Sambut Tugas Baru, KPEI Janjikan Infrastruktur Canggih - Mengelola Laporan MKBD

Neraca

Jakarta - PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menawarkan diri untuk menampung dan mengelola laporan Modal Kerja bersih Disesuaikan (MKBD) perusahaan efek. Pernyataan kesiapan ini disampaikan setelah Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) memberikan tugas itu, melalui keputusan Nomor 22/2012 tentang Penunjukan PT KPEI sebagai penerima laporan MKBD, pada 30 Januari 2012.

Direktur Utama KPEI Hoesen mengatakan, dengan mendapatkan tugas ini, nantinya KPEI wajib menerima dan memelihara semua laporan MKBD perusahaan efek yang terdiri dari laporan harian dan bulanan, “Kami siap menjalankan tugas baru, karena sudah dipersiapkan sejak tahun 2009," katanya di Jakarta kemarin.

Bahkan, KPEI juga sudah menguji coba pelaksanaan tugas baru itu sejak 1 November 2011 silam. Namun, KPEI juga terus menyempurnakan sistem pendukung tugas baru itu. Perusahaan kliring sedang mengembangkan sistem straight trough processing (STP).

STP merupakan integrasi sistem otomatisasi semua proses mulai dari order, eksekusi transaksi, konfirmasi dan afirmasi, serta settlement tanpa intervensi manual atau input data ulang. Setelah penerapan STP ini, transaksi hanya bisa berlangsung bila investor atau perusahaan sekuritas itu memenuhi persyaratan.

Bagi investor, salah satu persyaratannya adalah identitas tugas (single ID) dan rekening. Kemudian, bagi perusahaan efek harus memenuhi MKBD minimal Rp 25 miliar atau 6,25% dari jumlah kewajiban.Menurut Hoesen, pembentukan sistem STP akan selesai sebentar lagi. "Targetnya, semester I sudah bisa diaplikasikan," tandas Hoesen.

Bersamaan finalisasi sistem STP itu, manajemen juga mempersiapkan peraturan pendukung. Antara lain terkait standar prosedur operasional, serta sarana pendukungnya. "Aturan itu masih dibicarakan dengan Bapepam-LK, dan pelaku industri," katanya.

Asal tahu saja, pasca ditunjuk sebagai pengelola dana MKBD, KPEI pun wajib menyediakan semua infrastruktur yang diperlukan dalam mendukung fungsi KPEI sebagai penerima laporan MKBD. Selain itu, KPEI menetapkan petunjuk pelaksanaan pelaporan bagi perusahaan efek dan menyampaikan kepada Bapepam-LK antara lain memuat prosedur, tata cara pelaporan, jam pelaporan, dan tindakan dalam hal terjadi kegagalan atau gangguan sistem.

Sebelumnya, ada tiga perusahaan efek yang disuspensi lantaran belum memenuhi standar MKBD yang baru. Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Anggota Bursa BEI, Uriep Budhi mengatakan, suspensi dilakukan terhadap perusahaan efek terkait ketentuan peraturan Bapepam-LK V.D.5 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan MKBD, “Perusahaan efek itu belum memenuhi MKBD, dua di antaranya sudah kami suspensi lebih dahulu, sebelum peraturan MKBD baru diberlakukan, dan satu lagi kami suspensi pada tanggal 1 Februari 2012 lalu, karena nilai MKBD-nya berada dibawah Rp25 miliar,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dikatakannya, ketiga AB itu terindikasi memiliki MKBD di bawah ketentuan minimum, dan telah melaporkan permasalahannya itu ke otoritas bursa. Menurutnya, ketiga AB itu tengah melakukan restrukturisasi permodalan dan berupaya untuk meningkatkan modalnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Cosmobeaute 2019 Akomodasi Merek Kecantikan Baru

  NERACA   Jakarta - Sebagai pameran B2B (business-to-business) terbesar di Indonesia, Cosmobeauté Indonesia menghubungkan produsen, eksportir, distributor dan agen…

Komisi III DPR Diminta Pilih Hakim Konstitusi Sosok Baru

Komisi III DPR Diminta Pilih Hakim Konstitusi Sosok Baru NERACA Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Jimly…

Optimistis di 2019, BMW Indonesia Bakal Rilis 10 Mobil Baru

BMW Grup Indonesia akan meluncurkan sebanyak 10 mobil terbaru pada 2019, menunjukkan kepercayaan pabrikan mobil mewah asal Jerman itu dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRO Berikan Kran Air Siap Minum di Semarang

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

Mandom Targetkan Penjualan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan…