Perlunya Asas Resiprokal dalam Pembayaran Lintas Negara

NERACA

Jakarta - Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia (BI) Pungky Wibowo menilai pembayaran lintas negara (cross border payment) harus mempertimbangkan asas resiprokal atau timbal balik. Ia menuturkan, terkait pembayaran lintas negara sendiri, Indonesia sudah berkecimpung dalam forum resmi untuk negara-negara ASEAN yang disebut Working Committee Payment System.

Menurut Pungky, idealnya regulator-regulator antarnegara harus memiliki perjanjian terlebih dahulu terkait pembayaran lintas negara sehingga dapat saling menguntungkan. “Kita sedang berjalan ke arah situ, perbankan sudah ada ABIF kan, kita ingin hal yang sama untuk fintech,” ujar Pungky.

Sebelumnya, pada 2014 lalu, Indonesia sepakat mendukung integrasi perbankan ASEAN yang menjadi langkah penting guna menfasilitasi kemajuan integrasi ekonomi dan keuangan ASEAN. Dalam hal ini, Indonesia diwakili oleh Bank Indonesia memberikan persetujuan terhadap ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) Guidelines yang akan menjadi panduan kerangka operasional bagi negara-negara ASEAN dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip dan proses integrasi perbankan di bawah kerangka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama erat dalam mewujudkan tercapainya kesepakatan tersebut. Dengan implementasi ABIF diharapkan perbankan dan pelaku bisnis dapat mengembangkan bisnisnya dengan lebih luas, efisien dan stabil di kawasan ASEAN. Tujuan utama ABIF sendiri adalah menyediakan akses pasar dan keleluasaan beroperasi di negara anggota ASEAN bagi Qualified ASEAN Banks (QAB) yakni bank-bank ASEAN yang memenuhi persyaratan tertentu yang telah disepakati bersama oleh ASEAN.

Azas resiprokal menjadi salah satu prinsip utama ABIF dimana akses pasar dan fleksibilitas operasional harus saling menguntungkan dan dapat diterima oleh negara yang bersepakat. ABIF tetap memperhatikan pemenuhan persyaratan prudensial bagi kandidat QAB yang akan masuk dan beroperasi di suatu negara ASEAN.

Dalam kesempatan yang sama, ada tambahan tiga bank besar Indonesia bergabung dalam SWIFT gpi, suatu inisiatif inovasi pembayaran lintas negara (cross-border) berskala global. Ketiga bank tersebut yaitu PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia, dan PT Bank Sinarmas. Dengan bergabungnya ketiga bank tersebut, Indonesia kini menyusul Thailand dan Singapura yang telah terlebih dahulu menerapkan layanan tersebut.

General Manager of International Division BNI Henry Panjaitan mengatakan, bergabungnya bank plat merah tersebut dengan SWIFT gpi adalah untuk meningkatkan pelayanan dalam semua transaksi perbankan yang dilakukan oleh nasabah. "Pemberitahuan informasi dan biaya yang lebih cepat dan transparan, serta pengiriman uang yang dapat dilacak dan ditampilkan secara menyeluruh, merupakan keunggulan lebih dari SWIFT gpi," ujar Henry.

SEVP Treasury and Global Services BRI Hexana Tri Sasongko mengatakan kemajuan teknologi dapat tumbuh bersamaan dengan pengembangan bisnis BRI sehingga inovasi teknologi akan selalu ada dalam sistem mereka. "Dengan menerapkan SWIFT gpi, kami yakin akan mampu memberikan pengalaman pembayaran terbaru bagi pelanggan kami," kata Hexana.

Sementara itu, Presiden Director Bank Sinarmas Frenky Tirtowijoyo mengatakan, inisiatif inovasi pembayaran global tersebut dapat memberikan solusi keuangan digital bagi bank dan juga nasabah. "Ini memungkinkan mereka untuk melakukan pembayaran lintas batas secara real-time, andal, dan transparan," ujarnya.

BERITA TERKAIT

PT Lintas Marga Sedaya Raih Pembiayaan Rp8,8 Triliun

    NERACA   Jakarta - PT Lintas Marga Sedaya (LMS), menerima pembiayaan sindikasi sejumlah Rp8,8 triliun. Pembiayaan sindikasi ini…

Pembayaran Dividen di 2017 Tumbuh 14,5%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan pembayaran dividennya untuk tahun buku 2017 lalu sebesar 14,5% dibandingkan…

Perusahaan Pembayaran Asing Didesak Gunakan Rupiah

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mendesak Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) luar negeri yang merambah pasar Indonesia…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Realisasi Penyaluran KUR 70,9% - Sampai Agustus 2018

      NERACA   Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat jumlah penyaluran KUR hingga 31 Agustus 2018 mencapai…

Akseleran Fasilitasi Pembiayaan Kepada Pelaku Usaha Hipmi Jaya

      NERACA   Jakarta - Mengusung semangat dalam memberikan kemudahan akses pembiayaan sebagai wujud percepatan inklusi keuangan, PT…

Roadmap Ekonomi Syariah Rampung Akhir Tahun

      NERACA   Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menargetkan peta jalan (roadmap) ekonomi syariah akan rampung pada…