Sentimen Negatif The Fed Tekan Laju IHSG

NERACA

Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis ditutup melemah 50,33 poin dipicu sentimen terbukanya peluang bank sentral AS (The Fed) menaikan suku bunga. IHSG BEI ditutup melemah 50,33 poin atau 0,75% menjadi 6.593,06, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 12,67 poin (1,13%) menjadi 1.105,23.”Sentimen dari Amerika Serikat mengenai suku bunga The Fed cenderung mempengaruhi pergerakkan IHSG hari ini (22/2)," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Kamis (22/2).

Dia mengemukakan, The Fed telah merilis hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang pada intinya probabilitas kenaikan suku bunga cukup terbuka dan lebih banyak menjadi empat kali dari proyeksi sebelumnya hanya tiga kali.”Probabilitas kenaikan suku bunga itu berdampak negatif bagi pasar saham," katanya.

Sementara analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada menambahkan, notulensi FOMC yang cenderung "hawkish" direspon negatif oleh pelaku pasar saham dunia, termasuk Indonesia. Pasalnya, hasil FOMC itu membuat imbal hasil sejumlah obligasi AS cenderung meningkat.”Kenaikan imbal hasil obligasi itu berimbas pada melemahnya saham," paparnya.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 289.714 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 13,619 miliar lembar saham senilai Rp7,645 triliun. Sebanyak 135 saham naik, 224 saham menurun, dan 120 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan. Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei ditutup turun 234,37 poin (1,07%) ke 21.736,44, indeks Hang Seng melemah 466,21 poin (1,48%) ke 30.965,68 dan Straits Times melemah 26,41 poin (0,75%) ke posisi 3.489,82.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG didibuka menguat 2,94 poin atau 0,04%menjadi 6.646,34, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,73 poin (0,07%) menjadi 1.118,64. Menurut Reza, IHSG masih dalam pola konsolidasi dengan pergerakan cenderung terbatas seiring dengan minimnya sentimen positif baru.”Volume jual saham yang masih tinggi menjadi salah satu faktor yang menahan laju IHSG sehingga rawan terkena pelemahan kembali," katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, pergerakan bursa saham di kawasan Asia yang cenderung melemah dapat berdampak negatif pada pergerakan IHSG. Selain itu, investor asing yang melakukan aksi jual turut menambah sentimen negatif pada IHSG. Pasar saham di dalam negeri dibayangi sentimen negatif mengenai keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara pekerjaan proyek konstruksi elevated.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei dibuka turun 301,89 poin (1,37%) ke 21.664,96, indeks Hang Seng melemah 353,93 poin (1,13%) ke 31.077,96 dan Straits Times melemah 30,80 poin (0,88%) ke posisi 3.465,43.

BERITA TERKAIT

Sentimen Positif Asia Kerek Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/6) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

IHSG Sepekan Kemarin Naik Tipis 0,13%

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin atau priode 28 hingga 31 Mei tumbuh…

Sentimen Harga Minyak Tekan Laju IHSG

NERACA Jakarta – Bergerak dinamisnya indeks harga saham gabungan (IHSG) dengan tren penurunan, menurut analis Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu Purnomo,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…