Disiapkan, Pelatihan Implementasi Industri 4.0 - Dunia Usaha

NERACA

Jakarta – Pemerintah tengah menyiapkan program pelatihan mengenai implementasi Industri 4.0 kepada pegawai di lingkungan pemerintahan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta. Upaya ini diharapkan agar seluruh pihak dapat memahami berbagai perkembangan dari dampak revolusi industri keempat.

“Ke depan, dengan masuknya era digitalisasi ini, perubahan bukan hanya terjadi di pihak swasta atau pelaku ekonomi saja, tapi juga dari pemerintah,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi serta Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional di Jakarta, disalin dari siaran resmi.

Menperin menjelaskan, Menristekdikti dan Gubernur Lemhanas akan membuat kurikulum-kurikulum yang terkait dengan implementasi Industri 4.0 di Tanah Air. Ini merupakan langkah pemerintah setelah peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0 yang diinisiasi Kemenperin dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (4/4) lalu.

“Teknisnya terus dibahas, tahun ini dan tahun depan dibentuk ad hoc terlebih dahulu. Tapi pelatihan dari segi pemerintah, dilakukan mulai tahun ini,” tuturnya. Awalnya, pelatihan akan diikuti sekitar 80 orang, dengan harapan mereka dapat menjadi pelatih bagi lembaga yang lain.

Setelah itu, dilakukan lagi pelatihan untuk 1000 peserta yang berasal dari berbagai kalangan seperti kementrian/lembaga eselon I sampai IV, swasta dan BUMN, LSM, hingga TNI-Polri. “Jadi, semua harus siap dengan adanya perubahan era digital ini, karena biasanya offline menjadi online," jelas Airlangga.

Airlangga mencontohkan, internet of things merupakan salah satu teknologi yang diterapkan di sektor industri dan menjadi ciri implementasi Industri 4.0 dalam upaya meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas. “Ada lima sektor industri yang akan fokus digarap secara maksimal, yaitu industri tekstil, elektronik, otomotif, kimia, serta makanan dan minuman,” sebutnya.

Airlangga menegaskan, implementasi Industri 4.0 sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Targetnya adalah perekonomian Indonesia masuk 10 besar di dunia pada tahun 2030. “Aspirasi itu tentunya akan meningkatkan produktivitas, meningkatkan inovasi, dan meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Menristekdikti M. Nasir menyampaikan, pelatihan bagi semua kalangan ini penting karena di era digitalisasi nanti perlu peran bersama dari semua pihak."Konsepnya, buka pikiran, hati dan kemauan, karena untuk menghadapi revolusi Industri 4.0 ini, nggak bisa sendiri-sendiri. Jangan sampai lewat kesempatan ini, kalau lewat, ekonomi kita bisa berat,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Lemhanas Agus Widjojo mengatakan, pihaknya selaku fasilitator akan menggunakan metode training of trainers (TOT) sebagai sarana penyebarluasan dari materi yang akan diberikan. “Ini akan terus berjalan sehingga menjadi revolusi mental dalam pengertian menyentuh dan memasuki semua lembaga kementeraian dan non kementerian,” terangya.

Pada prinsipnya, materi yang akan disampaikan nanti merupakan materi kepemimpinan, komunikasi, dan segala sesuatu yang bisa memberikan pencerahan kepada cara berpikir dan bertindak. “Karena kita tahu di dalam era digital perlu kolaborasi terbuka yang sifatnya komprehensif, inilah sebetulnya yang ingin kita bekalkan pada saat-saat awal dan jadi dasar pada pengembangan selanjutnya," imbuhnya.

Indonesia berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian dunia ke depannya, yang salah satunya ditopang melalui kinerja gemilang dari industri nasional. Peluang besar tersebut, juga didukung dengan adanya masa emas, yaitu bonus demografi atau peningkatan jumlah penduduk usia produktif pada tahun 2020-2030.

"Sehingga nanti pada 100 tahun Indonesia merdeka tahun 2045, Insya Allah Indonesia akan masuk lima negara ekonomi terbesar di dunia," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, disalin dari siaran resmi.

Bahkan berdasarkan hasil riset PricewaterhouseCoopers (PwC), salah satu penyedia jasa auditor besar di dunia, posisi perekonomian Indonesia di peringkat ke-5 dunia diprediksi lebih cepat pada tahun 2030 dengan estimasi nilai Produk Domestk Bruto (PDB) USD5,424 miliar.

Sementara tahun 2050, peringkat ekonomi Indonesia bakal naik menjadi ke-4 dunia dengan perkiraan nilai PDB USD10,502 miliar yang dihitung melalui metode Purchasing Power Parity (PPP). Menurut riset PwC ini, Indonesia dinilai sebagai big emerging market karena merupakan negara dengan perekonomian terkuat di Asia Tenggara.

“Untuk mencapai sasaran tersebut, tentunya perlu perjuangan dan kerja keras. Sehingga, optimisme harus didorong oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” tegas Menperin. Oleh karenanya, melalui peta jalan Making Indonesia 4.0, Indonesia telah memiliki strategi dan arah yang jelas dalam upaya meningkatkan daya saing industri manufaktur nasional.

BERITA TERKAIT

Intervensi Pemerintah atas Harga CPO via Implementasi B20

Oleh: Piten J Sitorus, Mahasiswa D3 Alih Program PKN STAN Pada tahun 2017 Indonesia memproduksi sebesar 38,17 juta ton Crude Palm…

Paviliun Indonesia di COP 24, Refleksi Implementasi Paris Agreement

Paviliun Indonesia di COP 24, Refleksi Implementasi Paris Agreement NERACA Katowice, Polandia -Indonesia membuktikan diri menjadi salah satu negara paling…

Bank Dunia Minta Pemerintah Dorong Masyarakat Melek Teknologi

    NERACA   Jakarta - Bank Dunia meminta kepada pemerintah Indonesia agar terus mendorong masyarakat untuk melek teknologi (digital…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Kampus Diminta Gelar Lokakarya Penumbuhan Wirausaha

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin gencar mendorong tumbuhnya wirausaha industri baru karena ikut berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian…

Insinyur Perlu Berkontribusi Ciptakan Inovasi

NERACA Jakarta – Insinyur dinilai berperan penting dalam menyukseskan penerapan revolusi industri 4.0 di Indonesia melalui penguasaan teknologi terkini. Hal…

Sektor Riil - Komplek Petrokimia Senilai US$3,5 Miliar Dibangun di Cilegon

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya industri petrokimia di Indonesia untuk semakin memperkuat struktur manufaktur nasional dari sektor…