Pertamina Berikan Pendamping UMKM dan Ide Kreatif

NERACA

Jakarta - Sebanyak 44 Pendamping UMKM di Rumah Kreatif BUMN (RKB) Pertamina di seluruh Indonesia menawarkan berbagai ide kreatif dan inovatif untuk memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19.

Ke-44 pendamping UMKM yang juga biasa disebut Supervisor dan Asisten Supervisor RKB tersebut menyampaikan gagasannya dalam kompetisi COVIDEA 2020 yang diselenggarakan Pertamina sejak 13 April 2020 hingga 30 April 2020. Peserta dengan ide terbaik akan diimplementasikan di seluruh Rumah Kreatif BUMN (RKB) Pertamina.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan kompetisi ini merupakan upaya Pertamina agar UMKM mitra binaan mampu bersikap adaptif di tengah keterbatasan gerak dan jarak.

"Kita merangsang ide-ide kreatif dari seluruh mitra binaan agar tetap produktif di tengah wabah Corona," ujar Fajriyah.

Fajriyah menambahkan, lomba ini disambut antusias pelaku UMKM. Sebanyak 44 peserta yang terdiri dari Supervisor & Asisten Supervisor dari 29 RKB Pertamina turut ambil bagian dalam kompetisi ini.

"Ada tiga tema besar yang diangkat pelaku UMKM yakni online training, online marketing dan pembuatan masker kain & APD. Ketiga tema ini memang paling relevan dalam konteks saat ini," imbuh Fajriyah.

Menurut Fajriyah, Tim Juri telah melakukan seleksi dan memilih 8 proposal terbaik berdasarkan kriteria penilaian, meliputi orisinalitas, kreativitas, implementatif, berkelanjutan dan berdampak.

Tampil sebagai pemenang pertama Basuki Rahmat (Supervisor RKB Purbalingga) dengan karyanya Tim Rumah Digital di RKB, pemenang kedua Teresia M Gultom (Supervisor RKB Pekanbaru), Shout Out UMKM via Social Media dan pemenang ketiga Arifa Oktaviana (Supervisor RKB Situbondo), Motivational Project.

Dewan Juri menetapkan ide terfavorit yaitu "Shout Out UMKM via Social Media" akan segera diimplementasikan di seluruh RKB Pertamina. Ide ini relatif lebih mudah dan efisien diterapkan secara masif dengan menggerakkan seluruh mitra binaan RKB Pertamina di seluruh Indonesia.

"Dalam jangka panjang, ide digitalisasi pemasaran berbasis aplikasi yang telah diterapkan oleh RKB Purbalingga sangat layak untuk direplikasi di RKB lainnya. Dan untuk itu diperlukan persiapan yang lebih matang," ungkap Fajriyah.

Disisi lain, sebelumnya PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel melibatkan UMKM yang menjadi mitra binaan untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan dalam penanganan Covid-19.

Sebanyak 7 (tujuh) mitra binaan terlibat dalam upaya penanganan wabah ini melalui penyediaan produk bantuan berupa masker kain, baju Hazmat, alat semprot dan sembako. Hingga saat ini total nilai penjualan mencapai Rp 191 juta.

Mitra binaan pertamina juga menyediakan layanan pemesanan produk penanggulangan Covid-19 bagi masyarakat luas dengan memesan langsung atau melalui telepon. Diantaranya, pertama, Indah Septiana, menjual Alat Semprot/Sprayer. kedua, Mella Fitriana, menjual  masker kain.

Ketiga, Kgs. Bahsen Fikri, menjual masker kain. Keempat, Siti Bariah, menjual masker kain. Kelima, Erwin Ariadi, menjual masker kain. Keenam, Msy. Lela, menjual baju hazmat coverall. Ketujuh, Septian Ade Putra, menjual sembako.

Region Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf mengatakan, untuk tetap menggerakkan kegiatan perekonomian dalam situasi seperti ini, mitra binaan perlu melakukan penyesuaian produk yang dihasilkan. Seperti yang telah dilakukan yaitu produksi baju dari kain jumputan dan songket diubah sementara menjadi memproduksi masker kain dan baju Hazmat.

“Perusahaan saat ini sedang gencar mengantisipasi penyebaran Covid-19 dengan memberikan berbagai macam bantuan untuk masyarakat. Di sisi lain perusahaan juga membantu mitra binaan dengan melibatkan sebagai penyedia barang bantuan. Tentunya hal ini akan membuat mitra binaan tetap produktif dan tetap mendapatkan pemasukan,” papar Rifky.

Dampak positif pun turut dirasakan oleh mitra binaan Pertamina. Dalam hal ini disampaikan oleh Erwin Ariadi selaku pelaku UMKM binaan Pertamina yang mengaku sempat khawatir akan berkurangnya pemasukan akibat wabah ini, namun mitra binaan dapat menghadapi tantangan yang ada setelah Pertamina melibatkan dalam upaya penanggulangan Covid-19.

"Kami harus bisa beradaptasi dengan memproduksi masker kain. Allhamdulillah saat ini permintaan masker cukup tinggi, sehingga usaha kami masih berjalan dan bisa membantu perekonomian karyawan”, ujar Erwin.

 

BERITA TERKAIT

Komponen Sepeda Harus Dibangun di Dalam Negeri

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang berupaya memperdalam struktur manufaktur pada sektor industri sepeda di dalam negeri. Hal ini…

Aktivitas Ekonomi Perikanan Di Mimika Semakin Menggeliat

NERACA Mimika - Proses bisnis berbasis masyarakat di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) sangat penting untuk memaksimalkan potensi hasil…

Di SPBU Surabaya, Transaksi No Tuna Meningkat 5 Kali Lipat

NERACA Jakarta -  Sejak diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru, Pertamina telah memberlakukan protokol pencegahan COVID-19 di seluruh lini bisnis perusahaan. Salah…

BERITA LAINNYA DI Industri

Komponen Sepeda Harus Dibangun di Dalam Negeri

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang berupaya memperdalam struktur manufaktur pada sektor industri sepeda di dalam negeri. Hal ini…

Aktivitas Ekonomi Perikanan Di Mimika Semakin Menggeliat

NERACA Mimika - Proses bisnis berbasis masyarakat di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) sangat penting untuk memaksimalkan potensi hasil…

Di SPBU Surabaya, Transaksi No Tuna Meningkat 5 Kali Lipat

NERACA Jakarta -  Sejak diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru, Pertamina telah memberlakukan protokol pencegahan COVID-19 di seluruh lini bisnis perusahaan. Salah…