Olahraga yang Aman untuk Penderita Penyakit Jantung

Ibarat buah simalakama, penderita penyakit jantung mesti berolahraga untuk mencegah keparahan. Namun di sisi lain, jika salah memilih olahraga, maka dapat berbahaya untuk pasien penyakit jantung. Oleh karena itu, pilih olahraga yang aman untuk penderita jantung.

Olahraga yang tepat bagi pemilik masalah kardiovaskular dapat mempercepat pemulihan, meningkatkan fungsi jantung, memperkuat sistem kardiovaskular, meningkatkan sirkulasi oksigen, menurunkan tekanan darah, dan menjaga kadar kolesterol. Olahraga yang terbilang aman ini mesti mempertimbangkan frekuensi, intensitas, durasi, dan jenis olahraga.

Penderita penyakit jantung disarankan berolahraga dengan frekuensi 5 kali seminggu dengan total 150 menit atau atau 30 menit setiap hari. Olahraga yang disarankan adalah olahraga dengan intensitas rendah ke sedang, jenis olahraga yang aman adalah olahraga aerobik yang dapat merangsang aktivitas jantung.

Lakukan pula olahraga di saat cuaca tidak panas dan ketika masih memiliki banyak energi, misalnya di pagi hari. Saat berolahraga, jangan memaksakan diri dan pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Berikut lima olahraga yang aman untuk penderita jantung:

1. Berjalan

Berjalan santai selama 30 menit dapat menjadi olahraga yang baik untuk pemilik masalah kardiovaskular, terutama bagi orang lanjut usia. Berjalan mengaktifkan seluruh tubuh dan memacu kerja jantung.

2. Jogging

Jogging adalah berlari-lari kecil dengan santai. Intensitas olahraga ini lebih tinggi dibandingkan berjalan. Jogging dapat memacu aktivitas jantung dengan baik.

3. Berenang

Berenang juga merupakan aktivitas aerobik yang disarankan untuk penderita penyakit jantung. Olahraga di dalam air dapat mengaktifkan saraf-saraf motorik dengan baik.

4. Bersepeda

Penderita penyakit jantung juga dapat bersepeda dengan santai untuk memacu kinerja jantung. Bersepeda dapat meningkatkan detak jantung dan membakar kalori.

5. Senam

Senam aerobik juga dapat menjadi olahraga alternatif untuk penderita penyakit jantung. Gerakan yang beragam dapat membuat olahraga menjadi lebih menyenangkan sekaligus memacu jantung

BERITA TERKAIT

Obat Corona REG-COV2 Masuk Tahap 3 Uji Klinis Manusia

Perusahaan farmasi Regeneron mengumumkan sudah memasuki tahap akhir uji klinis manusia terkait obat untuk mengobati dan mencegah infeksi virus corona…

Kejang Usai Vaksinasi Tak Pengaruhi Perkembangan Anak

Kejang terkait demam usai vaksinasi kerap membuat orang tua panik dan enggan melakukan imunisasi. Studi terbaru meneliti efek kejang dengan…

Masih Banyak Masyarakat Cuek Protokol Kesehatan

Sejumlah daerah di Indonesia menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan sejenisnya selama sekitar tiga bulan di kala pandemi Covid-19.…

BERITA LAINNYA DI Kesehatan

Obat Corona REG-COV2 Masuk Tahap 3 Uji Klinis Manusia

Perusahaan farmasi Regeneron mengumumkan sudah memasuki tahap akhir uji klinis manusia terkait obat untuk mengobati dan mencegah infeksi virus corona…

Kejang Usai Vaksinasi Tak Pengaruhi Perkembangan Anak

Kejang terkait demam usai vaksinasi kerap membuat orang tua panik dan enggan melakukan imunisasi. Studi terbaru meneliti efek kejang dengan…

Masih Banyak Masyarakat Cuek Protokol Kesehatan

Sejumlah daerah di Indonesia menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan sejenisnya selama sekitar tiga bulan di kala pandemi Covid-19.…