Tugu Pratama Bidik Dana Rp 1,4 Triliun - Harga IPO Rp 3.850-5.000 Per Saham

NERACA

Jakarta – Danai pengembangan bisnis, PT Tugu Pratama Indonesia Tbk bakal mencari modal di pasar dengan menawarkan 282.352.941 lembar saham baru atau setara 15% dari modal disetor dan ditempatkan penuh, dengan nilai nomimal Rp100 melalui penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Untuk itu, perusahaaan asuransi umum menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas selaku penjamin pelaksanaa emisi efek. Menurut Managing Director Danareksa Sekuritas, Boumediene Sihombingmengatakan, harga penawaran saham perdana akan berada pada kisaran Rp3.850 perlembar hingga Rp5.000 perlembar saham.

Dengan demikian, anak usaha PT Pertamina itu akan meraup dana Rp1.087 triliun hingga Rp1,411 triliun.”Selanjutnya, dana itu akan digunakan untuk belanja modal dengan perincian, 75% untuk pengembangan bisnis ritel dan 25% dari dana IPO untuk menambahkan modal anak usaha PT Tugu Reasuransi Indonesia,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Ditambahkan, dalam aksi korporasi ini perseroan juga memberi kesempatan kepada karyawan untuk memegang saham melalui program ESOP (Employee Stock Allocatio) sebesar 5% dari total saham perdana. Bahkan setelah IPO, perseroan memberikan kesempatan bagi manajemen untuk memiliki saham perseroan sebesar 5%. Setelah aksi korporasi ini, maka porsi kepemilikan PT Pertamina menjadi sebesar 55,25% dari sebelumnya 65%.

Untuk diketahui, PBV (Price Book Value) akhir tahun 2018 akan berada pasa kisaran 1X - 1,3X, sedangkan PBV emiten keuangan berada pada kisaran 1X. Sebagai informasi, sepanjang tahun 2017 kemarin, perseroan mencatatkan kinerja positif dengan membukukan laba entitas induk (non-konsolidasian) sebesar Rp285,4 miliar pada 2017 atau tumbuh 71,65% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp166,3 miliar.

Presiden Direktur Asuransi Tugu Pratama Indonesia (ATPI), Indra Baruna pernah bilang, peningkatan laba tersebut turut didukung kondisi ekonomi global dan nasional. Tahun lalu, perkembangan industri asuransi umum dan reasuransi masih cukup menantang di tengah perbaikan kondisi ekonomi makro domestik.“Dalam lima tahun terakhir, rata-rata kenaikan laba setelah pajak TPI terjaga di kisaran 8%, dua kali lipat dari CAGR kenaikan laba industri. Namun pada 2017 peningkatan laba bersih kami naik 72% yoy,' tuturnya.

Indra mengakui, perseroan masih menghadapi sejumlah tantangan sepanjang tahun lalu, terutama terkait kondisi pasar yang belum terlalu kondusif. Dia menjelaskan, banyak proyek migas yang tertunda akibat melemahnya harga minyak dunia pada tahun lalu.Menghadapi kondisi ini, kata dia, perseroan merumuskan berbagai kebijakan strategis guna meraih setiap peluang dan potensi yang muncul.

Di sektor migas dan energi, perseroan mengoptimalkan sinergi dengan Pertamina Group dan mengawal proyek-proyek Pertamina di luar negeri untuk memperluas pasar non-domestik. Selain itu, manajemen perseroan menerapkan kebijakan yang semakin selektif dalam memilih risiko.

BERITA TERKAIT

Tugu Pratama Patok IPO Rp 3.850 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Asuransi Tugu Pratama Tbk yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) menetapkan harga penawaran umum perdana…

ACES Bagikan Dividen Rp 22,81 Per Saham

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) memutuskan untuk membagikan dividen dengan payout…

Pemerintah Jamin Harga Premium dan Solar Tak Naik - Harga Minyak Dunia Naik

  NERACA   Jakarta - Meskipun harga minyak dunia, termasuk harga minyak mentah atau Indonesia Crude Price (ICP) menunjukkan kecenderung…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mobil88 Targetkan Penjualan Tumbuh 15%

Jelang musim mudik Lebaran, tren penjualan mobil bekas kembali meningkat. Hal itu bahkan sudah terlihat sejak sebelum datangnya bulan Ramadan,…

Sritex Bagikan Total Dividen Rp 163,6 Miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)  atau Sritex memutuskan untuk…

Bidik Pasar Ekspor Ke Jepang - Trias Join Venture Perusahaan Jepang

NERACA Sidoarjo – Ditengah terkoreksinya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, PT Trias Sentosa Tbk (TRST), perusahaan yang produksi packaging…