Kementan Gandeng TNI-AD Jaga Ketahanan Pangan

NERACA

Jakarta - Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertanian, maka dibutuhkan kekuatan dan kebersamaan dari semua pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia Angkatangan Darat (TNI-AD).

Terkait hal tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng TNI-AD untuk memperkokoh dukungan pendampingan, percepatan tanam dan peningkatan produksi komoditas tanaman pangan melalui program food estate dan pendampingan pengembangan sapi. Program ini untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok utamanya padi, jagung, dan daging sapi dan  komoditas pertanian lain seperti sayuran, buah, perkebunan utamanya kelapa, serta ternak itik.

 "Secara umum TNI siap mendampingi seluruh akselerasi dari program Kementan baik secara teknis maupun secara fisik. Karena kalau kesiapan pangan dalam negeri kita sudah cukup maka ekspor sangat terbuka lebar," ujar Syahrul Yasin Limpo saat menandatangani MoU dengan TNI-AD.

Syahrul juga menyampaikan bahwa kerjasama yang dilakukan tersebut sebagai bentuk pendampingan dalam rangka pelaksanaan program pembangunan pertanian.

Adapun budidaya yang dilakukan di food estate tersebut diharapkan dapat menguatkan aneka ragam tanaman pangan seperti subsektor hortikukultura, perkebunan dan peternakan. "Komoditi kita kan bukan hanya padi saja, tetapi ada hortikultura, ada perkebunan dan ada peternakan. Insyaallah penggarapan lahan 30 ribu hektar akan dilakukan bulan depan dan dilanjutkan dengan penanaman," katanya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andhika Perkasa menegaskan bahwa pihaknya selalu siap untuk mendukung program ketahan pangan yang dicanangkan oleh Kementan. Menurutnya, TNI-AD dan Kementan sudah bekerjasama di banyak kegiatan dan kedepannya akan terus membantu Kementan dalam mempersiapkan pangan.

"Ketersediaan pangan merupakan suatu tugas besar negara. Kami merasa ini bagian dari tanggung jawab dan dalam hal ini kami sekali lagi siap bersama Kementan dalam me jaga ketahanan pangan," jelas Andhika.

Lebih lanjut, Kasad mengungkapkan pihaknya merasa menjadi bagian dari tanggung jawab itu. "Dalam hal ini kebetulan Mentan (Menteri Pertanian) ingin menggandeng, maka kami siap," ujarnya. Kesiapan itu oleh Jenderal Andhika sudah dibuktikan di Kalimantan Tengah. Pengolahan lahan tahap pertama pada program food estate yang terbilang sukses.

"Walaupun di dua kabupaten, yaitu Pulang Pisau dan Kapuas yang dimulai September ini. Target sebenarnya di bulan september hanya 1.921 hektar. Dan kita sampai hari ini sudah mengolah 4.200 hektar," ujar Andhika.

Capaian ini, menurut Kasad, tentu jauh melebihi dari target yang yang sudah ditentukan. Andhika optimis pada November, pengolahan lahan untuk Pulang Pisu akan terselesaikan yang kemudian akan dilanjutkan mengolah lahan di Kapuas pada Oktober hingga Desember 2020. Oleh karena itu, ketersediaan Alsintan berupa traktor roda empat apung harus segera direalisasikan.

"Ini kan lahannya rawa sehingga jika tidak dimodifikasi dengan ban apung bisa tenggelam. Saat ini,  sudah ada 217 traktor roda empat dan 30 sudah dimodifikasi menjadi traktor apung," kata Andhika.

Pengembangan rawa untuk pertanian dinilai sebagai langkah strategis dan prospektif guna menopang kebutuhan produksi pangan. Lahan ini memenuhi kecukupan produksi hampir komoditas pertanian. Dengan demikian diharapkan terwujudnya jaminan ketersediaan pangan berjangka panjang.

Food estate di Kalimantan Tengah berlokasi di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas. Pengembangan jangka panjang di Kalimantan Tengah meliputi penyediaan lahan baru berupa rehabilitasi lahan yang ada dengan meningkatkan sarana pendukung produktivitas lahan, terutama dari sisi pengairan dan drainase di lahan berawa. Pengembangannya guna menciptakan lumpung pangan baru di Kalimantan Tengah.

Area food estate ini adalah sisa dari lahan’’Program Sawah Sejuta Hektare’’ yang dirintis oleh Presiden Soeharto 30 tahun silam. Pada 2020 hingga 2021 ini terdapat 30 ribu hektare areal yang pertama akan digarap. Seluas 110 ribu hektare lainnya akan dilaksanakan pada anggaran 2022-2023 yang dibuat lebih produktif. Selebihnya, diharapkan bisa dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya. groho/iwan

BERITA TERKAIT

UU OMNIBUS LAW MAMPU CIPTAKAN 3 JUTA LAPANGAN KERJA BARU - Presiden Optimistis Ekonomi RI Segera Pulih

Jakarta-Presiden Jokowi optimistis perekonomian Indonesia segera pulih setelah terdampak krisis akibat pandemi virus Covid-19. Sementara itu, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia…

Industri Keuangan Syariah Berambisi Terbesar di Dunia

NERACA Jakarta-Pemerintah berkomitmen menjadikan industri keuangan syariah sebagai pertumbuhan ekonomi nasional baru. Menyusul Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim…

KEPALA DAERAH DIMINTA PANTAU DATA PANGAN - Jokowi Ingatkan Risiko Krisis Pangan

Jakarta-Presiden Jokowi mengingatkan kepala daerah tentang risiko krisis pangan di tengah pandemi Covid-19 seperti diungkapkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

UU OMNIBUS LAW MAMPU CIPTAKAN 3 JUTA LAPANGAN KERJA BARU - Presiden Optimistis Ekonomi RI Segera Pulih

Jakarta-Presiden Jokowi optimistis perekonomian Indonesia segera pulih setelah terdampak krisis akibat pandemi virus Covid-19. Sementara itu, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia…

Industri Keuangan Syariah Berambisi Terbesar di Dunia

NERACA Jakarta-Pemerintah berkomitmen menjadikan industri keuangan syariah sebagai pertumbuhan ekonomi nasional baru. Menyusul Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim…

KEPALA DAERAH DIMINTA PANTAU DATA PANGAN - Jokowi Ingatkan Risiko Krisis Pangan

Jakarta-Presiden Jokowi mengingatkan kepala daerah tentang risiko krisis pangan di tengah pandemi Covid-19 seperti diungkapkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian…