Pemerintah Dorong Pengembangan Gasifikasi Batubara

Menariknya Penyediaan Bibit Kelapa Genjah 
Dengan meningkatkan kebutuhan terhadap kelapa eksotik khususnya kelapa genjah turut mendongkrak harga bibit di tingkat produsen benih. 
Indonesia memiliki beberapa kelapa genjah yang pertumbuh meningginya yang lambat, produksi lebuh cepat dan buahnya memiliki keunikan. Seperti halnya kelapa genjah pandang wangi yang air kelapanya terdapat aroma pandan, demikian kelapa genjah nias dan Bali yang bisa diolah nira dan buahnya dijadikan kelapa muda.
Tingginya kebutuhan dan terbatasnya jumlah pohon induk kelapa genjah membuat harga bibit kelapa genjah cukup tinggi. Zulham pengelola kebun sumber benih dan penangkar bibit kelapa genjah padang wangi yang memiliki pembibitan di Binjai, Sumut, menyebutkan harga bibit kelapanya dijual dengan harga Rp. 160 ribu per batang dalam polibeg. Walaupun cukup mahal ia mengaku permintaan cukup tinggi. 
Sementara Made Sukra dan penyedia penyedia bibit kelapa genjah kuning Bali maupun Kelapa genjah kuning Nias, menyebutkan jika harga bibit dalam polibeg di angka Rp. 55 ribu ha dalam polibeg. Bibit kelapanya juga relatif cukup tinggi karena besarnya permintaan swasta ataupun masyarakat karena buah kelapa genjah ini sering dimanfaatkan untuk kepentingan upacara dan untuk dijadikan kelapa muda karena rasanya yang spesifik. 
Namun penyediaan bibit kelapa genjah tidak mudah karena tingkat pertunasannya yang relatif rendah. Made Sukra mengaku bahwa tingkat keberhasilan menangkar butiran kelapa genjah hanya sekitar 50 persen, sementara panen dari kebunnya tidak seluruhnya digunakan untuk benih tapi juga untuk kepentingan konsumsi.
Ketua Umum Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia, Badaruddin Puang Sabang, menyebutkan jika para penyedia kelapa genjah telah melakukan pertemuan untuk membahas potensi yang ada dan menyampaikan informasi harga secara resmi kepada Organisasi yang dipimpinnya. Ini dilakukan untuk menyikapi tingginya kebutuhan masyarakat untuk kelapa genjah dan mencegah terjadinya penyebaran benih yang tidak bermutu. 
“Terlapor harga kelapa genjah padang wangi Rp. 160 ribu dan kelapa genjah nias serta Bali seharga Rp. 55.000, sekaligus menjadi harga rilis, sekaligus diakui oleh PPBPTI sebagai harga resmi di tingkat penangkar berdasarkan perhitungan ongkos produksi, kondisi supply demand, dll”, jelas Badaruddin.

Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong terealisasinya proyek-proyek gasifikasi batubara di tanah air, termasuk rencana pembangunan coal to methanol di Batuta Coal Industrial Park (BCIP), Kutai Timur, Kalimantan Timur.

NERACA

Pembangunan proyek pabrik metanol dari batubara dengan proses gasifikasi tersebut, merupakan upaya peningkatan kapasitas industri metanol di Indonesia yang kebutuhannya terus meningkat.

“Kebutuhan metanol di Indonesia telah mencapai 1,1 juta ton pada tahun 2019. Sementara itu, Indonesia hanya memiliki satu produsen metanol, yaitu PT Kaltim Methanol Industri di Bontang, dengan kapasitas sebesar 660 ribu ton per tahun,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.

Agus menuturkan, rencana pembangunan coal to methanol di  BCIP di Kutai Timur bernilai investasi 2 miliar dolar AS. Proyek konsorsium antara PT Bakrie Capital Indonesia dengan PT Ithaca Resources dan Air Products and Chemical, Inc tersebut, diproyeksikan akan mengolah 4,7 – 6,1 juta ton batubara menjadi 1,8 juta ton metanol per tahun.

“Proyek coal to methanol dengan proses gasifikasi batubara merupakan industri pionir di Indonesia. Hingga saat ini belum ada industri kimia dengan teknologi proses gasifikasi batubara,” terang Agus.

Agus berharap, konsorsium rencana pembangunan coal to methanol ini dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar hingga beroperasi secara komersial nantinya. “Dalam mendukung pelaksanaan proyek coal to methanol Kemenperin juga akan senantiasa mendampingi pelaksanaan proyek ini dan akan turut membantu mengatasi permasalahan teknis yang muncul,” tegas Agus.

