OJK Siapkan Penyempurnaan Aturan Fintech

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan penyempurnaan peraturan untuk menertibkan industri teknologi finansial (fintech) agar lebih transparan dan mempermudah pengelolaan risiko dari bisnis layanan pinjam meminjam. “OJK sedang mengatur konsepnya agar industri ini lebih transparan dan pemberi dana bisa mengukur risiko," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida di Jakarta, Rabu (14/3).

Nurhaida mengatakan penyempurnaan peraturan ini bisa memfasilitasi dan mendorong industri fintech untuk tumbuh lebih baik dengan tidak mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan pengelolaan dan transparansi yang lebih baik, tambah dia, maka tidak ada lagi persoalan bunga tinggi yang bisa menjadi faktor penghambat berkembangnya industri fintech.

"Kalau misalkan nanti Fintech berkembang dan yang meminjamkan dana makin banyak, peminat juga makin bertambah, maka perkembangan industri ini akan makin alami dan lama-lama 'cost'nya turun," katanya. Nurhaida mengharapkan penyempurnaan peraturan ini bisa selesai paling lambat semester I-2018 agar tata kelola maupun mitigasi risiko dari industri fintech dapat lebih baik.

Dalam kesempatan yang sama, Nurhaida mengatakan saat ini baru 36 pelaku fintech yang telah terdaftar di OJK dan sebanyak 42 pelaku fintech sedang dalam proses pendaftaran. "Fintech yang 'peer-to-peer lending', yang sudah terdaftar ada 36, tapi baru satu yang sudah berizin," kata Nurhaida.

Nurhaida mengharapkan pelaku industri fintech yang belum mendaftar ke OJK segera melakukan registrasi, agar pemantauan dan fasilitasi terhadap bisnis layanan pinjam meminjam berbasis teknologi finansial bisa dilakukan. "Yang belum mendaftar mungkin ada 165 atau 170an. Dalam pantauan kami, ada 170an, tapi ini berkembang terus," tambahnya.

Sebelumnya, OJK telah menerbitkan Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi (peer-to-peer lending) untuk mendukung pertumbuhan industri fintech.

BERITA TERKAIT

Shinhan AM Siapkan RDPT Untuk Pasar Korsel - Targetkan Dana Kelola Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Guna memenuhi target dana kelolaan hingga akhir tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun, PT Shinhan Asset Management…

BEI Belum Ubah Aturan Main Saham UMA

Meningkatnya tren saham yang mask dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau bergerak di luar kewajaran dan bisa disebut…

BEI Siapkan Dua Langkah Strategis - Tekan Kerugian Anggota Bursa

NERACA Jakarat – Naik turunnya kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) mempengaruhi investasi di pasar modal dan termasuk kinerja anggota…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kredit Komersial BTN Tumbuh 16,89%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan penyaluran kredit komersial hingga Agustus 2018 mencapai sekitar…

CIMB Niaga Syariah Dukung Pembangunan RS Hasyim Asyari

      NERACA   Jombang - Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) menyalurkan…

Jamkrindo Syariah Kuasai Pasar Penjaminan Syariah

      NERACA   Jakarta – PT Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Syariah mencatatkan kinerja yang cukup mentereng.…