Adu Cepat Lorena dan Cipaganti Di Pasar Modal - PT Eka Sari Lorena Transport IPO

Neraca

Jakarta – Mengawali usaha transportasi darat dengan dua 2 unit bus Mercedes Benz dengan rute antar kota, yaitu Bogor - Jakarta PP, kini bisnis PT Eka Sari Lorena Transport makin berkembang pesat dengan membuka rute baru. Bahkan guna memantapkan bisnisnya, perseroan berencana menawarkan saham perdana melalui initial public offering (IPO).

Rencana perusahaan listing di pasar modal sudah diniatkan ditahun lalu, namun karena alasan kondisi pasar yang kurang kondusif, akhirnya perseroan memutuskan memundurkan pelaksanaan IPO hingga awal 2012 mendatang, “Kami berharap sudah bisa tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal 2012. Sekira kuartal I-2012 lah," kata Technical Advisor PT Eka Sari Lorena Transport, Dwi Ryanta Soerbakti.

Perseroan yang bergerak dalam bisnis otobus, berencana menjual 25% kepemilikan sahamnya dengan target dana yang dibidik Rp220 miliar-Rp225 miliar. Dana yang diperoleh dari hasil IPO tersebut akan dipergunakan untuk memperbaharui armada perseroan, membuka rute baru serta ekspansi ke sejumlah bisnis turunan transportasi seperti kargo. Pada saat ini, PT Eka Sari Lorena Transport telah melayani rute di 60 Kota yang tersebar di Pulau Jawa, Madura, Sumatera, dan Bali.

Untuk aksi korporasi ini, perseroan telah menunjuk PT Valbury Asia Securities sebagai penjamin emisi penawaran saham perdana perseroan. Jika rencana tersebut terwujud, PT Eka Sari Lorena Transport menjadi PO pertama yang resmi terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Meski tidak ada informasi resmi, PT Eka Sari Lorena Transport dikabarkan membutuhkan suntikan dana sebesar Rp1 triliun untuk ekspansi usaha. Dari jumlah tersebut, Rp350 miliar untuk pembelian rangka, dan sisanya untuk karoseri.

Dwi menerangkan, peremajaan armada yang akan dilakukan tersebut salah satunya bertujuan untuk mensiasati jika pemerintah jadi mengeluarkan regulasi pembatasan operasional bus. "Bus yang usianya sudah 8 tahun akan kami remajakan semua karena kebijakan perusahaan mengharuskannya,"ujarnya.

Konon kepentingan untuk segera melepas sebagian sahamnya kepada public, kata Dwi karena ada mitra strategis di luar negeri yang telah diajak bicara untuk mengembangkan bisnis perusahaan dalam jangka menengah dan panjang. "Mereka meminta kepada kami agar terlebih dahulu menjadi perusahaan terbuka," jelasnya.

Namun yang pasti, perseroan memiliki impian go inetrnasional. Sebut saja, rencana perseroan membuat anak usaha berupa maskapai penerbangan. Selain itu, perseroan yang merupakan bagian dari Grup Lorena berniat menjadi perusahaan terbuka agar lebih transparan dalam menjalankan bisnis.

Kata Direktur Valbury Asia Securities Benny Andrewijaya, Lorena cukup bagus sebagai suatu perusahaan yang bakal go publik. Pasalnya, perseroan mempunyai segmen yang jelas dan aset berupa armada dan tanah yang cukup banyak, “Armada bus Lorena Group saat ini meliputi lebih dari 500 unit merek MercedesBenz yang melayani perjalanan 60 kota di seluruh Indonesia,”ungkapnya.

Cipaganti Juga IPO

Sementara pesaingnya, PT Cipaganti Citra Graha juga akan IPO ditahun yang sama dengan membidik dana sebesar Rp 750 miliar. Dalam IPOnya, perseroan akan melepas 35% sahamnya ke publik dan telah mempercayakan PT Batavia Prosperindo Sekuritas sebagai penjamin emisi.

Chief Operation Officer (COO) Cipaganti Grup Mulyadi mengatakan, seluruh dana hasil penjualan saham untuk pengembangan usaha, terutama untuk pengembangan divisi pertambangan batubara di Kalimantan.

Cipaganti memiliki lima devisi usaha dan mempekerjakan sekitar 4000 karyawan dan telah di kelola secara profesional. Divisi Otojasa masih merupakan penyumbang terbesar keuntungan perusahaan. Cipaganti Grup kini mengoperasikan 3500 armada angkutan darat jalur berbagai kota di Jawa dan Bali. Ditargetkan pada 2015 jumlah armada menjadi 15 ribu dengan jangkauan layanan meliputi Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan.

Profil Perusahaan

Lorena Transport didirikan oleh G.T. Soerbakti di tahun 1970 dan mulai menjalankan bisnis jasa transportasi jarak pendek. Kemudian pada tahun 1984, trayek jarak jauh mulai dibuka yaitu Jakarta - Surabaya PP, dilanjutkan dengan kota-kota lain di Pulau Jawa, Madura, Bali dan Sumatera

Lorena Group pada tahun 1989 mengembangkan usahanya dengan mendirikan PT. Ryanta Mitra Karina yang biasa disebut "KARINA" yang juga bergerak di bidang jasa angkutan umum bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) yang melayani trayek Jakarta, Surabaya, Malang, Madura dan Denpasar.

Saat ini Lorena Group telah melakukan ekspansi dan saat ini memiliki PT. Lorena Karina (Holding Company) dengan beberapa anak usaha a.l PT. Eka Sari Lorena Transport dan PT. Ryanta Mitra Karina.

Kemudian PT. Eka Sari Lorena ESL Express, PT. Eka Sari Lorena Logistics, PT. Sari Lorena Charter & Rental, PT. Eka Sari Lorena Airlines, KSJ Palm Oil Plantation dan Trans Jakarta Busway. (bani)

BERITA TERKAIT

Manulife Sebut Pasar Obligasi Masih Positif

  NERACA   Jakarta - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memandang beberapa faktor positif dari domestik masih akan terus…

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga NERACA Sukabumi - Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN…

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga NERACA Sukabumi - Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…