokowi mengatakan hari ini pemerintah memberikan bantuan modal kerja bagi para pedagang maupun masyarakat.

"Jangan sampai ada tutup, harus buka lagi, karena begitu keadaan normal ada yang ngisi yang lain, saat normal bapak usahanya berjalan kalau sudah tutup haduh untuk mulai lagi tidak mudah karena mungkin akan diisi pesaing yang lain," ujarnya.

Untuk itu, dia meminta para pedagang kecil dan mikro bertahan di tengah pandemi dan tak menutup usaha. Jokowi menilai apabila kondisi sudah kembali normal, akan lebih sulit nantinya membuka usaha baru. "Usahakan harus bertahan seperti yang saya sampaikan vaksin bisa disuntikkan," tutur dia.

Adapun bantuan modal kerja yang diberikan ke masing-masing pedagang sebesar Rp2,4 juta. Bantuan ini sebagai tambahan modal bagi pedagang kecil yang terdampak akibat pandemi Covid-19. "Kita harapkan dengan tambahan bantuan modal kerja ini, Bapak Ibu bisa bertahan, jangan sampai ada yang tutup," ujarnya. bari/mohar/fba

BERITA TERKAIT

HASIL SURVEI MARKPLUS - Sekitar 99% Publik Setuju Bangun Infrastruktur Perhubungan

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur yang terus digenjot oleh pemerintah, mulai dirasakan dampaknya bagi perekonomian masyarakat, khususnya pembangunan yang…

PEMERINTAH FOKUS LAPANGAN KERJA DAMPAK COVID-19 - Presiden: UU Ciptaker Permudah Milenial Buat Usaha

Jakarta-Presiden Jokowi menegaskan, UU Cipta Kerja akan mempermudah generasi milenial dan UMKM untuk membuat dan mengembangkan bisnis. UU akan menghilangkan…

UU OMNIBUS LAW MAMPU CIPTAKAN 3 JUTA LAPANGAN KERJA BARU - Presiden Optimistis Ekonomi RI Segera Pulih

Jakarta-Presiden Jokowi optimistis perekonomian Indonesia segera pulih setelah terdampak krisis akibat pandemi virus Covid-19. Sementara itu, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

HASIL SURVEI MARKPLUS - Sekitar 99% Publik Setuju Bangun Infrastruktur Perhubungan

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur yang terus digenjot oleh pemerintah, mulai dirasakan dampaknya bagi perekonomian masyarakat, khususnya pembangunan yang…

PEMERINTAH FOKUS LAPANGAN KERJA DAMPAK COVID-19 - Presiden: UU Ciptaker Permudah Milenial Buat Usaha

Jakarta-Presiden Jokowi menegaskan, UU Cipta Kerja akan mempermudah generasi milenial dan UMKM untuk membuat dan mengembangkan bisnis. UU akan menghilangkan…

UU OMNIBUS LAW MAMPU CIPTAKAN 3 JUTA LAPANGAN KERJA BARU - Presiden Optimistis Ekonomi RI Segera Pulih

Jakarta-Presiden Jokowi optimistis perekonomian Indonesia segera pulih setelah terdampak krisis akibat pandemi virus Covid-19. Sementara itu, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia…