Laba Bersih PP Presisi Melesat Tajam 498%

NERACA

Jakarta - Hingga 31 Desember 2017, PT PP Presisi Tbk (PPRE) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp245 miliar. Jumlah tersebut meningkat 498% dari Rp41 miliar pada akhir 2016. “Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong meningkatnya pendapatan konsolidasi perseroan,”kata Direktur Utama PP Presisi, Iswanto Amperawan di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, hingga akhir 2017 perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp1,8 triliun atau naik 389% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp371 miliar.”Kami bangga terhadap pencapaian perusahaan di tahun 2017. Transformasi bisnis yang dilakukan sejak tahun 2014 telah membuahkan hasil, tercermin dari peningkatan pendapatan dan laba bersih secara signifikan,"ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan peningkatan signifikan pendapatan konsolidasian tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan civil work sebesar 617% dari Rp197 miliar di 2016 menjadi Rp1,4 triliun pada 2017. Beberapa proyek yang mendorongnya di antaranya proyek tol Bakauheni-Sidomulyo, proyek tol Pandaan–Malang, proyek tol Manado–Bitung, proyek bendungan Way Sekampung, proyek bendungan Leuwi Keris, proyek pengendalian lahar Sinabung, dan beberapa proyek carry over dari tahun sebelumnya.

Selain pendapatan civil work yang berkontribusi sebesar 78%, peningkatan pendapatan konsolidasian perseroan juga disebabkan oleh peningkatan signifikan pendapatan ready mix/batching plant sebesar 138% dari Rp69 miliar di 2016 meningkat menjadi Rp163 miliar pada 2017.”Peningkatan pendapatan ready mix/batching plant secara signifikan tersebut seiring dengan peningkatan pendapatan civil work karena model bisnis ready mix/batching plant merupakan business-to-business (B2B) yang biasanya terkait langsung dengan civil work," tambahnya.

Pendapatanready mix/batching plantini, lanjut dia, berkontribusi sebesar 9% terhadap total pendapatan konsolidasian. Kontributor lainnya terhadap pendapatan konsolidasian adalah formwork dan penyewaan alat berat sebesar 13%. Peningkatan pendapatan yang signifikan tersebut diikuti oleh keberhasilan perseroan mengelola beban pokok penjualan dan biaya operasional secara simultan sehingga perseroan juga berhasil membukukan peningkatan laba kotor dan laba operasi secara signifikan masing-masing sebesar 369% dan 379%.

Laba kotor meningkat dari Rp95 miliar di 2016 menjadi Rp446 miliar pada 2017. Sementara laba operasi meningkat dari Rp81 miliar di 2016 menjadi Rp389 miliar pada 2017. Profitabilitas juga meningkat yang tercermin dari peningkatan margin laba bersih menjadi 13%.

BERITA TERKAIT

Rambah Bisnis Air Bersih - RAJA Siapkan Dana Akuisisi US$ 1,6 Juta

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis di tahun depan, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menambah lini bisnis baru di sektor…

Ditopang Apartemen Parkland - Trimitra Propertindo Raup Laba Rp 12,8 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2018, emiten properti PT Trimitra Propertido Tbk (LAND) berhasil membukukan laba bersih Rp12,8 miliar atau tumbuh…

Penjualan Mobil Melambat - Astra Pede Laba Bakal Melesat Tajam

NERACA Jakarta – Meskipun penjualan mobil Astra di kuartal tiga 2018 turun 4% menjadi 424.000 unit karena meningkatnya kompetisi, sehingga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Industri di Papua Berpeluang Go Public

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura berupaya mendorong pelaku industri di Papua untuk mengakses permodalan dari pasar modal untuk…

Restrukturisasi TAXI Disetujui Investor

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang obligasi (RUPO) PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI), para pemegang obligasi akhirnya menyetujui paket restrukturisasi…

Bidik Generasi Milenial - Chubb Life Luncurkan Platform Digital

NERACA Jakarta – Penetrasi pasar asuransi di Indonesia, PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life) meluncurkan platform online bernama Chubb…