Menurut Agus, industri metanol merupakan industri petrokimia yang memegang peranan sangat penting bagi pengembangan industri di hilirnya. Bahan baku metanol sangat dibutuhkan dalam industri tekstil, plastik, resin sintetis, farmasi, insektisida, plywood. Metanol juga sangat berperan sebagai antifreeze dan inhibitor dalam kegiatan migas. Kemudian metanol merupakan salah satu bahan baku untuk pembuatan biodiesel.

Selain itu, metanol dapat diolah lebih lanjut menjadi Dimethyl Ether (DME) yang dapat dimanfaatkan sebagai produk bahan bakar. “Metanol akan terus memainkan peran penting sebagai bahan baku utama di industri kimia. Hal tersebut secara pasti akan membuat kebutuhan metanol meningkat di masa mendatang,” ungkap Agus.

Agus menambahkan, saat ini sektor industri dituntut untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional karena sektor industri berperan penting dalam menciptakan nilai tambah, perolehan devisa dan penyerapan tenaga kerja yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada tahun 2019, kontribusi sektor industri pengolahan non-migas merupakan penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang mencapai angka 17,58% atau sekitar Rp2.784 triliun. “Kontribusi industri bahan kimia dan barang kimia pada tahun 2019 mencapai 1,16% atau sekitar Rp184 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,12%,” sebut Agus.

Agus pun mengakui, pertumbuhan industri bahan kimia dan barang kimia tahun 2019 menunjukkan peningkatan yang signifikan, yaitu sebesar 8,20% dibandingan tahun sebelumnya yang tumbuh negatif -4,18%. Sedangkan, nilai ekspor bahan kimia dan barang dari bahan kimia pada 2019 mencapai 12,65 miliar dolar AS, dengan nilai impor sejumlah 21,51 miliar dolar AS. Total investasi di sektor tersebut pada 2019 mencapai Rp23,54 triliun.

“Pemerintah akan terus berupaya menciptakan iklim usaha industri yang baik, menguntungkan, dan berkesinambungan melalui berbagai kebijakan sehingga investasi dapat terus bertumbuh dan kekuatan ekonomi negeri kita menjadi semakin kokoh,” papar Agus.

Terkait biodiesel, dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah menargetkan penerapan penggunaan biodiesel B40 pada tahun 2022 dan bertahap menjadi B100 pada 2024-2025. “Karena banyak dibutuhkan, maka industri metanol didorong agar tumbuh terus,” ujar Airlangga.

Airlangga juga menyampaikan, kebutuhan metanol di dalam negeri sekitar dua juta ton dan baru dapat dipenuhi dari produsen lokal sebesar 700.000 ton. Pemerintah mendukung hilirisasi batubara karena Indonesia memiliki potensi cadangan batubara medium range yang sesuai digunakan untuk likuifikasi menjadi methanol.

Sebelumnya, kalangan akademis dan pelaku industri meminta pemerintah supaya nomenklatur (penamaan) dan standar bahan bakar nabati segera ditetapkan. Karena terdapat perbedaan antara FAME (Oksigenate, kini secara populer disebut Biodiesel dengan inisial Bxx ) dengan Biohidrokarbon (Drop-in)  dalam kelompok bahan bakar nabati.  Tujuannya, pelaku industri, masyarakat, dan pemerintah punya persepsi sama terhadap program penggunaaan dan pengembangan energi terbarukan yang berasal dari bahan baku nabati secara keseluruhan disebut biofuel.




BERITA TERKAIT

KKP Segera Bangun Percontohan Tambak Udang Berkelanjutan

NERACA Bandar Lampung - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah merancang percontohan kawasan budidaya udang di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan…

Waktunya Meningkatkan Konsumsi Susu

NERACA Jakarta - Saat ini di tengah pandemi Covid-19  asupan makanan dan minuman yang bergizi tinggi sangat diperlukan untuk memperkuat…

Dukung Industri Domestik, Pertamina Tandatangani Penjualan Gas Bumi

NERACA Jakarta - Pertamina melalui anak usaha hulu, PT Pertamina  EP dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyepakati penjualan gas…

BERITA LAINNYA DI Industri

KKP Segera Bangun Percontohan Tambak Udang Berkelanjutan

NERACA Bandar Lampung - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah merancang percontohan kawasan budidaya udang di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan…

Waktunya Meningkatkan Konsumsi Susu

NERACA Jakarta - Saat ini di tengah pandemi Covid-19  asupan makanan dan minuman yang bergizi tinggi sangat diperlukan untuk memperkuat…

Dukung Industri Domestik, Pertamina Tandatangani Penjualan Gas Bumi

NERACA Jakarta - Pertamina melalui anak usaha hulu, PT Pertamina  EP dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyepakati penjualan gas…