Sharp Kembangkan Produk Berbasis IoT - Menjawab Tantangan di Era Digital

NERACA

Bandung - Berkembang pesatnya industri digital membawa perubahan pada kehidupan masyarakat yang lebih efisien dan praktis, berangkat dari kebutuhan pasar tersebut PT Sharp Electronics Indonesia melalui arahan Sharp Corporation pun siap berkompetisi dan mengembangkan lebih banyak produk IoT atau internet of things di era digital. “Kami harus selalu adaptif dengan dinamika konsumen saat ini yang cepat sekali dalam menggunakan internet. Sharp sebagai salah satu pionir yang terus menerus mengeluarkan produk dengan one-of-a-kind-technology akan berupaya menghasilkan produk canggih lainnya. Yang tak kalah penting, kami juga akan terus memberi edukasi yang tepat, sehingga teknologi ini bisa diadopsi dan dimanfaatkan dengan baik oleh konsumen,” kata Andri Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia di Bandung pekan kemarin.

Menurutnya, pertumbuhan pengguna internet di Indonesia yang meningkat tajam hingga 132,7 juta orang dengan rata-rata penggunaan mencapai delapan jam per hari menjadi potensi pasar bagi perseroan untuk menelurkan inovasi berbasis internet atau IoT. Langkah awal Sharp untuk mengawali Internet of Things telah dimulai dengan hadirnya Sharp Cocorobo atau vacuum pintar elektronik yang diperkenalkan pada tahun 2012. Mengandalkan teknologi digital, Cocorobo yang dilengkapi built-in camera ini semakin canggih berkat kemampuannya untuk terkoneksi dengan wi-fi router dan smartphone.

Dengan demikian, konsumen dapat dengan mudah mengecek kondisi temperatur ruangan lewat kamera pada Cocorobo hingga mengoperasikannya hanya melalui ponsel. Untuk pasar di Indonesia, Sharp juga meluncurkan Healsio automatic cookware, peranti memasak yang diluncurkan pada akhir 2017. Produk small home appliances ini dilengkapi dengan teknologi yang tidak kalah mutakhir berupa artificial intelligence, guna mempermudah proses memasak konsumen. Dengan fitur automatic cooking, automatic stirring, dan preset time cooking, siapa pun dapat menghasilkan hidangan dengan mudah, lezat, dan sehat.

Healsio automatic cookware sukses menjadi sahabat memasak pintar yang digemari banyak ibu muda yang awas dengan kesehatan. Tahun ini, perseroan menargetkan penjualan elektronik tumbuh 10%-15% atau di kisaran Rp 9 triliun. Andry Adi Utomo menyampaikan, sepanjang tahun 2017, PT Sharp Electronics Indonesia belum mampu memenuhi target penjualan sebesar Rp 8 triliun. Hingga akhir Februari 2018, perusahaan baru memenuhi 90% target penjualan atau sekitar Rp 7,2 triliun.

Oleh karena itu, untuk menutup masa satu tahun yang berakhir Maret 2018, perusahaan menargetkan nilai penjualan tambahan sekitar Rp 800 miliar pada akhir Maret ini.”Sebagai tanggung jawab saya mesti penuhi target sampai akhir Maret," kata Andry.

Menurut Andry, pada Januari 2018 penjualan turun 15%-28% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Alasan penurunan itu, katanya karena daya beli masyarakat Indonesia makin menurun. "Berdasarkan data, orang lebih suka menyimpan uangnya dan menahan diri untuk konsumsi alat-alat elektronik,” tuturnya.

BERITA TERKAIT

2 Hal Ini Jadi Tantangan Percepatan Infrastruktur di Indonesia

2 Hal Ini Jadi Tantangan Percepatan Infrastruktur di Indonesia NERACA Jakarta - Minat investor terhadap infrastruktur di Indonesia masih menghadapi…

Astra Graphia Beri Pinjaman Rp 125 Miliar - Kembangkan Anak Usaha

NERACA Jakarta – Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) memberikan fasilitas pinjaman uncommited kepada dua anak…

CIMB Group Jaring Talenta Bidang Digital

  NERACA   Jakarta - CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group) menyelenggarakan CIMB 3D Conquest, kompetisi yang bertujuan mendapatkan dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…