Buah Simalakama Bagi Kinerja PGN - Penetapan Harga Gas

NERACA

Jakarta – Anjloknya laba bersih PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebesar 52,96% dari US$ 304,32 juta di 2016 menjadi US$ 143,1 juta atau Rp 1,92 triliun di 2017, disikapi serius para analis. Pasalnya, dibalik agresifnya perseroan membangun pipa gas bumi sejatinya bisa menorehkan pertumbuhan laba positif.

Kata analis Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (19/3), penurunan laba bersih PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk karena beratnya kebijakan pemerintah tentang penetapan harga gas bumi yang tertuang dalam Perpres Nomor 40 tahun 2016.Lanjutnya, pada Pasal 3 tersebut harga gas bumi ditetapkan tidak lebih dari US$6per MMBTU.

Namun, jika harga gas bumi tidak dapat memenuhi keekonomian industri dan lebih tinggi dari US$6 per MMBTU, perusahaan distributor gas bumi seperti PGN juga harus menunggu penetapan harga tertinggi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).”Memang yang menjadi kendala PGN adalah saat pemerintah mematok harga jual gas kepada industri dengan tujuan agar lebih murah. Akibatnya pendapatan dan laba PGN menjadi terbatas, sementara PGN dihadapkan pada biaya operasional yang cukup tinggi," ujarnya.

Selain itu, dia melihat faktor eksternal ikut menekan kinerja perusahaan. "Penugasan pemerintah sudah risiko. Namun, pelaku pasar hanya melihatnya dari sisi mampu atau tidaknya PGN memperoleh laba terlepas dari masalah yang dihadapi. Kalau labanya turun, mereka langsung mengasumsikan jelek. Padahal kan kinerjanya turun karena penugasan dari pemerintah. Kalau tidak ada penugasan, mereka pasti memperoleh laba," jelasnya.

Selama lima tahun terakhir, kata Reza, bukan hanya penetapan harga gas industri yang membuat keuangan PGN tertekan, tapi Kebijakan penetapan bauran energi dalam megaproyek pembangkit listrik 35 ribu MW. "PGN juga bersedia menurunkan harga gas untuk keperluan pembangkit listrik sampai 12%." ujarnya.

Selain itu PGN juga banyak mendukung program pemerintah untuk kepentingan nasional, diantaranya menurunkan harga gas industri di Medan, Surabaya dan Cirebon. Tahun lalu, PGN juga mampu menambah 114 pelanggan industri, serta menjalankan penugasan pemerintah membangun 26 ribu jaringan gas untuk pelanggan rumah tangga di Lampung, Musi Banyuasin, Mojokerto, dan Rusun Kemayoran Jakarta.”Pelaku pasar harusnya bisa membedakan antara emiten rugi atau yang labanya turun. Kalau hanya laba yang turun, sebenarnya perusahaan tersebut masih bagus karena bisa bertahan dengan margin yang dia peroleh. Seperti PGN ini kan masih laba, tapi memang pertumbuhannya turun. Jadi bukan berarti PGN jelek," kata Reza.

Sepanjang tahun lalu, perusahaan berkode emiten PGAS ini mencatatkan pendapatan sebesar US$ 2,97. Raihan ini tumbuh 1,36% dibanding periode yang sama tahun 2016 yang sebesar US$ 2,93 miliar.Pendapatan perusahaantersebut terutama diperoleh dari hasil penjualan gas sebesar US$ 2.404,6 juta dan penjualan minyak dan gas sebesar US$ 472,8 juta. Sedangkan EBITDA sebesar US$ 830 juta, naik sebesar US$ 23 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 807 juta.

BERITA TERKAIT

Menanti Skema Bijak bagi Pajak E-Commerce

Oleh: Pril Huseno Pemerintah berencana akan menerapkan pengenaan pajak 0,5 persen bagi bisnis e-commerce efektif 01 April 2019 mendatang. Potensi…

Banten Jadi Pilihan Bagi Penglaju Mencari Rumah

Banten Jadi Pilihan Bagi Penglaju Mencari Rumah NERACA Jakarta - Riset Indonesia Property Watch (IPW) mengungkapkan sebagai daerah yang berbatasan…

Naik Turun Harga Tiket Pesawat

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) sepakat untuk menurunkan tiket pesawat, yang sempat melambung beberapa waktu belakangan.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…