Starup Binaan BEI Dilirik Perusahaan Malaysia - Berniat Investasi US$ 10-15 Juta

NERACA

Jakarta - Perusahaan teknologi digital asal Malaysia, Toga Limited menyatakan minatnya untuk berinvestasi pada perusahaan rintisan (startup) binaan IDX Incubator dengan menganggarkan dana sebesar US$ 10-15 juta.”Ada sekitar lima atau lebih perusahan yang cukup menarik, namun sekitar satu hingga dua perusahaan yang kami incar,"kata Group General Manager Toga Limited, Steve Seekuy Tan di Jakarta, Kamis (15/3).

Dia telah melakukan pertemuan dengan perusahaan rintisan binan IDX Incubator yang bergerak di bidang keuangan digital. Menurutnya, salah satu dari perusahaan itu tidak menutup kemungkinan nantinya masuk dalam kategori unicorn. Istilah unicorn mengacu kepada perusahaan rintisan yang memiliki valuasi senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp13,1 triliun. Hal itu yang menjadi salah satu faktor pihaknya mengincar perusahaan binaan IDX Incubator.

Dalam waktu dekat, lanjut Steve, pihaknya akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana kerja sama itu bertujuan untuk pengembangan sistem media komunikasi digital dan promosi kegiatan galeri investasi BEI di seluruh Indonesia.”Dengan sebanyak 27 kantor perwakilan BEI dan terus akan bertambah nantinya, serta galeri investasi yang tersebar di sekitar 320 perguruan tinggi di seluruh kota di Indonesia merupakan sesuatu yang luar biasa dan belum ada di dunia," katanya.

Steve Seekuy Tan juga mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk meramaikan pasar Indonesia dengan memperkenalkan aplikasi Yippi. Produk andalan Tga adalah Yippi, platform app messaging dengan fitur yang lebih dibandingkan aplikasi sosial lainnya di pasar global.”Model bisnis kami adalah membangun organisasi big data dengan 500 juta pengguna aktif. Di Indonesia kami menargetkan menjadi aplikasi sosial resmi untuk keseluruhan pasar umum dan memberikan pendidikan bahasa lisan gratis untuk mendukung mahasiswa mempersiapkan globalisasi sosial dan bisnis,"jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan membantu usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya. Melalaui aplikasi Yippi sebagai pasar sosial, UKM maupun kaum muda dapat mampu melakukan bisnis dengan koneksi ke jutaan pengguna. Asal tahu saja, inisiasi BEI membentuk inkubator bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ataupun star up yang dipersiapkan untuk go public, langsung direspon positif pelaku pasar. Pihak BEI mencatat ada sekitar 120 peserta starup yang mendaftar. Padahal, fasilitas inkubator tersebut hanya memiliki kapasitas untuk 60 peserta.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio pernah bilang, besarnya antusias pelaku UMKM untuk menjadi inkubator BEI, mendorong BEI untuk menerapkan skala prioritas memilih perusahaan yang masuk. Beberapa hal jadi pertimbangan, misalnya usaha yangsudah memiliki beta produk atau produk yang dalam pengembangan. "Yang punya beta produk paling bagus dan membutuhkan," imbuhnya.

BERITA TERKAIT

TCASH Luncurkan Aplikasi Lintas Operator - Targetkan 40 Juta Pelanggan

Dalam rangka penetrasi pasar lebih luas lagi dan mendongkrak transaksi, TCASH membuka layanan aplikasi TCASH wallet untuk dapat digunakan oleh…

BEI Luncurkan Single Stock Future - Kembangkan Produk Derivatif

NERACA Jakarta - Dongkrak pertumbuhan transaksi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana meluncurkan produk derivatif di tahun…

TPS Food Beberkan Soal Gugatan PKPU - Sampaikan Penjelasan Ke BEI

NERACA Jakarta – Sebagai reaksi atas permintaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan HEXA Capai 22,95% Dari Target

Di kuartal kedua 2018, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) membukukan penjualan alat berat sebanyak 495 unit atau 22,95% dari target…

Penjualan Kabelindo Murni Turun 29,45%

NERACA Jakarta - PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp221,7 miliar sepanjang kuartal I/2018. Capaian tersebut…

BTPN Bukukan Laba Bersih Rp 1,09 Triliun

NERACA Jakarta – Semester pertama 2018, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) membukukan laba bersih Rp 1,09 triliun atau…