OJK Dukung Penggabungan Bank Syariah BUMN

NERACA

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik rencana Kementerian BUMN yang tengah foksu pada penggabungan anak-anak usaha bank syariah milik badan usaha milik negara (BUMN) menjadi entitas yang lebih kuat dan dapat menjadi market leader.

Ketua OJK, Wimboh Santoso, menyambut baik rencana merger bank syariah menjadi lembaga keuangan syariah yang lebih besar. Sehingga setelah merger, bank syariah memiliki aset yang sama dengan kelompok BUKU 4.”Kami menyambut baik rencana yang dilakukan oleh Menteri BUMN untuk membentuk sinergitas yang lebih besar lagi, sehingga akan menjadi bank syariah yang levelnya sama dengan buku 4,"ujarnya dalam webinar Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah di Jakarta, Senin (21/9).

Menurut dia, OJK memiliki komitmen tinggi untuk mengembangkan keuangan syariah berdaya saing tinggi dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat luas. Ada beberapa hal yang akan menjadi fokus OJK dalam arah pengembangan keuangan syariah ke depan. Selain penguatan kapasitas industri keuangan syariah, dalam pengembangan keuangan syariah perlu ada sinergi integrasi antara sektor riil, keuangan komersial, dan keuangan sosial.

Sektor tersebut dapat tumbuh bersama-sama dengan melibatkan secara aktif berbagai para pemangku kepentingan. Sinergi dilakukan antara pelaku industri halal, islamic social finance, dan organisasi kemasyarakatan berbasis agama, dan otoritas, institusi, maupun asosiasi. Ketiga, membangun demand terhadap produk keuangan syariah. Menurutnya, akan sulit membangun lebih cepat keuangan syariah nasional, jika permintaannya tidak diciptakan.

Meskipun Indonesia berpenduduk muslim terbesar di dunia, tingkat literasi keuangan syariah masih rendah yakni 8,11% dan tingkat inklusi keuangan syariah hanya 9,10%, sangat rendah dibandingkan dengan konvensional. Untuk itu, program peningkatan literasi dan perluasan akses keuangan syariah harus terus dan semakin diintensifkan. Dengan sosialisasi dan edukasi yang masif, diharapkan masyarakat akan lebih mengenal dan akan timbul keinginan untuk menggunakan produk dan layanan keuangan syariah.

Keempat, adaptasi digital yang lebih masif dalam ekonomi dan keuangan syariah. Pandemi telah mempercepat proses digitalisasi di dalam ekosistem ekonomi syariah dalam rangka memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat yang semakin go-digital di era new normal ini. Teknologi juga bisa dimanfaatkan untuk membuka akses keuangan ke daerah-daerah yang belum terjangkau. "Saat ini kami sudah mulai mendigitalisasi lembaga keuangan mikro. Digitalisasi ini tidak hanya di sisi akses keuangannya saja tapi dari hulu ke hilir sampai dengan digitalisasi proses bisnis UMKM-nya hingga pemasaran melalui e-commerce,"jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin seperti dikutip CNBCIndonesia,com pernah bilang, merger bank syariah BUMN merupakan langkah penting dalam pengembangan perbankan syariah di tanah air.”Supaya kita punya bank besar yang bisa menangani proyek-proyek yang besar sehingga bagi mereka yang ingin bergerak di syariah tidak kesulitan memperoleh pembiayaan, di samping tentu lembaga-lembaga keuangan non bank dan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Ini dalam rangka memperkuat sistem keuangan syariah di Indonesia," katanya.

Saat ditanya tenggat konsolidasi, Kiai Ma'ruf bilang paling lambat merger bank syariah pelat merah tuntas tahun depan."Supaya dia jadi bank besar yang bisa melayani lebih besar kebutuhan permodalan syariah," ujarnya.

Perihal kategori bank, Kiai Ma'ruf berharap hasil merger bank syariah itu akan setara dengan bank umum kelompok usaha (BUKU) IV. Sejauh ini sudah ada tujuh bank kategori BUKU IV antara lain tiga bank Himbara plus BCA, CIMB Niaga, Panin, dan Danamon."Kalau tiga atau empat bank ini disatukan ditambah lagi modalnya diperbesar saya kira kita harapkan dia akan menjadi paling nggak BUKU IV. Jadi dia bisa bersaing. Jangan sampai BUKU II paling tinggi BUKU III. Sehingga kemampuan menangani proyek-proyek berbasis syariah tentu lebih besar lagi. Itu salah satu upaya yang sedang kita lakukan," katanya. bani

 

BERITA TERKAIT

KEPALA DAERAH DIMINTA PANTAU DATA PANGAN - Jokowi Ingatkan Risiko Krisis Pangan

Jakarta-Presiden Jokowi mengingatkan kepala daerah tentang risiko krisis pangan di tengah pandemi Covid-19 seperti diungkapkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian…

Efektivitas Rapat APBD-P DKI 2020 Dipertanyakan

NERACA Jakarta - Direktur Eksekutif Center For Budget Analys (CBA) Uchok Sky Khadafi mempertanyakan efektivitas rapat kerja pembahasan perubahan Anggaran…

INDEF NILAI PELAKU EKONOMI BELUM SIAP ERA DIGITAL - Menkeu: Tantangan Besar Hadapi Teknologi Digital

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyadari masih terdapat tantangan yang harus diselesaikan pemerintah agar teknologi digital bisa dimanfaatkan oleh semua…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

KEPALA DAERAH DIMINTA PANTAU DATA PANGAN - Jokowi Ingatkan Risiko Krisis Pangan

Jakarta-Presiden Jokowi mengingatkan kepala daerah tentang risiko krisis pangan di tengah pandemi Covid-19 seperti diungkapkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian…

Efektivitas Rapat APBD-P DKI 2020 Dipertanyakan

NERACA Jakarta - Direktur Eksekutif Center For Budget Analys (CBA) Uchok Sky Khadafi mempertanyakan efektivitas rapat kerja pembahasan perubahan Anggaran…

INDEF NILAI PELAKU EKONOMI BELUM SIAP ERA DIGITAL - Menkeu: Tantangan Besar Hadapi Teknologi Digital

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyadari masih terdapat tantangan yang harus diselesaikan pemerintah agar teknologi digital bisa dimanfaatkan oleh semua…