Perkuat Ekspor ke Korea Selatan, Indonesia Tingkatkan Partisipasi

Seoul  – Berbagai cara terus dilakukan oleh Pemerintah untuk mendorong ekspor guna meningkatkan ekonomi. Salah satunya dengan Korea Selatan yakni dengan meningkatkan partisipasi dalam kemitraan ASEAN-Korea Selatan.

NERACA

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Dody Edward mengungkapkan, Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong barang dan jasa Indonesia masuk ke pasar Korea Selatan. Salah satu caranya ialah dengan berpartisipasi pada program promosi dalam kerangka kemitraan antara ASEAN dan Korea Selatan.

Hal tersebut disampaikan Dody dalam pertemuan tahunan Council Director ASEAN--Korea Centre ke-12 yang mengusung tema “Connecting People, Sharing Prosperity” di Seoul, Korea Selatan. Hadir pada pertemuan tersebut seluruh perwakilan 10 negara ASEAN dan Korea Selatan.

“Pemerintah Indonesia memahami pentingnya promosi perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan dalam mencapai pertumbuhan perdagangan yang saling menguntungkan. Kami optimistis program pengembangan ekspor dalam berbagai bentuk akan membawa hasil positif meningkatkan peluang bisnis bagi pengusaha Indonesia,” ujar Dody yang hadir selaku Council Director Indonesia dalam pertemuan tersebut.

Dody melanjutkan, strategi yang diambil untuk mendapatkan manfaat dari kerja sama ini yakni dengan mendorong terciptanya manfaat timbal balik dalam perdagangan barang konsumsi, memaparkan peluang bisnis dalam sektor industri berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Adapun beberapa sektor yang menjadi perhatian Indonesia dalam kerangka kerja sama ini antara lain peningkatan akses pasar produk kosmetik; makanan olahan; furnitur; produk jasa kreatif seperti animasi, gim, dan film; serta pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property) dari kreasi lokal.

Dody menambahkan, salah satu kegiatan penting dalam strategi Indonesia mendorong produk ekspor berkualitas yaitu dengan mengambil bagian dalam kegiatan ASEAN Beauty Showcasing di Seoul pada April mendatang.

Kegiatan pameran produk kecantikan itu akan menjadi sarana promosi yang baik bagi penggunaan kosmetik khas berbahan baku dari Indonesia, termasuk di dalamnya kosmetik bersertifikasi halal.

“Selain memamerkan produk kosmetik untuk konsumen Korea Selatan, melalui kegiatan ini Indonesia juga menawarkan kemungkinan untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri kosmetik Korea Selatan dengan memanfaatkan sumber daya bahan baku yang melimpah di alam Indonesia,” ujar Dody.

Selain pengembangan di sektor perdagangan, pertemuan tahunan ASEAN dan Korea Selatan ini juga sepakat mendorong pengembangan sektor investasi, kebudayaan, dan pariwisata yang berkelanjutan. Beberapa kegiatan yang disepakati untuk dilakukan, seperti ASEAN Week 2020 dalam bidang parawisata, dan ASEAN Start-up Week dalam bidang investasi

Dody menekankan kembali, berbagai upaya promosi ini menunjukkan komitmen Pemerintah Indonesia menjaga pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan seluruh potensi yang tersedia. Hal ini juga sekaligus langkah optimis pemerintah menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu akibat perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok yang terus berlanjut, proteksionisme dari negara-negara di dunia, serta penyebaran virus Covid-19.

Sebab Indonesia dan Korea Selatan berpeluang untuk menjalin kerja sama dalam upaya pengembangan industri kreatif. Langkah sinergi ini menjadi sebuah lompatan besar guna memacu pertumbuhan ekonomi kedua negara.

“Kementerian Perindustrian bertekad untuk semakin meningkatkan jumlah wirausaha,terutama di sektor industri kreatif. Upaya inimerebut peluang adanya momentum bonus demografi dan membawa efek ganda bagi kontribusi positif terhadap perekonomian nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Bahkan sebelumnya, Agus  menyampaikan, Presiden Joko Widodo menilai bahwa ekonomi masa depan adalah industri kreatif dan digital. Hal itu dilontarkan Kepala Negara ketika menghadiri forum ASEAN-Republic of Korea (RoK) CEO Summit di Busan Exhibition and Convention Center (BEXCO),beberapa waktu lalu.

“Guna menumbuhkan industri kreatif yang kompetitif, tentunya perlu didukung dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Untuk itu, Bapak Presiden Joko Widodo mengingatkan pentingnya revitalisasi pendidikan melalui program link and match dengan dunia industri,” papar Agus.

Sehingga, Agus mengungkapkan, upaya konkret yang telah dilakukan Kemenperin untuk mendorong tumbuhnya wirausaha muda khususnya para pegiat industri kreatif, antara lain memfasilitasi dengan kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat).

Sekedar catatan, ASEAN Korea Center (AKC) adalah organisasi antarpemerintah yang dibentuk untuk mendukung dan meningkatkan kerja sama kemitraan ASEAN—Korea Selatan, mengembangkan saling pengertian melalui pertukaran kebudayaan dan people-to-people contact, serta mendorong upaya integrasi ASEAN.

BERITA TERKAIT

Waktunya Wujudkan Kemandirian Industri Farmasi dan Alkes

NERACA Jakarta - Pemerintah dalam ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus mewujudkan industri farmasi dan alat kesehatan agar bisa menjadi sektor…

Dukung UMKM Bangkit, Pertamina Salurkan Dana Rp1,2 Miliar

NERACA Palembang - Demi mendukung UMKM bangkit dari tekanan ekonomi akibat pandemi, PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II menghadirkan…

Konfigurasi Bisnis Baru Melalui Multiusaha Kehutanan

Jakarta-Menjaga produktivitas dan memulihkan ekonomi masyarakat menjadi prioritas utama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam merumuskan kebijakan di tengah…

BERITA LAINNYA DI Industri

Waktunya Wujudkan Kemandirian Industri Farmasi dan Alkes

NERACA Jakarta - Pemerintah dalam ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus mewujudkan industri farmasi dan alat kesehatan agar bisa menjadi sektor…

Dukung UMKM Bangkit, Pertamina Salurkan Dana Rp1,2 Miliar

NERACA Palembang - Demi mendukung UMKM bangkit dari tekanan ekonomi akibat pandemi, PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II menghadirkan…

Konfigurasi Bisnis Baru Melalui Multiusaha Kehutanan

Jakarta-Menjaga produktivitas dan memulihkan ekonomi masyarakat menjadi prioritas utama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam merumuskan kebijakan di tengah…