Tak Ada Masalah Penyaluran Dana Bergulir

NERACA

Jakarta—Kementerian Koperasi dan UKM mengklaim tak ada hambatan apa pun dalam menyalurkan dana bergulir kepada para pelaku koperasi dan UMKM melalui badan layanan umum di bawah koordinasinya, yakni LPDB-KUMKM. "Saat ini tidak lagi menjadi hambatan dalam melaksanakan pemberdayaan terhadap para pengusaha mikro melalui bantuan sosial yang berpedoman pada aturan yang diterbitkan oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM," kata Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan di Jakarta, Senin,13/2

Lebih jauh kata Sjarifuddin Hasan, penyaluran dana bergulir dilakukan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM). Pengelolaan dana bergulir secara resmi telah dialihkan ke LPDB-KUMKM, dan telah dapat dilaksanakannya program-program bantuan sosial kepada KUMKM melalui penetapan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 99 Tahun 2008.

Menanggapi hal itu, Menteri mengatakan bahwa pada hakekatnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 99 Tahun 2008 tersebut meminta supaya anggaran dana bergulir yang alokasinya ada pada Deputi di Kementerian Koperasi dan UKM untuk dialihkan pengelolaannya ke Badan Layanan Umum (BLU), dalam hal ini adalah Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). "Hal ini telah ditindaklanjuti pada tahun 2008 dengan mengalihkan dana bergulir ke LPDB KUMKM, dan sejak 2009 telah diberikan kesempatan untuk melaksanakan program bantuan perkuatan usaha dalam bentuk bantuan sosial kepada KUMKM," terangnya

Untuk itu beberapa program bantuan sosial kepada KUMKM telah dapat direalisasikan, antara lain penyediaan dana untuk usaha mikro anggota koperasi dan penyediaan sarana produksi kepada anggota koperasi. "Selain itu juga revitalisasi sarana usaha pemasaran melalui koperasi atau pasar tradisional dan bantuan fasilitasi penataan PKL," ucapnya

Dikatakan Sjarif, optimalisasi penyaluran dana bergulir melalui LPDB-KUMKM sendiri telah dilaksanakan sejak 2008 sehingga secara kumulatif. Sejak LPDB-KUMKM menyalurkan dana bergulir (September 2008) hingga 31 Desember 2011 telah disalurkan pinjaman/pembiayaan sebesar Rp.1.670.876.704.443,00.

Dana itu disalurkan kepada 238.776 UMKM melalui 38 mitra koperasi sekunder, 852 mitra koperasi primer langsung, 66 mitra perusahaan modal ventura dan bank, serta 10 UKM strategis. "Dari pengelolaan dana tersebut telah mampu menyerap sebanyak 373.740 tenaga kerja. Adapun tingkat kemacetan pinjaman atau Non Performing Loan (NPL) berfluktuasi antara 0.18% dan 0.51% jauh di bawah batas toleransi sebesar 15 persen yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis dan Anggaran 2011," tuturnya

Penyaluran pinjaman juga terpantau terus mengalami peningkatan setiap tahun. Misalnya, pada tahun 2008 sebesar Rp.35.125.000.000,00, tahun berikutnya meningkat 499,07% atau sebesar Rp.210.424.131.858,00. Pada tahun 2010, juga meningkat 95,27% atau sebesar Rp.410.904.458.246,00, dan meningkat 146,88% pada tahun 2011 atau sebesar Rp.1.014.423.114.339,00. **mohar

BERITA TERKAIT

OJK Dorong Perbankan Di Bali Optimalkan Penyaluran Kredit Pariwisata

    NERACA   Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan di Bali untuk mengoptimalkan penyaluran kredit sektor pariwisata…

Wapres Ingatkan Berhati-hati Investasikan Dana Haji

    NERACA   Jakarta - Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla mengingatkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar berhati-hati…

Digitalisasi Penyaluran Kredit Ultra Mikro untuk Akuntabilitas

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan proses digitalisasi penyaluran kredit ultra mikro akan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Membaiknya Ekonomi, Penerimaan Pajak Hampir Capai Target

        NERACA   Jakarta - Lembaga riset perpajakan DDTC menilai bahwa penerimaan pajak pada 2018 yang hampir…

Presiden Minta PKH Tak Digunakan untuk Konsumtif

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengarahkan warga penerima…

DataOn Bentuk Perusahaan Baru GreatDay HR

      NERACA   Jakarta - DataOn (PT. Indodev Niaga Internet) meresmikan GreatDay HR sebagai brand baru untuk solusi…