Telkom Bukukan Untung Rp 22,14 Triliun

NERACA

Jakarta – Di tahun 2017, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom membukukan laba bersih Rp 22,14 triliun atau naik 14,43% dibandingkan dengan laba 2016 yakni Rp 19,35 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan kinerja keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, tingkat pertumbuhan laba 2017 melambat dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Pada 2016, laba Telkom naik sebesar 24,94% year on year (yoy). Sementara, pada tahun 2015, TLKM membukukan peningkatan laba bersih sekitar 5,81%. Sebelumnya pada 2014 tingkat pertumbuhan laba perusahaan sekitar 3,05%, sedangkan pertumbuhan laba pada 2013 mencapai 10,54%.

Pertumbuhan laba perusahaan pelat merah ini sejalan peningkatan pendapatan. Pada 2017, TLKM membukukan pendapatan sebesar Rp 128,26 triliun, naik 10,25% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp 116,33 triliun. Pendapatan Telkom sepanjang 2017 dikontribusi dari pendapatan telepon sebesar Rp 43,91 triliun, pendapatan interkoneksi sebesar Rp 5,17 triliun, pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika sebesar Rp 68,53 triliun, pendapatan jaringan sebesar Rp 1,87 triliun, dan pendapatan lainnya sebesar Rp 8,76 triliun.

Meski demikian, pertumbuhan pendapatan tahun lalu melambat dibandingkan pertumbuhan pendapatan pada 2016 yang mencapai 13,53% yoy. Jika dirunut, pada 2015, pendapatan Telkom tumbuh 14,24% yoy, sementara pada 2014 pertumbuhan pendapatan sebesar 8,11%, dan pada 2013 tumbuh 7,55%. Tahun lalu, TLKM mencatatkan laba usaha sebesar Rp 43,93 triliun, naik 12,09% dibandingkan tahun sebelumnya sejumlah Rp 39,19 triliun.

Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan tumbuh dua digit dibandingkan dengan tahun lalu. Direktur Utama Telekomunikasi (Telkom) Indonesia, Alex Sinaga pernah mengatakan, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan pada 2018 dapat tumbuh dua digit dibandingkan dengan realisasi 2017. Diperkirakan, rentang pertumbuhan tersebut setara 9%-11%.”Target pertumbuhan pendapatan anggap saja 10% dari realisasi tahun lalu 2017,” ujarnya.

Terkait dengan rencana penerbitan obligasi komodo, Alex membenarkan terdapat peluang perusahaan menggunakan langkah tersebut untuk menghimpun dana. Namun, opsi itu bakal digunakan perusahaan apabila perusahaan berencana kembali melakukan akusisi. Dia mengatakan target belanja modal atau capital expenditure (capex) Telkom sebesar 25% dari target revenue 2018 sudah mencukupi untuk membiayai ekspansi organik seperti membangun infrastruktur kabel. Sementara itu, dana untuk keperluan akuisisi berada di luar anggaran tersebut.

Alex menjelaskan bahwa penerbitan obligasi komodo saat ini diprioritaskan untuk proyek infrastruktur. Akan tetapi, pihaknya menilai jenis obligasi tersebut dapat menjadi opsi mengingat fluktuasi mata uang yang lebih aman. Oleh karena itu, lanjutnya, perseroan baru akan mengemisi obligasi komodo ketika akuisisi sudah memasuki tahap final sehingga memberikan kepastian kepada investor.

BERITA TERKAIT

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Kemensos Pede Kenaikan PKH Rp32 Triliun Disetujui DPR

    NERACA Jakarta – Kementerian Sosial optimistis kenaikan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) hingga dua kali lipat mencapai Rp32…

Rp7,1 Triliun Dana Asing Masuk Ke Pasar Keuangan

  NERACA Jakarta - Modal asing yang masuk ke pasar keuangan terutama melalui Surat Berharga Negara mencapai Rp7,1 triliun dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rencana Perubahan Lot Saham - APEI: Perlu Ada Kesiapan Anggota Bursa

NERACA Jakarta – Rencana direktur utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi bersama tim menurunkan jumlah satu lot jadi…

Pacu Nilai Tambah di Sektor Hilir - MGRO Bangun Pabrik Senilai Rp 330 Miliar

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar dari IPO, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) akan berinvetasi sebesar Rp 330 miliar membangun…

Kembangkan Ekspansi Bisnis - NFC Indonesia Buka Peluang Untuk Akuisisi

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, harga saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) langsung dibuka menguat 49,73% pada…